Menu
Recent Post

Mak emak di rumah tahu kan ya sama channel Kok Bisa yang punya subscriber cukup besar di Youtube? Kontennya di media sosial lain juga kece kok, misalnya di Instagram. 

Ilustrasinya yang cuaantik membuat konten serius yang disampaikan jadi terlihat sederhana. Padahal, kalau diamati, informasi yang disajikan di kanal Kok Bisa gak main-main lho. Coba cek aja langsung ke Youtubenya.


Kali ini mereka kembali berkarya, tapi tidak lewat media sosial, melainkan lewat sebuah buku. Penasaran gimana bukunya? Simak reviewnya di sini


Review Buku Kok Bisa Channel: Ada Alien di Luar Angkasa?

Kok bisa channel

Judul buku ini memang diakhiri dengan tanda tanya agar para pembaca jadi penasaran dan memiliki keinginan untuk mencari jawaban dengan membaca isinya. 


Secara mudah, isi buku ini menceritakan tentang sejarah dan fakta terkini tentang perjuangan manusia menggali pengetahuan tentang alam semesta, terutama di luar angkasa, terutama lagi tentang pencarian keberadaan makhluk hidup lain selain manusia. Seru, kan?

Sejarah dan Hubungannya dengan Alien


Buku ini mengungkapkan dengan jelas tentang adanya bukti peninggalan sejarah yang erat kaitannya dengan pergerakan benda langit, Stonehenge misalnya. Ini adalah awal dari rasa penasaran manusia dengan ada atau tidaknya bentuk kehidupan lain di alam semesta ini.


Salah satu ilmuwan Yunani juga berkata bahwa:


Menganggap bumi sebagai satu-satunya tempat yang dihuni di semesta yang tak terbatas, sama mungkinnya dengan menanam gandum di ladang luas namun hanya satu batang yang tumbuh.


Perkembangan Pengetahuan dengan Pencarian Manusia akan Alien

Kok bisa channel

Sebenarnya di bab ini banyak sekali hal menarik untuk diulas. Misalnya, bentuk alien itu sama sekali tidak bisa diduga. Mungkin saja mereka adalah bentuk mikroorganisme seperti bakteri atau makhluk yang sangat berbeda dari manusia. 


Selain itu, ada juga pembahasan tentang pelbagai teknologi yang pernah manusia gunakan untuk memberi sinyal kepada alien di luar sana. 


Bahkan di tahun 1920, ada perdebatan besar tentan cara yang mungkin bisa digunakan untuk memanfaatkan gelombang radio guna komunikasi dengan makhluk di Mars. Seru, kan?


Daya Tarik Buku Kok Bisa Channel: Ada Alien di Luar Angkasa?


Yap, sebagai buku ilustrasi, konten buku ini baguuus banget. Sebagai penggemar luar angkasa, saya yang udah mak emak aja merasa sangat terhibur dengan gambar-gambarnya yang menarik serta informasi yang seru. 


Apalagi, keingintahuan akan adanya kehidupan di luar sana memang sudah menjadi curiosity semua manusia. Apakah kita memang sendiri di alam semesta ini? 


Di sistem tata surya kita sendiri aja, eksplorasi yang detail tentang keberadaan mahluk hidup lain (termasuk bakteri dll) masih belum bisa dibuktikan tidak ada. Ada beberapa tempat seperti Mars, satelitnya planet Saturnus dan Jupiter yang memiliki air serta lapisan es tebal. Sehingga terdapat potensi tentang adanya makhluk di sana. 


So, apakah kita memang sendiri di alam semesta ini? Yuk, cuci piring dulu.


0

Ketika melihat tema “Ibu Bahagia, Anak Bahagia” saya jadi teringat tahun 2017, di mana saya baru saja melahirkan anak pertama. Di sini, saya yang lama masih berstatus sebagai ibu baru yang benar-benar payah.

Bahkan sekarang saya masih ingat perasaan di mana saya merasa sangat terpuruk. Momen menjadi seorang ibu ternyata gak seindah gambaran di televisi. Jam tidur yang sangat kurang, masalah keuangan, dan lelah yang terus-menerus menggerus semua rasa bahagia sehingga gak ada satupun rasa syukur yang tersisa dalam diri.


Apalagi, ada tekanan yang besar dari keluarga yang menuntut saya sempurna secara instan: harus bisa ngurus anak, bisa begadang, bisa menyusui, bisa bahagia. 

ibu bahagia anak bahagia

Di momen yang penuh keluhan begini, biasanya saya cuman nangis. Mandi sambil nangis, biar berasa dramanya. Saya enggak bahagia sama sekali di masa itu. Sama sekali tidak bahagia. 


Sampai akhirnya saya bertemu dengan komunitas Ibu Profesional di media sosial. Waktu itu, saya memang hanya iseng, hanya penasaran. Ternyata, ujung-ujungnya saya nekat mendaftar dan masuk ke dalam komunitas yang paling kece ini.


Saya kira ini adalah komunitas yang ngajarin supaya mak-emak baru bisa belajar segala hal tentang dunia rumah tangga, termasuk ngurus anak. Ternyata, jauh lebih luas dibandingkan itu. Komunitas ini berusaha membangkitkan kekuatan para ibu untuk bisa berkarya dari rumah untuk dunia.


Materi pertama yang saya dapat adalah tentang passion dan kebahagian. Satu kalimat yang masih saya ingat tentang materi itu adalah “Happy mother raise happy family”. Kalimat ini rasanya langsung meresap dalam sanubari. Saya langsung sadar bahwa ibu yang gak bahagia nggak akan mungkin bisa membesarkan anak-anaknya menjadi insan yang bahagia.


Menemukan Passion dan Cara Mengisi Waktu Luang

ibu bahagia anak bahagia



Di awal materi IIP, menemukan passion dan hobi juga menjadi titik loncatan di mana saya akhirnya menemukan kebahagiaan dari dalam rumah. Setelah berhenti bekerja saat hamil, saya memang merasa kehilangan dunia. Saya mendadak merasa nggak punya teman, mendadak merasa sendiri, mendadak merasa payah sendiri.


Ternyata, menemukan passion menjadi jawaban atas semua kegelisahan dan kegilaan saya di rumah. Sesederhana itu. 


Saya mendadak sadar sudah begitu lama nggak baca buku, hal yang saya sangat sukai sebelum menjadi ibu ‘yang sangat sibuk’. Jadi, setelah materi ini, saya kembali mencari buku. Membaca buku-buku lama, pergi ke perpustakaan, sampai nongkrong di toko buku ketika bayi sedang tidur (waktu itu masih belum masa pandemi).


Setelah puas dengan buku, saya mulai melirik komunitas lain yang juga hobi membaca dan menulis. Ternyata, menemukan penawar segala anxiety cukup sesederhana mencari kegiatan positif yang bisa dilakukan di waktu luang, sesederhana itu.


Hobi yang Berkembang

ibu bahagia anak bahagia

Hobi menulis dan membaca yang yang saya geluti memang berhasil menguras rasa jenuh dari segala aktivitas mengurus anak. Tiap kali anak tidur, hal yang lakukan adalah membuka laptop, menulis di buku, atau membaca buku.


Saya mulai mengenal ibu blogger lain yang bahkan bisa menghasilkan uang dari rumah. Duh, saya iri setengah mati. Saya mulai mencari cara untuk bisa sampai di titik itu juga, jadinya saya mulai pamrih. Saya hanya menulis di website yang menawarkan honor.


Sayangnya, yang namanya kemampuan memang gak akan langsung tajam. Harus diasah dulu dengan merasakan kecewa berkali-kali. 


Artikel yang saya buat tidak dimuat di website yang menawarkan honor tersebut. Rasanya sampai putus asa. Tapi, percaya deh, rasa kecewa dan putus asa dari sebuah usaha yang gagal masih lebih menyenangkan dibandingkan rasa kosong karena tidak berbuat apa-apa. 


Saya menyerah untuk mencari uang lewat menulis. Aktivitas saya di momen ini akhirnya kembali seperti di waktu awal: menulis untuk menenangkan batin dan jiwa.


Mulai Mendapatkan Pelatihan

ibu bahagia anak bahagia

Komunitas menulis dan membaca sebenarnya memiliki segudang aktivitas pelatihan. Kulwap alias kuliah Whatsapp yang pertama yang saya dapatkan adalah tentang cara mengulas buku di media sosial. 


Waktu itu yang yang mengadakan adalah komunitas 99 Days OWOP (One Week One Posting) dari Bandung yang ketuanya adalah Teh Shanty (kalau nggak salah). Sekarang, komunitasnya sudah jadi Komunitas Literasi Ibu Profesional. 


Seneng banget lah, karena waktu itu saya ikutan giveawaynya dan dapat buku. Yeay, imbalan pertama dari hasil menulis. Setelah itu, saya follow semua mak-emak yang emang punya hobi satu jalur dengan saya. 


Dari pertemanan ini pula saya mendapatkan informasi tentang adanya pelatihan gratis dari app Skill Academy tentang menulis SEO di blog. Kalau dijabarkan secara singkat menulis SEO adalah cara supaya artikel yang kita tulis bisa muncul di laman pertama Google. 


Uooo, ternyata untuk bisa mendapatkan perhatian dari Google caranya begitu berliku. Masih lebih mudah pdkt sama doi ketimbang sama Google. Saya juga pernah ikutan pelatihan dari mak Carolina Ratri dan blogger lainnya serta pelatihan dari Tempo. 


Semua ini membuat saya makin sibuk sama hobi dan benar-benar menguapkan semua masalah yang dulu sering dikeluhkan.


Imbalan yang Diharapkan Mulai Berdatangan Satu per Satu


Seiring berjalannya waktu, saya mulai mendapatkan imbalan seperti menang kompetisi lalu dapat buku gratis. Artikel yang saya kirim ke website juga perlahan mulai diterima. Honor pertama yang saya dapat dari menulis masih terasa manisnya sampai sekarang.


Saya juga sempat bekerja di sebuah agensi menulis artikel SEO dan website parenting. Waktu itu bangga banget rasanya sudah bisa beli skin care sendiri, huhuhu. Di momen ini, saya mulai begadang dan mengorbankan waktu tidur untuk bisa menulis artikel sesuai dengan tenggat waktu. Capek sih, tapi senang.


Berhenti dan Berbelok


Sekarang, saya sudah gak kerja dari rumah. Karena alasan tertentu, saya memutuskan untuk menjalani kehidupan bekerja di ranah publik. Tapi, kegiatan menulis tentu tidak berhenti. Tiap ada waktu luang, akan saya sempatkan menulis artikel di blog sendiri. 


Saya juga 'cuti panjang' dari perkuliahan di IIP dan jadi masyarakat umum ketika menulis artikel ini. Agak menyesal juga sih kalau melihat perkembangan teman-teman yang tidak berhenti. Apalagi, sepertinya dalam waktu dekat akan ada konferensi Ibu Pembaharu yang akan dilakukan teman-teman komunitas.


Ibu dan Anak yang Bahagia

ibu bahagia anak bahagia

Mengasuh anak memang tidak mudah ya, moms. Kadang GTM membuat kita naik pitam, belum lagi kerjaan rumah yang gak ada habisnya. Sehingga, begitu ada kejadian kecil seperti handuk basah ditaruh di kasur sama suami bisa membuat emosi jadi meledak. Heheh, maaf ya untuk para suami di rumah.


Menemukan passion dan mengeksplorasi diri bisa menjadi cara untuk membuat emosi jadi stabil. Dengan rutin mengasah kemampuan, pikiran jadi terbiasa fokus pada solusi bukan pada masalah. 


Dengan memiliki hobi sendiri, seorang saya jadi bisa menekan kejenuhan yang menumpuk di dalam diri, sehingga mengurus anak bisa dilakukan dengan lebih santuuuy. Saya jadi punya rutinitas mencari kegiatan yang seru untuk dilakukan bersama anak, misalnya main masak-masakan, jalan keliling kompleks, main bola di lapangan, sampai membuat playdough bersama. 


Hal penting yang perlu saya sampaikan untuk mak emak dan diri sendiri adalah mengurangi waktu luang yang sia-sia. Beneran deh, memiliki waktu luang yang tidak dimanfaatkan akan membuahkan pikiran-pikiran yang buruk. 


Sekian perjalanan saya untuk bisa menikmati peran jadi seorang ibu. 


Baca juga: Review Scarlett Whitening Bodycare, Worth It atau Enggak?


0

Drama Hospital playlist 2 emang spesial sih, spesial pake Jodoh. Di serial ini semua member genk dokter spesialis dapat pacar. Ik Jun dapat, Song Hwa dapat, dokter Jung Won dapat, Seok Hyung dapat, bahkan yang paling galak dokter Kim Joon Wan juga dapat. 

Kisah Cinta Geng Hospital Playlist 2

hospital playlist 2

Kisah cinta yang sedang dilanda musibah tentu saja dimiliki oleh dokter Kim Joon Wan dengan Ik Sun, adiknya Ik Jun. Karena penyakit dan tak ingin membuat pacarnya cemas, Ik Sun memutuskan dokter Joon Wan tanpa memberitahu alasan yang sesungguhnya. 

Khas kisah-kisah cinta yang manis, Ik Jun tanpa sengaja tahu mereka berpacaran dan tapa senngaja tahu bahwa adiknya serta temannya masih saling suka. Yah, begitulah. Ketidaksengajaan dalam film memang indah. Jadi iri.


Next.


Kisah cinta selanjutnya adalah dokter Ahn Jung Won dengan dokter Jang Gyeo Wool  yang terkendala masalah keluarga Gyeo Wool. Ayahnya yang melakukan kekerasan pada ibunya Gyeo Wool, sehingga ia memaksa sang ibu untuk pindah dari rumah mereka di kampung.


Adik Gyeo Wool sampai batal nikah karena calonnya tahu tentang kasus ini. Yaaah. Begitulah.


Next


Kisah cinta dokter beruang spesialis kandungan, Seok Hyung mengalami hambatan yang besar dari ibunya sendiri. Ia merasa bingung ketika harus memilih mau mencoba kembali jatuh cinta tetapi obsesi dari ibunya kemungkinan akan jadi penghambat seperti di pernikahan pertamanya. 


Kalau Ik Jun, untuk tokoh yang ini rahasia aja ya. Wkwk, langsung aja nonton dramanya sendiri aja. 


Meskipun kasih cinta mereka menjadi daya tarik utama di season dua ini, sebenarnya ada lagi kisah manis yang dipertontonkan, misalnya:


Penghargaan terhadap Posisi yang Rendah

hospital playlist 2

Kisah ini lumayan saya ingat karena berhasil membuat air mata saya meleleh. Kalau penasaran, mak-emak di rumah bisa tuh langsung loncat nonton ke episode 9, di mana ada banyak kisah sedih dan ngebuat penontonnya jadi terharu.


Di rumah sakit, terkadang ada kasus pasien gawat darurat. Nah, di sini ada satu pasien kecelakaan (kalau gak salah) yang mesti mendapatkan operasi dari dokter spesialis. Setelah pihak gawat darurat menghubungi dokter terkait ceritanya si pasien berhasil diselamatkan dengan baik. 


Setelah keluarga pasien datang, mereka berulang kali mengucapkan terima kasih kepada dokter spesialis tersebut, tapi melupakan dokter -dari gawat darurat. Si dokter junior dari gawat darurat merasa kerja kerasnya tidak dihargai oleh pasien dan merajuk. 


Merajuknya biasa aja kok. Gak pake update status, apalagi marah-marah di IG story. Merajuknya cuman duduk sendiri, merenung, dan gak jaga UGD. Setelh dapat wejangan dari dokter seniornya, dia paham bahwa kerja kerasnya di unit gawat darurat memang sebuah kewajiban. Soal apresiasi, biarkan atasan saja yang melakukannya.


Kompetisi Tenis Meja ala Hospital Playlist 2


Salah satu hal yang juga menonjol di Hospital Playlist season 2 ini adalah cerita tentang Kompetisi Tenis Meja. INi lucu banget sih, asli. 


Di sini kita bisa melihat bagaimana rancunya ketika sebuah kompetisi olahraga diadakan di rumah sakit dengan para peserta dari dokter-dokter yang ada. Peraturannya adalah kalau ada kasus mendadak dari pasien dan nggak bisa mengikuti jadwal pertandingan, maka dianggap kalah. 


Sudah tahu lah ya, tim dokter dari unit gawat darurat sudah pasti menjadi tim yang kalah duluan karena banyaknya kasus pasien mendadak setiap harinya. 


Ik Jun dan timnya sudah berhasil masuk final dan sekarang melawan tim dokter dari perawatan apa gitu. Di sini mereka kalah telak karena lawannya sangat jago. Cuman 5 menit dan bahkan lawan merek abelum berkeringat, Ik Jun dan tim sudah K.O. Yah begitulah.



Orangtua dan Harta Warisan

hospital playlist 2

Ingat geng para orangtua kan? Yap, direktur rumah sakit Yulje berteman baik dengan ibunya Ahn Jung Won. Di suatu kisah yang sudah saya lupa ada di episode berapa diceritakan bahwa karakter direktur Yulje ini sedang galau. Anak pertamanya pulang dari Amerika dan langsung blak-blakan minta uang warisan.


Ia marah dan berdebat dengan anaknya, bahwa ia sangat tidak sopan meminta uang warisan di saat dirinya masih sehat. Di titik ini, ia marah sekaligus sedih tentunya. 


Daya tarik Hospital Playlist 2

hospital playlist 2

Hospital Playlist 2 menang jadi drama yang favorit, mungkin buat banyak orang. Cerita tentang persahabatan yang begitu hangat, tentang profesionalisme dalam profesi dokter, dan cerita tentang cinta.


Konflik yang dibangun juga sederhana dan relate lah sama kehidupan sehari-hari. Jokes garing dari Ik Jun juga jadi daya tarik tinggi buat penonton. 


Ahhhh, tapi entah kenapa saya kok  berasa sukanya sama karakter dokter kandungan Seok Hyung. Di sini ia jadi seorang laki-laki yang sangat menghargai ibunya, meski ibunya itulah masalah besar dalam kehidupan percintaannya. Memang kok, jadi mak emak mesti ingat bahwa anak bukan milik kita, biarkan mereka memilih dan mengembangkan pribadinya dengan pilihan-pilihan itu sendiri. Tak perlu terlalu posesif macam maknya Seok Hyung.


Sampai di sini dulu reviewnya. Btw, di hari saya menulis artikel ini, Hospital Playlist 2 sudah ada di episode 11. 


Baca juga: Sinopsis Drama Bridgerton: Kisah Cinta dengan Lika Liku Strata Sosial


0

Semalam saya habis maraton drama Netflix yang judulnya Bridgerton, sudah ada yang pernah nonton atau tahu sinopsisnya?

Meski malu-malu, saya mesti mengakui bahwa saya fans kisah cinta Harlequin, khususnya yang historical romance. Jadi, begitu tahu ada kisah historical romance dalam bentuk drama jelas langsung saya serbu. 

Ini sinopsis dari drama Bridgerton.


Sinopsis Drama Bridgerton

sinopsis bridgerton

Seperti adat perempuan Inggris tahun 1800, adegan awal di drama Bridgerton diawali oleh suasana riweuh para keluarga yang hendak bersiap menuju istana. Mereka ingin mengenalkan diri ke ratu untuk mendapatkan nilai sebelum masuk ke dalam ‘kompetisi mencari jodoh’ yang dikenal dengan istilah season.


Daphne Bridgerton sebagai anak perempuan yang sudah cukup umur untuk diperkenalkan ke publik lewat season ini, mendapatkan nilai baik di hadapan ratu. Cantik, sopan, dan punya etika yang bagus menjadi kriteria yang mesti dimiliki perempuan kala itu agar bisa dipilih menjadi istri.


Kisah Daphne jadi makin panas ketika sang kakak jadi terlalu obsesif di pesta dansa pertamanya, sehingga gak ada satu laki-laki pun yang berani untuk pdkt. Ck, cowok emang gitu.


Daphne kelimpungan. Jelas. Apalagi, sang kakak malah menunjuk seorang bangsawan yang gak ganteng, aneh, dan bisa dibilang gak punya akhlak, untuk jadi pasangan Daphne. 


Ceritanya berkembang sehingga Duke of Hastings, alias Simon, menyusun strategi agar Daphne bisa terhindar dari kejaran Nigel (bangsawan gak punya akhlak yang saya sebut di atas) dan Simon bisa lepas dari incaran para ibu yang menginginkan menantu kaya. Sebuah hubungan yang mutualisme, tidak lebih, pada awalnya.


As you know, kisah Simon dan Daphne tentu akan berkembang menjadi sebuah cinta pada akhirnya. Tapi pastinya berliku dan tidak mudah.


Sistem Kebangsawanan dalam Drama Bridgerton

sinopsis bridgerton

Tahun 1800-an, London digambarkan sebagai dunia di mana bangsawan memegang peranan penting dalam strata sosial. Makin tinggi derajatnya, makin banyak hartanya, maka makin mudah untuk mencari jodoh. 


Peran laki-laki dalam memberikan keputusan dalam keluarga masih sangat dominan. Laki-laki juga menjadi penerus nama keluarga dan gelar kebangsawanan sehingga penting sekali bagi perempuan untuk bisa melahirkan anak laki-laki. 


Karena hak perempuan di masa lampau memang gak gitu dihargai, para orang tua berusaha mati-matian agar anaknya bisa menikahi laki-laki dengan harta dan gelar kebangsawanan yang tinggi. 


Untuk selingan, kira-kira brginilah susunan gelar kebangsawanan di Inggris:

  1. Duke dan Duchess : gelar tertinggi, hanya setingkat di bawah raja dan ratu. 

  2. Marquess atau Marchioness

  3. Count atau Countess

  4. Viscount atau Viscountess

  5. Baron atau Baroness (gelar bangsawan terendah)


Kalangan rakyat jelata macam kita-kita ini jelas gak ada gelarnya dan mesti kerja banting tulang bagai kudaa...


Pusara Patriarki di Bridgerton

sinopsis bridgerton


Di dalam drama ini ada konflik yang cukup menarik. Saat itu Daphne sudah diputuskan mesti menikah dengan Nigel, si bangsawan tanpa akhlak. Ia sebenarnya ogah banget tapi tidak bisa menolak karena tidak punya kuasa untuk menolak.


Bahkan, pembicaraan antara keluarga sudah dilakukan. Ia mesti meladeni kelakuan Ibunya Nigel yang digambarkan sangat narsistik. Di sini, Ibu Daphne bertindak dengan menyuruh pembantunya untuk mengobrol dengan pembantu dari keluarga Nigel.


Terungkaplah beberapa aib Nigel, bahwa ia pernah punya anak di luar nikah dan tidak menafkahinya. Hal ini lalu dijadikan gosip sehingga heboh, bahkan masuk ke dalam koran lokal. Kekuatan negosiasi mak emak emang gak bisa dianggap enteng.


Kisah Cinta Daphne dan Simon

sinopsis bridgerton
Gak bisa dipungkiri sih bagian ini jadi yang paling manis dan so sweet. Bagaimana seorang Simon yang ogah menikah pada awalnya akhirnya terpaksa menikah, menjadi momen transformasi yang membuat penonton mungkin akan jadi merasa iri. 


Simon memiliki kisah masa kecil yang lumayan enggak enak. Ayahnya seorang duke yang sangat kaku dan sangat mementingkan kehadiran seorang penerus, bukan anak. Akibatnya ia jadi begitu mudah kecewa ketika melihat Simon kecil yang pada waktu itu mengalami beberapa kendala seperti speech delay. 


Karena rasa benci dengan ayahnya, Simon bersumpah untuk tidak akan pernah menikah dan tidak akan menghasilkan keturunan. 


Namun, yah .. lanjutannya bisa ditonton sendiri lah ya. 


Sekian review singkat saya tentang sinopsis dari drama Bridgerton. Selamat jatuh cinta dengan Simon, Duke of Hastings.


Baca juga: Haphephobia, Novel Asmara ala Kantoran yang Cute dan Lucu



0

Pertama kali melihat Song Jong Ki jadi Brand Ambassadornya Scarlett Whitening, saya tentu langsung tertarik. Sebagai penggemar oppa-oppa Korea, tentunya saya juga langsung penasaran sama produknya. So, inilah review beberapa produk Scarlett Whitening yang saya udah coba.

Review Produk Scarlett Whitening

Scarlett Whitening


Produk Scarlett Whitening sudah tersedia dalam berbagai varian, ada sabun, body lotion, bahkan sampai produk perawatan rambut. Yah kalian bisa buka websitenya langsung kalau penasaran. Di artikel ini, saya akan mereview 3 produk dari bodycarenya yakni body scrub, shower scrub, dan body lotion.


1. Body Scrub varian Coffee

Di websitenya yang resmi, teman-teman mungkin akan melihat berbagai produk body scrub dengan aroma yang beragam. Pada akhirnya, saya menjajal produk body scrub dengan varian coffee.


Saya emang lumayan hobi minum kopi sih. Jadi yang pasti, body scrub varian kopi nggak akan mengecewakan untuk saya. Apalagi, aroma dari body scrub ini cenderung kopi banget plus ada manis-manisnya.


Kemasan


Sesuai dengan variannya, kemasan body scrub ini cenderung berwarna cokelat tua seperti kopi. Terdapat stiker hologram serta QR code untuk menunjukkan keaslian produk. Mak-emak di rumah bisalah iseng-iseng scan stiker QR code-nya kalau anak lagi bobo siang.

Untuk body scrub dengan isi 250 ml, kemasan produk ini memang cukup besar sih. Tapi tutupnya rapat dan aman untuk dibawa bepergian kalau nanti pandemi udah berakhir. 


Tekstur

Scarlett Whitening


Body scrub varian ini cenderung berwarna cokelat seperti kopi pada umumnya. Jika digosokkan perlahan pada kulit akan terasa scrub yang emang enak dan halus di kulit.


Cara Pemakaian

Cara pemakaian nya sendiri sama seperti produk body scrub lainnya. Gunakan produknya ke seluruh tubuh lalu diamkan 3 menit sebelum dibilas dengan air bersih. 


Untuk pastinya, mak emak di rumah juga bisa membaca keterangan produk yang ada di kemasan. Kalau saya sendiri emang hobi pakai body scrub tiap lagi weekend. Enak banget lah menikmati hari Minggu dengan luluran pakai body scrob kopi terus dilanjut mandi air hangat.


Pesan Kesan Setelah Pemakaian

Produk ini mengklaim memiliki manfaat meningkatkan kelembapan kulit, meregenerasi, membantu pembentukan kolagen, serta mencerahkan dan meratakan warna kulit. 


Untuk hasilnya sendiri mungkin nggak akan langsung terlihat ya. Tapi efek pasti yang langsung saya rasakan adalah kulit jadi lembut dan wanginya itu loo,enak banget.


2. Scarlet Whitening Shower Gel Coffee

Selain body butter, shower gelnya juga tersedia dalam varian coffee. Aih, mantep jiwa lah, habis pakai body scrub, lanjut mandi pakai shower gel kopi. 

Scarlett Whitening


Kemasan

Kemasan shower gel ini cenderung sedikit berbeda dengan produk sabun cair lainya. Ada tutup flip top yang membuatnya begitu ringkas untuk dibawa dan dimasukkan ke dalam tas.


Selain itu, sama seperti produk body scrub, terdapat stiker hologram yang menunjukkan keaslian produk serta QR code. 


QR code yang terletak di dekat stiker hologram akan tersambung ke websitenya Scarlett Whitening untuk menunjukkan orisinalitas produk. Sedangkan QR code yang satunya akan menunjukkan bahwa produk ini sudah terdaftar di BPOM. 



Tekstur

Scarlett Whitening


Shower gel varian coffee berwarna cokelat dengan buliran scrub. Saya jarang sih nemu produk sabun cair yang ada scrubnya. Mungkin manfaatnya untuk memaksimalkan fungsi membersihkan tubuh. 


Cara Pemakaian

Cara pemakaian shower gel semudah sabun pada umumnya kok. Cukup basahi tubuh lalu usap sabun ke seluruh tubuh. Terakhir, bilas dengan air.


Pesan Kesan Setelah Pemakaian

Shower gel varian coffee dari Scarlett Whitening punya bau yang serupa sama body scrub yang sudah saya ulas di atas. Jadi ya saya memang rekomen untuk memakai body scrub varian coffee dipadukan dengan shower gel dengan jenis yang sama. Hasilnya tentu akan membuat aroma kopinya jadi manteb jiwaa.


3. Scarlett Whitening Body Lotion

Seri produk bodycare tentu mesti ditutup dengan body lotion. Mak emak di rumah bisa gugling varian body lotion Scarlett Whitening yang buanyaak, langsung di websitenya. Di kesempatan ini saya ingin mereview produk body lotion dengan varian Jolly.


scarlett whitening
 


Kemasan

Kemasan body lotion dari Scarlett Whitening terbilang cukup unik sih. Dengan adanya extra safety lock, produk ini bisa dibawa dengan aman di dalam tas. Kemasannya juga gak terlalu besar untuk ukuran 300 ml. 


Seperti produk Scarlett Whitening yang lain, terdapat stiker hologram serta QR code untuk menunjukkan keaslian produk. 


QR code yang terletak di dekat stiker hologram akan tersambung ke websitenya Scarlet Whitening untuk menunjukkan orisinalitas produk. Sedangkan QR code yang satunya akan menunjukkan bahwa produk ini sudah terdaftar di BPOM. 


Tekstur

scarlett whitening body lotion


Body lotion varian Jolly cenderung berwarna peach, pink kalem yang malu-malu. Kalau untuk urusan tekstur sih, produk ini lumayan kece. Lotionnya mudah menyerap dan gak membuat kulit jadi berminyak. Untuk aku yang emang gak suka sama lotion yang membuat kulit jadi licin setelah pemakaian, produk ini emang udah cocok.


Cara Pemakaian

Untuk cara pemakaian sih biasa aja. Cukup usap ke seluruh tubuh tiap pagi dan malam hari. Tapi kalau untuk aku sendiri paling suka pakai setelah mandi. Berasa cantik aja kalau habis mandi langsung pakai lotion.


Pesan Kesan Setelah Pemakaian

Hal yang paling mencolok dari produk Scarlett Whitening body lotion adalah kemampuan untuk meresap ke dalam kulit. Biasanya kan body lotion cenderung membuat kulit jadi licin dan berminyak, sedangkan ini sama sekali tidak. Cocoklah untuk jenis kulit yang sering lempab dan berminyak. 


Foto after before setelah pemakaian body lotion bisa dilihat di atas. Meskipun tidak terlalu jelas perbedaanya, tangan kiri saya setelah pemakaian sekali terlihat lebih cerah (meski sedikit), lebih halus dan wangi.


Khusus untuk wanginya, varian Jolly ini cukup istimewa, mirip-miriplah sama wangi Yves Saint Laurent Black Opium Eau De Parfume


Efek dari produk yang sudah aku ulas di sini mungkin saja tidak akan sama, tergantung dari jenis kulit dan lainnya. Tapi secara keseluruhan, produk body care dari Scarlet Whitening cocok dengan kulit aku yang mungkin bisa dibilang cenderung normal. 


Body Scrub, Shower Scrub, dan Body Lotion yang sudah saya review ini mengandung glutathione, vitamin E, niacinamide, dan kojic acid yang punya fungsi untuk mencerahkan, melembabkan, dan menutrisi kulit.


Selain aman dan sudah terdaftar di BPOM, semua produk ini not tested on animals, harga produk satuannya 75.000, dan ada harga paket hemat dengan 5 item harganya 300.000 (dapet box exclusive+free gift).


Untuk yang suka belanja online, produk Scarlet Whitening bisa dibeli di aplikasi Shopee dengan akun Scarlett_whitening. Produknya dipaket dengan bubble wrap sehingga aman dan gak rusak selama di perjalanan. Selamat mencoba.


0

Sebagai drama lawas, Weightlifting Fairy Kim Bok Joo termasuk salah satu drakor paling apik di dalam hati saya. Ceritanya yang hangat dengan bumbu konflik khas ala remaja pradewasa membuat karakter di dalamnya berkembang dalam suasana yang menyenangkan.

Cerita Singkat Weightlifting Fairy Kim Bok Joo

Weightlifting Fairy Kim Bok Joo

Tokoh utama drama ini bernama Kim Bok Joo, seorang atlet angkat besi yang diperankan oleh  Lee Sung Kyung. Dari awal drakor ini memang sudah kental dengan suasana ceria dan lucu. 

Di episode awal kita akan disuguhi oleh kondisi di mana Kim Bok Joo adalah teman masa kecil dari tokoh Jung Joon Hyung, seorang atlet renang yang guanteng pol. 


Di kampus yang penuh dengan atlet olahraga ini, semua mahasiswa tentu sangat bersemangat untuk bisa masuk tim olimpiade. Nah, Jung Joon Hyung tampaknya memiliki sebuah trauma di masa lalu sehingga ia selalu mengalami gangguan pendengaran setiap kali memulai start untuk perlombaan renang.


Sedangkan Kim Bok Joo sendiri mengalami konflik cinta pertama kepada dokter diet. Konflik kedua tokoh ini disajikan dengan berbagai jokes asyik yang gak akan membuat penontonnya bosan.


Konflik Pelik di Drama Weightlifting Fairy Kim Bok Joo

Weightlifting Fairy Kim Bok Joo

Meskipun jokes di dalam ini bertaburan bagai bintang, tentunya tetap ada konflik utama yang membuat karakternya tumbuh dan berakhir bahagia di akhir cerita.

Tokoh yang punya masalah cukup pelik sebenarnya adalah Jung Joon Hyung. Ia adalah seorang anak yang diadopsi. Ibu aslinya pergi ke Amerika untuk menikah lagi. Ada semacam ketidaknyamanan yang ia rasakan karena keluarga sepupu yang merawatnya berlaku sangat baik. 


Apalagi, ketika ibu aslinya datang dari Amerika ke Korea ternyata untuk meminjam uang, bukan untuk bertemu dengan dirinya. Jung Joon Hyung marah sekali dan merasa sangat malu pada keluarga yang merawat dirinya. 


Untuk karakter Kim Bok Joo, masalahnya ada di pertempuran batin saat menghadapi kejuaraan angkat beban. Ia merasa galau karena jatuh cinta pada seorang dokter diet ketika ia sendiri sedang harus meningkatkan berat badan untuk kejuaraan. 


Kisah Cinta yang Tak Biasa


Mungkin ketika kalian sedang membaca review drama ini akan berasumsi bahwa drama ini akan terasa biasa saja. BIG NO.


Buat aku, Weightlifting Fairy KIm Bok Joo adalah salah satu drama yang amat apik, lucu, dan menarik karena berhasil membuat kisah cintanya terasa sangat manis. 


Kisah persahabatan Kim Bok Joo dan Jung Joon Hyung terasa begitu romantis dengan bumbu lucu-lucuan yang gak ada habisnya. Ini ya aku tunjukkan potongan adegan yang aku suka. 





Ending Drama yang Oke

Weightlifting Fairy Kim Bok Joo
(spoiler alert)

Seperti kebanyakan drama korea lainnya, Weightlifting Fairy Kim Bok Joo juga memiliki ending yang happy. Kisah cinta dua karakter utamanya berhasil mencapai goal, memenangkan kejuaraan dunia, sampai dengan kisah keluarga Jung Joon Hyung yang kembali utuh.


Rasa-rasanya happy ending begini emang cocok kok disematkan di drama ini. Pasalnya dari awal mereka memang sudah berjuang dan genre dari cerita ini emang ringan, ceria, dan enggak dark. So, selamat ya Kim Bok Joo dan Jung Joon Hyung.


Baca juga: 4 Drama Korea Bertema Gumiho, Mana Favoritmu?



0

Labels