Menu

The Medium: Kutukan Letal Lintas Generasi Keluarga dukun di Thailand

Yuhuuu, para penggemar horor pastilah sudah tahu tentang The Medium, sebuah film yang mengangkat tentang praktik perdukunan di Thailand.

Dengan sudut pandang seolah-olah sedang melakukan film dokumenter, The medium mengungkit sebuah horor tersembunyi akibat dari karma masa lalu yang digabung dengan kepercayaan lokal di Thailand.

Cerita Singkat The Medium

the medium

Well, kisah ini diawali dengan wawancara seorang kameramen ke dukun bernama Nim yang mengaku sudah dirasuki arwah baik yang ia sebut Ba Yan. Ia kerap melakukan pemujaan dan persembahan sesajen untuk patung Ba Yan tersebut. 


Karena sering dirasuki arwah Ba Yan, Nim jadi bisa melakukan beberapa aktivitas spiritual seperti menyembuhkan orang sakit atau melakukan peramalan masa depan terhadap kliennya yang datang. 


Pokoknya, status dukun baru bisa disematkan terhadap seseorang  kalau sudah punya arwah yang suka ngerasukin gini. Jadi, title dukun nggak bisa sembarangan, harus jadi pilihan para arwah terlebih dahulu untuk jadi medium tempat bersemayam mereka. Begitulah kepercayan yang berkembang di Thailand. 


Masalah datang ketika salah satu ponakan Nim ternyata memiliki gejala seperti dirinya dulu saat Ba Yan hendak bersemayam di tubuhnya. Ponakan Nim yang bernama Mink kerap bertingkah laku yang nggak sesuai dengan wataknya sendiri. Terkadang, ia juga marah-marah tanpa alasan yang jelas. Kemudian, ciri yang paling jelas adalah ia mengalami menstruasi tanpa henti. Serem, ya? 


Masalah Mink dan Kisah Akhir The Medium

the medium

Mink memang akan makin menggila. Nim kesulitan untuk membantu Mink karena ia menduga bahwa arwah yang merasuki Mink adalah arwah jahat yang kemungkinan akan membawa dampak buruk untuk Mink dan keluarganya. 


Tingkah laku Mink makin aneh dan mendekati ending Mink benar-benar makin mirip sama monster ketimbang sama manusia. Ia buang air sembarangan, menolak makan, dan melakukan hal aneh seperti makan daging anjing peliharaannya sendiri. 


Ending The Medium


Ending The Medium memang nggak bahagia, seperti semua ending film seram lainnya. Semua pihak yang terkait dengan keluarga Nim ternyata memiliki karma lama yang membuat Mink jadi seperti ini.  


Intinya adalah semua hal yang berkaitan dengan film ini akan mati, termasuk kameramennya. Kasihan kan?


Hikmah dari The Medium

the medium

Entah ya, apa hikmah yang bisa dipetik kalau semuanya mati dan monster hantu yang berkuasa? Rasa-rasanya karma mungkin memang ada. Tetapi, kalau sampai lintas generasi rasanya seram juga.


Mungkin kalau dihubungkan dengan perubahan iklim, karma karena keluarga memang ada. "Karena dulu nenek moyangku nggak mau zero waste dan membuang limbah plastik secara serampangan, kondisi lingkungan jadi nggak oke, dan sekarang akibatnya bumi memanas dan es kutub mencair. "


Begitulah ilustrasinya. 


Wkwk, The Medium emang nggak ada sangkut pautnya sih sama perubahan iklim, tapi begitulah kira-kira analogi dari karma lintas generasi.


Karma memang seram sih. Bayangkan saja, keris Mpu Gandring bisa membunuh 7 turunan dari Ken Arok. Apalagi kutukan dari arwah. So, hati-hatilah sama karma.


Hati-hati juga kalau lagi cuci piring sendirian di dapur. Mungkin kamu nggak lagi sendiri.


Baca juga: Novel Breaking Dawn, Cinta-cintaan Bucin Bella Swan dan Edward Cullen



No comments:

Post a Comment

Labels