Menu

Squid Game, Drama Survival Sadis ala Korea Selatan

Yooo, aku yakin sih kebanyakan penggemar drama korea pasti udah nonton Squid game.Gimana, puas gak sama ceritanya?

Jujur, untuk ukuran thriller, ini termasuk soft-medium kali, yak. Khas drakor, kekejaman di dalam drama Squid Game gak terlalu sadis, gak kayak drama barat yang emang kadang ga punya hati kalau udah ngulas cerita thriller. Film jahat kayak The Saw atau Final Destination kan ngerik banget, bukan jenis film yang bisa dinikmati sambil makan camilan.


Isi Drama Squid Game

squid game

Buat yang belum nonton, drama Squid Game menceritakan sebuah permainan yang diadakan oleh orang-orang kaya kepada orang miskin untuk mendapatkan hadiah dengan jumlah uang fantastis. 


Permainan yang dimainkan juga sederhana, hanya permainan anak-anak. Cuman… jika peserta kalah maka harus rela dibunuh oleh panitia yang berbaju merah itu loh. 


Si tokoh utama tentu menjadi representatif orang miskin yang gak punya kerjaan dan menumpang sama orang tua. Ia punya banyak hutang dan mesti menanggung beban rasa malu karena nggak bisa membiayai anak dan mantan istrinya yang kini sudah memiliki keluarga baru. 


Karenanya, ia begitu membutuhkan uang sampai harus menukarnya dengan nyawa sendiri. Peserta lain juga memiliki problematika yang kurang lebih sama. Ada Ali, seorang imigran yang mesti bertahan hidup di Korea dan bekerja tanpa digaji oleh atasannya. 


Ada juga peserta yang berasal dari Korea Utara, kesulitan uang dan kesulitan untuk beradaptasi di Korea Selatan. Yah, intinya semua peserta tentu memiliki masalah keuangan yang begitu rumit sampai harus menggadaikan diri untuk uang.


Kelebihan Drama Squid Game

squid game


Ada begitu banyak drama survival sebelum Squid Game, misalnya Hunger Games, Alice in The Borderline, dan lainnya. Yang ngebuat drama ini kece mungkin adalah tokoh utama yang humanis serta kesederhanaan permainan yang digunakan dalam game survival ini. 


Misalnya saja di permainan pertama Squid Game menggunakan permainan anak-anak Lampu Merah Lampu Hijau untuk melakukan seleksi pada semua peserta yang ikut.


Peraturannya sederhana. Si robot pendeteksi gerakan akan menutup mata, di mana saat ini peserta boleh bergerak menuju garis finish. Ketika robot membuka mata, giliran peserta yang harus diam. Kalau sampai bergerak langsung menuju akhirat. Gampang, kan? 


Membongkar Plot Drama Squid Game

squid game

Drama Squid Game sebenarnya diinisiasi oleh orang-orang kaya yang kelebihan uang sehingga merasa begitu bosan. Orang kaya mah emang gitu, suka punya hobi yang aneh-aneh. 


Karenanya mereka membangin sebuah grup permanian mematikan ini kemudian mengiming-imingi orang yang membutuhkan untuk mempertaruhkan nyawanya. Di sini, para orang kaya akan menikmati jalannya permainan seperti sebuah pertunjukan. Mereka bertaruh, tertawa, dan saling mengejek, serta menyemangati peserta jagoan mereka masing-masing.


Ada plot tambahan dalam drama ini yakni kehadiran seorang konglomerat untuk ikut main di dalamnya (penjelasan tentang tokoh ini gak akan saya jabarkan, langsung tonton sendiri aja ya). Ada juga kolusi para panitia berbaju merah untuk mendulang keuntungan dengan menjual organ para peserta yang sudah jadi mayat. 


Selain kedua tambahan di atas, ada juga satu cerita di mana ada polisi yang kebetulan berhasil menyusup ke dalam permainan ini karena tergerak mencari kakaknya yang hilang. Jadi, selain cerita utama, ada tambahan cerita sampingan yang juga sama-sama seru.


Hikmah Cerita Squid Game

squid game

Apa, ya? Hikmah dari cerita ini adalah uang memang tidak bisa membeli segalanya, tapi segalanya bisa dibeli pakai uang (apa sih?).


Wkwk, hikmahnya adalah semua yang berlebihan pasti akan terasa nggak enak. Terlalu kaya ya enggak enak (masa sih nggak enak?), terlalu miskin juga pasti nggak enak.


Ya, sudahlah soal Squid Game. Saya mau beli Sunlight dulu, mau cuci piring.


Baca juga: Hospital Playlist 2, Ketika Semua Member Kini Sudah Dapat Jodoh


  


No comments:

Post a Comment

Labels