Menu

Belakangan ini saya lagi menggandrungi buku lawas tentang kisah cinta beda ras: novel Breaking Dawn. Padahal waktu nonton filmya di masa kuliah, saya gak gitu interest. Kisahnya juga gak gitu membekas di dalam pikiran dan cuma jadi angin lalu kayak mantan-mantan yang udah lewat (wkwk, canda). 

Tapi setelah nemu novelnya di aplikasi Gramedia Digital kok saya malah jadi ketagihan. Mungkin membaca kisah fiksi tentang vampire bucin buat mak-emak bisa jadi angin segar yang membuat flatnya realitas jadi kerasa lebih indah. So, inilah sedikit resensi novel Breaking Dawn.


Kisah Singkat Novel Breaking Dawn

novel breaking dawn

Judul: Breaking Dawn

Penulis: Stephenie Meyer

Penerbit: Gramedia

Jumlah Halaman: 864

Tahun Terbit: Oktober 2020 Cetakan Kedelapan


Sama seperti filmnya, novel ini bercerita tentang Edward Cullen yang sedang galau pakai banget. Bella sedang hamil anak vampire yang kemungkinan besar akan membuat dirinya celaka, bahkan bisa mati. 


Karenanya, ia berusaha untuk membujuk Bella agar mau aborsi. Bahkan, Edward juga mengajak Jacob, si manusia serigala untuk ikut membujuk Bella. Tapi, tentu saja Bella menolak.


Kehamilan Bella membesar dengan cepat. Ia terus menerus muntah dan badannya kurus seperti orang sekarat yang sudah mau mati. Menjelang melahirkan, Bella mengalami patah tulang belakang. Pokoknya, di titik ini Bella sengsara banget lah.


Setelah melahirkan, Bella dan Edward tentu masih memiliki problematika karena halaman bukunya masih banyaaak syekalii. 


Kali ini masalah datang dari Volturi. Buat yang belum tahu, keluarga Volturi adalah keluarga vampire tertua di dunia yang punya tugas untuk menegakan hukum ‘vampire’ agar keberadaan mereka tetap tersembunyi dan samar-samar. 


Karena ada bisikan dari seseorang, keluarga Volturi jadi mengetahui keberadaan Renesmee, anak dari Edward dan Bella. Menurut aturan Vampire, mereka dilarang untuk membuat anak vampire yang immortal. 


Yah, bayangkan saja dengan kekuatan vampire yang begitu besar dan mood anak-anak yang gak terkendali, bocil vampire bisa menghancurkan satu desa dengan mudah. Dengan begini, keberadaan vampire tidak akan lagi bisa disembunyikan. Berabe, bos! Karenanya, menciptakan vampire versi anak-anak hukumnya terlarang, gak boleh pakai banget.


Alur Novel Breaking Dawn: Carlisle Mulai Bergerak

novel breaking dawn
Karena ketidaktahuannya, keluarga Volturi menduga bahwa Renesmee adalah makhluk vampire anak-anak yang immortal, padahal kan enggak ya. Bella masih jadi manusia ketika renesmee tercipta, sehingga Bella dan Edward adalah orangtua sah Renesmee, si manusia setengah vampire. 


Demi melindungi anggota keluarga Cullen yang baru dan langsung diincar oleh Volturi, Carlisle dan Esme mulai mencari bantuan. Mereka berkeliling dunia untuk mencari vampire kerabat yang sekiranya mau bersaksi untuk keluarga Cullen. 


Ending Breaking Dawn dan Ending Kisah Bella Edward

novel breaking dawn

Well, seperti kebanyakan kisah cinta bucin, cerita vampire ini juga berakhir bahagia. Kisah cinta begini ternyata enak juga dinikmati buat bu ibu yang udah jenuh sama rutinitas. Enak aja gitu ngelihat ada kisah palsu tentang vampire yang cinta mati sama manusia yang bisa ia makan. 

Dualisme kebingungan seperti ini memang seru sih untuk dinanti. 


Bongkar Plot Bella-Edward dan Novel Sebelumnya

novel breaking dawn
Konflik utama dalam cerita ini adalah vampire yang entah mengapa menemukan cinta sejatinya pada manusia yang justru punya bau sangat menggiurkan. Lalu, cerita ini berkembang seiring waktu berjalan. 

Pada bukunya yang pertama, masalah datang dari vampire lain yang ingin memakan Bella. Pada akhirnya, si vampire ini berhasil dikalahkan., Di buku pertama ini jga dijelaskan betapa Edward sangat kebingungan untuk memutuskan apakah mau mencintai Bella atau meninggalkannya. 


Di buku kedua, masalah datang dari Edward. Dia merasa Bella seharusnya menjalani kehidupan layaknya manusia normal, yang dikelilingi manusia normal, dan gak perlu mempertaruhkan nyawanya di sekitar vampire. Karena alasan ini, Edward meninggalkan Bella. Bella patah hati dan uring-uringan. Edward pun menggila dan uring-uringan. Cocok.


Buku ketiga menceritakan bahwa Edward dan Bella kembali bersama. Mereka mendapat masalah dari Victoria, mantan pacar James, vampire di buku pertama yang ingin membunuh Bella lalu berakhir mati dibunuh Edward. Dia jelas berencana untuk balas dendam. 


Yah, begitulah kira-kira komplikasi cinta beda ras antara manusia dengan vampire. Ck, perjuangan cinta itu berat mak, mending cuci piring aja. Selamat menikmati novel Breaking Dawn.


0

Yooo, aku yakin sih kebanyakan penggemar drama korea pasti udah nonton Squid game.Gimana, puas gak sama ceritanya?

Jujur, untuk ukuran thriller, ini termasuk soft-medium kali, yak. Khas drakor, kekejaman di dalam drama Squid Game gak terlalu sadis, gak kayak drama barat yang emang kadang ga punya hati kalau udah ngulas cerita thriller. Film jahat kayak The Saw atau Final Destination kan ngerik banget, bukan jenis film yang bisa dinikmati sambil makan camilan.


Isi Drama Squid Game

squid game

Buat yang belum nonton, drama Squid Game menceritakan sebuah permainan yang diadakan oleh orang-orang kaya kepada orang miskin untuk mendapatkan hadiah dengan jumlah uang fantastis. 


Permainan yang dimainkan juga sederhana, hanya permainan anak-anak. Cuman… jika peserta kalah maka harus rela dibunuh oleh panitia yang berbaju merah itu loh. 


Si tokoh utama tentu menjadi representatif orang miskin yang gak punya kerjaan dan menumpang sama orang tua. Ia punya banyak hutang dan mesti menanggung beban rasa malu karena nggak bisa membiayai anak dan mantan istrinya yang kini sudah memiliki keluarga baru. 


Karenanya, ia begitu membutuhkan uang sampai harus menukarnya dengan nyawa sendiri. Peserta lain juga memiliki problematika yang kurang lebih sama. Ada Ali, seorang imigran yang mesti bertahan hidup di Korea dan bekerja tanpa digaji oleh atasannya. 


Ada juga peserta yang berasal dari Korea Utara, kesulitan uang dan kesulitan untuk beradaptasi di Korea Selatan. Yah, intinya semua peserta tentu memiliki masalah keuangan yang begitu rumit sampai harus menggadaikan diri untuk uang.


Kelebihan Drama Squid Game

squid game


Ada begitu banyak drama survival sebelum Squid Game, misalnya Hunger Games, Alice in The Borderline, dan lainnya. Yang ngebuat drama ini kece mungkin adalah tokoh utama yang humanis serta kesederhanaan permainan yang digunakan dalam game survival ini. 


Misalnya saja di permainan pertama Squid Game menggunakan permainan anak-anak Lampu Merah Lampu Hijau untuk melakukan seleksi pada semua peserta yang ikut.


Peraturannya sederhana. Si robot pendeteksi gerakan akan menutup mata, di mana saat ini peserta boleh bergerak menuju garis finish. Ketika robot membuka mata, giliran peserta yang harus diam. Kalau sampai bergerak langsung menuju akhirat. Gampang, kan? 


Membongkar Plot Drama Squid Game

squid game

Drama Squid Game sebenarnya diinisiasi oleh orang-orang kaya yang kelebihan uang sehingga merasa begitu bosan. Orang kaya mah emang gitu, suka punya hobi yang aneh-aneh. 


Karenanya mereka membangin sebuah grup permanian mematikan ini kemudian mengiming-imingi orang yang membutuhkan untuk mempertaruhkan nyawanya. Di sini, para orang kaya akan menikmati jalannya permainan seperti sebuah pertunjukan. Mereka bertaruh, tertawa, dan saling mengejek, serta menyemangati peserta jagoan mereka masing-masing.


Ada plot tambahan dalam drama ini yakni kehadiran seorang konglomerat untuk ikut main di dalamnya (penjelasan tentang tokoh ini gak akan saya jabarkan, langsung tonton sendiri aja ya). Ada juga kolusi para panitia berbaju merah untuk mendulang keuntungan dengan menjual organ para peserta yang sudah jadi mayat. 


Selain kedua tambahan di atas, ada juga satu cerita di mana ada polisi yang kebetulan berhasil menyusup ke dalam permainan ini karena tergerak mencari kakaknya yang hilang. Jadi, selain cerita utama, ada tambahan cerita sampingan yang juga sama-sama seru.


Hikmah Cerita Squid Game

squid game

Apa, ya? Hikmah dari cerita ini adalah uang memang tidak bisa membeli segalanya, tapi segalanya bisa dibeli pakai uang (apa sih?).


Wkwk, hikmahnya adalah semua yang berlebihan pasti akan terasa nggak enak. Terlalu kaya ya enggak enak (masa sih nggak enak?), terlalu miskin juga pasti nggak enak.


Ya, sudahlah soal Squid Game. Saya mau beli Sunlight dulu, mau cuci piring.


Baca juga: Hospital Playlist 2, Ketika Semua Member Kini Sudah Dapat Jodoh


  


0

Ngerasa gak kalau belakangan ini promosi Scarlett whitening lagi banyak banget? Nah, dari video reelnya Raditya Dika saya mengetahui adanya produk skincare dari Scarlett Whitening. 

Karena nonton video lucu dari Raditya Dika pula, saya jadi tertarik untuk mencoba produk dari Scarlett Whitening. Simak di sini reviewnya. 


Skincare Scarlett Whitening

skincare Scarlett Whitening


Walaupun terbilang baru, skincare dari merek ini punya produk yang cukup komplit. Mulai dari moisturizernya, facial foam, sampai serum dan tonernya pun sudah tersedia. Serinya juga tersedia dalam dua jenis yakni:

  1. Acne Series untuk membantu meredakan peradangan jerawat dan menyembuhkan jerawat. (produk kemasan berwarna ungu)

  2. Brightly series untuk meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, membantu mencerahkan kulit dan memudarkan bekas bekas jerawat. (produk kemasan berwarna pink)


Karena gak jerawatan, saya memilih untuk menjajal produk yang Brightly series. 


Scarlett Whitening Brightening Facial

skincare Scarlett Whitening
Untuk produk sabun cuci muka, Scarlett Whitening Brightening Facial Foam memang cute banget sih. Kesan warna pink dengan rose petal di dalamnya membuat sabun ini jadi makin terlihat cantik. Uooo sekalii lah.

Setelah dipakai, sabun muka ini juga gak ngebuat muka jadi kering. Teksturnya ringan dan ada wangi samar yang membuat proses mencuci muka jadi terasa menyenangkan. 


Kalau dilihat dari informasi produknya, berikut ini adalah beberapa klaim yang disebutkan:


1. Membantu membersihkan kulit wajah.
2. Meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit wajah.
3. Memberikan perlindungan dari radikal bebas dan polusi udara.
4. Membantu mengatasi peradangan dan kemerahan pada wajah.
5. Memberi efek relaksasi (menenangkan) kulit wajah.
6. Mengembalikkan kesegaran kulit wajah.

Setelah saya pakai dan rasakan sendiri, memang wajah terasa segar namun tidak membuat jadi kering. Okelah untuk jenis kulit kombinasi seperti saya. 


Facial foam dari Scarlett Whitening ini mengandung Glutathione, vitamin E untuk mengatasi peradangan dan menenangkan kulit, rose petals, dan aloe vera. 


Scarlett Whitening Brightly Essence Toner

skincare Scarlett Whitening

Produk selanjutnya adalah Brightly Essence Toner. Dilihat dari namanya aja pasti udah ketebak kan ya kalau ini adalah perpaduan antara toner sama essence. 


Dari informasi produknya, Brightly Essence Toner ini mengandung:


1. Vitamin C meningkatkan produksi kolagen
2. Glutathione mencerahkan kulit
3. Witch Hazel Extract membantu meredakan peradangan dan mengencangkan pori-pori
4. Jeju Propolis Extract meregenerasi kulit untuk membantu membuat tekstur kulit lebih halus dan kenyal
5. Allantoin melembabkan, menenangkan, dan sifat anti-iritasi
6. Niacinamide membantu meminimalkan pori-pori yang membesar
7. Grape Water melembabkan, menenangkan dan menyegarkan kulit

Pengalaman saya selama pakai produk ini adalah rasa lembap yang nyaman di kulit. Kulit saya kan cenderung kombinasi, di mana bagian dahi dan hidung kadang terasa berminyak kalau pakai produk skin care yang kurang cocok.


Tetapi, Brightly Essence Toner ini tidak membuat wajah saya, terutama hidung dan dahi, jadi berminyak dan berat. Oke sih.


Brightly Ever After Serum

skincare Scarlett Whitening


Serum Brightly Ever After dari Scarlett Whitening punya tekstur yang tentu lebih kental dari produk tonernya. Setelah saya pakai selama beberapa hari, wajah memang terasa lebih cerah. Serumya juga cepat menyerap di kulit. Efektif juga membuat kulit lebih kenyal. Oke lah.


Berdasarkan informasi produk, Brightly Ever After Serum ini mengandung lavender water, phyto whitening, niacinamide, glutathione, dan vitamin C.


Dari informasi produk, Brightly Ever After Serum ini memiliki manfaat :


1. Meningkatkan aktivitas sirkulasi darah dan menghaluskan kulit wajah.
2. Membantu mencerahkan kulit wajah.
3. Melembabkan dan membantu menyamarkan noda bekas jerawat.
4. Meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit wajah.
5. Mencegah dan melindungi kerusakan sel dan jaringan kulit akibat paparan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini pada kulit.

Dari pengalaman saya sendiri setelah memakai serum ini beberapa hari adalah adanya sensasi plumpy yang cukup terasa. Karena kelembapan yang terjaga sehingga elastisitas kulit wajah juga jadi meningkat.  


Brightly Ever After Cream Day dan Night

skincare Scarlett Whitening

skincare Scarlett Whitening


Moisturizer memang punya manfaat yang penting untuk kulit wajah. Kalau kelembapannya gak dijaga dengan baik kulit wajah bisa terlihat kusam dan kering. Karenanya, saya cukup rutin untuk selalu pakai krim moisturizer. 


Produk brightly ever after cream dari Scarlett Whitening punya tekstur yang cukup kental, baik yang night maupun yang day cream. Tetapi, kalau keduanya dibandingkan, night cream cenderung lebih kental dibandingkan yang day cream.


Warna kirimnya sendiri adalah putih. Biasanya, saya rutin pakai krim ini sebelum tidur saat malam hari dan sebelum pakai bedak atau sunscreen saat pagi hari. Teksturnya yang cepat menyerap di kulit membuat kegiatan skin care routine saya jadi mudah untuk dilakukan.


Dari info produknya, krim moisturizer ini mengandung rainbow algae, green caviar, niacinamide, triceramide, rosehip oil, hexapeptide-8, aqua peptide glow, glutathione, dan poreaway.


Manfaat dari produk day dan night cream dari Brightly Ever After Scarlett Whitening adalah sebagai berikut:


1. Meningkatkan kecerahan dan mengatasi hiperpigmentasi.
2. Sebagai antioksidan membuat kulit tampak lebih cerah.
3. Membantu mengencangkan pori-pori kulit wajah.
4. Membantu menghambat penuaan dan kerutan di wajah.
5. Membantu kulit melawan dehidrasi kulit wajah.


Skin Care Routine
skincare Scarlett Whitening

Me time dengan  merawat diri emang nagih banget sih buat dilakukan. Saya pun begitu. Tiap kali lelah pulang kerja, hal yang menyenangkan untuk dilakukan sendiri adalah cuci muka, pakai pelembap, lalu pakai masker wajah. Inilah skin care routine ala yang biasa dilakukan sehari-hari.


Cuci Muka


Cuci muka emang jadi kegiatan wajib di pagi hari sebelum beraktivitas dan sebelum berangkat tidur. Gunakan Scarlett Whitening Brightening Facial Foam sambil memijat wajah perlahan. 


Pakai Toner dan Serum


Setelah mencuci wajah, toner jadi langkah selanjutnya untuk menghidrasi kulit wajah. setelah tonernya menyerap di kulit wajah, serum menjadi langkah selanjutnya untuk diaplikasikan. 


Cukup dengan beberapa tetes menggunakan pipet yang ada di kemasan produk, saya memijat pelan serum agar merata dan cepat terserap di permukaan wajah.


Mengoleskan Cream Wajah


Step terakhir adalah penggunaan krim moisturizer agar kelembapan terkunci sempurna di wajah. Selesai.


Semua produk skincare dari Scarlett Whitening teruji bebas merkuri dan hydroquinon, terdaftar di BPOM, dan bisa dibeli di link berikut ini. Selamat mencoba.



sumber gambar:

foto pribadi dan freepik





0

Labels