Menu

Novel Leaving Time: Ketika Hewan Bisa Lebih Manusiawi ketimbang Manusianya

Leaving time jejak waktu Jodi Picoult


Judul buku: Leaving time
Penulis: Jodi picoult
Penerbit: Gramedia pustaka utama
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 512

Buku ini sebenarnya nggak wah-wah amat, dia lebih ke unik dalam arti yang baik. Saya juga nggak bisa menentukan apa sebenarnya genre buku macam ini, yang mengusung detektif-detektifan, tapi memuat banyak sekali informasi seputar gajah (hal yang membuat buku ini jadi semi kanal tv nasional geographic wild). Endingnya malah lebih absurd lagi. Absurd dalam arti yang bagus tentunya. 

Hak yang saya sukai dari buku ini adalah keunikan dari cerita ending-nya. Asem sih. Berasa ditipu dari awal pas baca kisah akhirnya. Tapi, buku ini sebenarnya cukup membosankan. Apalagi konten gajahnya menurut saya terlalu overload. Untuk saya yang lebih suka menikmati drama dan naik turun konflik cerita, penulis terlalu banyak menyelipkan jurnal penelitian soal gajah, cara parentingnya induk gajah, sampai soal bagaimana mereka berkembang biak di saat remaja dan penuh dengan hormon yang bergejolak.

Buku ini disajikan dengan sudut pandang bergantian. Jadi ya mesti aware sama judul tiap babnya biar nggak kebingungan kayak saya pas awal mulai membaca.

Sinopsis

Buku ini diawali oleh narasi dari Jenna yang menceritakan soal jurnal ibunya, Alice. Jurnal itu berisi pengamatan ibunya pada komunitas gajah. Yap, Alice adalah ilmuwan gajah yang ingin menulis pembuktian adanya emosi rasa duka pada gajah.

Jadi emang dari awal jurnal penelitian inilah yang menyeret emosi pembaca. Di dalam jurnal itu banyak sekali catatan soal bagaimana gajah mengatasi rasa duka kehilangan anggota keluarga dalam perjalanan.

Juga ada cerita soal bagaimana seorang ibu gajah melihat anaknya mati di tangan pemburu dan rasa sedihnya begitu mendalam.

Juga ada kisah soal komunitas gajah yang memberikan penghormatan pada bangkai gajah lainnya di tengah perjalanan.

Saya jadi ketagihan gajah gara-gara buku ini. Kalau isi jurnal gajah yang ada dalam buku ini memang benar (dan saya rasa memang benar sesuai fakta), maka rasanya gajah udah mirip banget sama manusia: bisa merasa, bisa berpikir, dan bisa berduka.

Eh, saya jadi ngelantur. Kembali ke Jenna. Sebagai anak Alice yang ditinggal pergi begitu saja oleh ibunya tanpa alasan yang jelas, ia jadi penasaran.

Setelah umurnya menginjak 13 tahun, saat liburan musim panas, ia melakukan penyelidikan serius tentang bagaimana mengungkapkan kasus ibunya menghilang.

Pada saat Alice menghilang, ada satu kasus di mana satu nyawa melayang karena tidak sengaja terinjak gajah. Itu jadi kasus yang besar, dan akhirnya melenyapkan keberadaan suaka tersebut di tengah pemukiman kota.

Setelah nyawa tersebut diidentifikasi, keesokan harinya Alice ditemukan terluka di dalam salah satu kandang gajah-gajah tersebut.

Alice dibawa ke rumah sakit, lalu setelah sembuh, ia langsung menghilang tanpa sempat membuat pernyataan seputar kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Thomas, ayah Jenna, menjadi gila dalam semalam. Sisanya, staf bernama Gideon yang langsung pergi setelah menyelamatkan gajah suaka tersebut ke penangkaran lainnya.

Kasus itu menjadi misteri.

Dibayangi rasa putus asa, jenna akhirnya melakukan kunjungan pada salah satu cenayang yang dulu pernah terkenal, Serenity namanya. Melalui Serenity, petualangan mereka dimulai untuk kembali menyusuri sisa-sisa bukti dari kasus sepuluh tahun yang lalu.

Anggota Geng Jenna

Selama melakukan penyelidikan kasus, Jenna ditemani cenayang dan seorang polisi. Polisi ini dulunya menangani kasus Alice namun tidak melakukan penyelidikan secara tuntas. Dibayangi rasa bersalahnya, Virgil, si polisi ini menerima permintaan kasus dari Jenna untuk kembali mengorek luma lamanya.

Ending yang Rese

Haha, buat yang benci sama spoiler saya sarankan untuk nggak baca bab ini. 

Saya benci sih sama endingnya. Saya berasa ditipu mentah-mentah sama penulis, meski sebenarnya ia sudah memberikan berbagai petunjuk yang entah kenapa yang nggak saya berhasil pahami.

Jadi, yah, jadinya semua penyelidikan ini dilakukan oleh segerombolan hantu. Jenna sudah mati. Neneknya sudah mati. Virgil sudah mati. Gideon sudah mati. Manusia yang jadi saksi pencarian kasus ini ya hanya Serenity,  yang punya kemampuan melihat hantu. Dan, ternyata ia pun tidak sadar bahwa teman-temannya adalah hantu. 

Asem sekali!

Kasus ini memang punya cerita yang menyedihkan. Semua orang yang ada di dalam suaka sudah mati. End. 

Kalau dipikir-pikir, memang pantas sih kalau semuanya mati. Soalnya, pembunuhan dalam suaka diakibatkan perselingkuhan Alice dengan Gideon. Mengapa Alice selingkuh? Mengapa Jenna mati di dalam suaka? Bagaimana mayatnya Jenna bisa tidak ditemukan setelah kasusnya terkubur sepuluh tahun? 

Jawabannya, silakan cari di novelnya sendiri yah. Saya mau cuci piring dulu.

No comments:

Post a Comment

Labels