Menu

3 Drama Korea Adaptasi Manga Favorit Saya



drama korea adaptasi manga city hunter playful kiss boys before flowers
sumber ilustrasi: freepik.com

Sudah lumrah banget ya kalau drama Korea sering meremake cerita dari novel, Webtoon, dan manga. Beberapa drakor ada yang berhasil banget, bahkan melebihi ketenaran karya aslinya, namun ada juga yang gagal total.

Berikut ini saya sajikan tiga drama Korea  hasil remake dari manga yang menurut saya lumayan berhasil.


Boys Before Flowers

boys before flowers drama remake manga lee min ho
sumber gambar: tribunnews.com

Drakor BBF ini merupakan remake dari manga Hana Yori Dango yang rilis tahun 1992. Duh, lawas banget yak. Tahun segitu saya masih berupa mahluk yang cuman bisa minta nenen, menangis, dan buang air, belum bisa ngebucin sama aktor ganteng dari Korea. 

Boys before flower sempat tenar banget sekitar sepuluh tahun yang lalu, eh, mungkin tepatnya dua belas tahun yang lalu ketika saya masih berstatus dedek dedek gemes.

Lee Min Ho yang waktu itu belum seganteng sekarang, dipermak sampai rambutnya keriting, dan disetting untuk jadi anak orang kaya yang cacat akhlaknya.

Lalu, tokoh wanitanya adalah Go Hye Sun, merupakan anak orang miskin, namun pemberani dan punya akhlak yang baik. 

Konfliknya terjadi karena adanya cinta dengan perbedaan latar belakang ini. Mamak Lee Min Ho jelas menentang calon istri yang miskin dan tak punya backingan. Namun, Lee min Ho ngotot untuk mempertahankan cintanya bersama Go Hye Sun.

Endingnya berakhir suram. Ujung-ujungnya, Go Hye Sun menikah dengan Ahn Jae Hyun, bukannya Lee Min Ho.

Lee min Ho memang harus belajar, bahwasanya cinta yang rumit nggak perlu diperjuangkan. 


Playful Kiss

playful kiss kim hyun jung drama remake manga itazurana kiss

Mamak saya, iya, yang sekarang sudah sah jadi mbah-mbah, pernah ngebucin sama tokoh Kim Hyun Jung, yang jadi tokoh utama drama remake Playful Kiss.

Drama ini merupakan remake dari manga berjudul Itazurana Kiss. Meskipun cukup terkenal di Indonesia, drama Playful Kiss punya rating rendah di negeri asalnya sana.

Drama ini bercerita tentang seorang cowok jenius, yang dimainkan Kim Hyun Jung, yang ditaksir berat sama cewek bodoh di sekolah, yang diperankan oleh Park Jung Min.

Konflik dalam drama ini sebenarnya biasa-biasa aja. Namun, penyajian detailnya oke banget. Kisah percintaan remaja SMA jadi terasa segar, lucu, dan romantis yang samar-samar gitu.

Saya pernah sempat menjajal versi animenya yang berjudul asli Itazurana kiss. Hemm, kalau boleh jujur, saya sih lebih suka sama yang versi drakornya, meski versi animenya juga oke banget sih. 

Buat saya, ost anime Itazurana Kiss memorable banget. Nih saya lampirkan, dan sila dinikmati. 







City Hunter

city hunter drama remake lee min ho
sumber gambar: pickkick.com


Drakor City Hunter merupakan remake dari komik dengan judul yang sama. Sayangnya, saya nggak berkesempatan untuk menikmati City Hunter versi aslinya. 

City Hunter drama Korea diperankan oleh oppa ganteng Lee Min Ho. Di sini ia jadi karakter pembela kebenaran, anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Ceritanya, bapaknya beserta satu kompi pasukannya dikorbankan negara karena mereka mengetahui rahasia yang besar. Satu orang yang tersisa dari pasukan tersebut menculik Lee min Ho bayi dari ibunya.

Lee min Ho diasuh dan mulai dicekoki dendam oleh si satu orang tersebut. Jadilah ia tumbuh besar dengan misi menghancurkan kebusukan politik dalam tubuh pemerintah.

Yang paling konyol dari drama ini adalah Lee Min Ho-nya. Ketika beraksi, ia menyembunyikan identitas dengan memakai masker antipolusi warna hitam. Hanya itu metode penyamarannya. 

Dengan metode penyamaran yang begitu minimalis, bagaimana bisa orang-orang yang terlibat tidak menyadari bahwa tokoh penyelamat kota adalah Lee Min Ho!

Yah. Begitulah, tiga drama Korea remake favorit saya. 

Btw, drama baru yang dibintangi Ji Chang Wook katanya juga remake dari Webtoon ya?

Kalau kata adikku yang suka baca Webtoon, kebanyakan drama remake dari sana sering mengecewakan, misalnya Stranger from Hell, terus Cheese in Trap. 

Drama remake emang dilematis sih. Sama aja kayak karya film adaptasi dari novel. Kebanyakan orang kayak saya pasti akan kecewa dengan film kalau sudah baca bukunya terlebih dahulu. Karena buku punya deskripsi detail yang mendalam, hal yang nggak bisa ditampilkan dalam sebuah film.

Bagaimanapun, ujung-ujungnya ini hanya soal selera, apakah anda suka bubur diaduk atau tidak.



No comments:

Post a Comment

Labels