Menu

tips belajar bahasa korea mudah hangeul dari YOutube


Pertama kali saya mulai belajar hangeul (huruf korea) dari buku di iPusnas. Tapi, yah… gitu. saya menyerah dengan cepat hanya di halaman pertama.

Saya akhirnya mendapatkan sumber lain yang setidaknya lebih mudah untuk dipahami yakni dari kanal youtube Bandung Oppa. Bandung Oppa membuka sesi belajar hangeul berbahasa Indonesia. Yak, benar teman-teman: menggunakan bahasa Indonesia. Enak banget, kan?

Melihat gelombang antusiasme masyarakat Indonesia yang begitu besar pada hal-ha yang berbau kekoriyaan, Bandung Oppa yang  bernama asli Jong Dae ini menangkap peluang dengan cara yang cepat. 

Sama seperti beberapa Youtuber Korea lainnya, ia mulai membuat akun Youtube berbahasa Indonesia yang punya potensi peluang untuk ditonton lebih banyak orang dengan cepat.

Jong Dae ini di Korea juga sedang menempuh perkuliahan jurusan Bahasa Indonesia. Dan, katanya sih kesulitan bahasa Indonesia terletak pada imbuhan-imbuhan yang mesti diletakkan pada kata kerja. Tenang saja Jong Dae oppa, kita orang indonesia saja masih bingung kok antara dimana dan di mana. 

Menurut saya, ketimbang membaca buku, paparan Jong Dae termasuk asik banget, sih. Mendetai pula. Berasa les hangeul secara gratis. Eh, nggak gratis juga deng, mesti bayar paket internet. 

Jong dae oppa juga sering melempar jokes, meski kebanyakan garing. Tapi okelah daripada mesti berhadap-hadapan dengan buku teori bahasa Korea yang ada di iPusnas, cukup membuat kepala jadi pusing. Berikut contoh video Jong Dae di Youtube.



Cuplikan Hasil Belajar Hangeul Bersama Jong Dae

Secara konsep, hangeul agak mirip sama huruf katakana Jepang. Hangeul terbagi atas dua jenis yakni vokal dan konsonan. Masing-masing jenis terbagi dua lagi yakni huruf dasar dan huruf perluasan.

Saya merasa bahwasannya hangeul nggak serumit kanji-nya Jepang. Jika teman-teman ingin belajar Hangeul, saya hampir yakin bahwa teman-teman akan cepat bisa menguasainya (jika benar-benar niat). konsepnya cukup mudah untuk dimengerti. Tinggal kitanya saja yang mampu atau tidak menghapal kosakata baru yang bejibun.

Berikut hasil catatan saya mengikuti video belajarnya Jong Dae di Youtube.





Mengapa Mesti Belajar Hangeul?

Nggak mesti sih. Kalau nggak mau mah, nggak apa-apa. 

Ini mah semacam hasrat diri aja yang mendadak timbul karena kecanduan drama korea. Pas saya masih bocah dan masih demen banget nonton detektif conan, hasrat saya adalah bisa bahasa Jepang. Pas udah tua dan kecanduan Hyun Bin, ya hasratnya jadi belok yakni bisa bahasa korea.  

Pas masih sekolah sih emang lebih enak. Hasrat untuk bisa bahasa Jepang diakomodir sama mata pelajaran di sekolah. Setidaknya berkat itu, saya sudah bisa menulis menggunakan katakana dan hiragana, sampai juga sudah bisa menuliskan kalimat Jepang yang menggunakan kata kerjanya mesti ditaroh di akhir kalimat. 

Sejak menjadi tua dan dewasa, banyak kengininan yang sudah tidak lagi bisa diakomodir dengan gratis. Perlu effort, bahkan anya untuk mengerjakan hobi yang digemari. 

Tapi, justru di situ asyiknya: mengeluarkan tenaga dan usaha untuk sesuatu yang dicintai.









0

Tips Sikat gigi pada anak buku Parenthink Mona Ratuliu

Buat saya, pembiasaan sikat gigi ke buah hati memang penuh cobaan berliku yang punya banyak persimpangan jalan. Berbagai taktik, mulai dari yang halus, alon-alon, sampai yang pakai "pemaksaan" sudah pernah saya coba lakukan.

Namun sebagai rang tau tentu saya tak suka jika anak melakukan kegiatan yang bermanfaat dengan cara yang tak enak. Masak iya saya harus memaksanya sampai besar. Padahal kan kan sikat gigi adalah kebutuhannya sendiri yang mesti ia bisa lakukan dengan tenang sukarela.

NAh, setelah saya membaca buku parenthink karya Mona Ratuliu, ternyata ada beberapa tips dan trik yang bisa digunakan untuk membujuk rayu dan menggombal bocil untuk mau melakukan kegiatan sikat gigi secara teratur.



Lihat postingan ini di Instagram

Parenthink / Mona Ratuliu / Noura Books / 201 hlm / 2016 / baca via @ipusnas.id Rata-rata isi buku parenting selalu didahului tulisan tentang rasa kaget penulisnya karena pada kenyataannya menjadi orang tua tidak sebahagia yang terlihat di televisi. Ternyata kita gak bisa menyusui anak dengan gaya secantik ibu ibu di iklan susu menyusui, ternyata gak bisa menikmati tidur malam, dan ternyata ternyata lainnya yang gak enak semua. Buku ini pun begitu. Di awali dengan curahan hatinya Mona Ratuliu dalam mengahadapi konflik berkepanjangan dengan anak pertamanya, hingga sampai ke puncak di mana anak berumur 6 tahun berniat melarikan diri dari rumah, ia memutuskan untuk berbenah diri. Hiks, sampai di sini aja saya udah mbrebes mili bacanya, ternyata revisian skripsi terasa lebih mudah ketimbang punya anak 😜 Penulisnya mengusung gagasan parenting dengan teori tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara. Ing Ngarso Sung Tulodo, Ingin Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Ringkasannya begini: memberi contoh teladan yang baik, menjadi sahabat bagi anak, dan memberikan dorongan yang tepat. Penulisnya juga memberikan tips dan trik bagaimana bernegosiasi dengan anak, cara berkomunikasi, sampai soal memberikan nasehat lewat cara mendongeng. Buku ini oke bangetlah, mulai dari kontennya sampai gaya penulisannya yang sama sekali tidak terkesan menggurui. Very recommended. #oneweekonebook #owob #buibubacabuku #bookstagram #parenthink #monaratuliu #samarindablogger #resensiriri #bookstagramindonesia #sahabatipusnas
Sebuah kiriman dibagikan oleh Rian Andini (@rianandini999) pada

Berikut listnya.


Membacakan Dongeng Nasihat

Ini ampuh banget sih buat anak saya yang emang males banget buat disuruh sikat gigi. Anak saya berumur tiga tahun itu kebetulan suka dengan hewan dinosaurus. Ayahnya juga sering membuatkan dongeng menggunakan bayangan di dinding menggunakan tokoh dinosaurus.

Jadi, tiap sebelum tidur, kami bertiga menikmati dongeng siluet menggunakan penerangan yang memang dibuat remang remang supaya bayangan di dinding kamar semakin jelas.

Biasanya, saya yang rekues sama suami apa isi cerita hari ini. Apakah nasihat tentang makan sayur, berbagai bersama teman, atau tentang anjuran sikat gigi.

Suami saya pintar banget membuat cerita yang sederhana tapi mengena untuk bocil supaya ia tergerak mau sikat gigi.

Ceritanya cukup sederhana. Dinosaurus yang malas sikat gigi, padahal ia habis makan permen dan coklat. Lalu giginya sakit, dan ia terpaksa diantar ke dokter gigi. Hanya seperti itu. Terus, suami saya tambahkan juga cerita soal monster kuman yang suka memakan gigi kotor.

Setelah dongan itu rampung, anak saya yang udah baring pun langsung berdiri meminta sikat gigi.


Memberikan Pilihan

Dalam buku Parenthink nya Mona Ratuliu, cara memerintahkan anak untuk mau melakukan sesuatu adalah dengan memberikannya pilihan bukannya perintah.

Misalnya, si nih anak malas mandi. Jadi, ketimbang menyuruhnyanya untuk mandi, mending berikan ia pilihan untuk mau mandi sama siapa.

Mau mandi sama bunda atau ayah? kalau nggak memilih berarti mandi sama bunda. Dan sang anak langsung saya angkut.

Awalnya ia menangis. Tapi besok-besoknya ia tahu, ia hanya punya dua pilihan, dan tentu saja insting manusianya berkembang. Ketimbang mandi sama bundanya yang nggak asyik, mending mandi sama ayahnya yang punya stok cerita dinosaurus yang banyak.

Tapi, ada kalanya, ketika ayahnya sudah berangkat kerja ia memanfaatkan momen itu untuk merengek minta mandi sama orang yang jelas sudah nggak ada di rumah. Asyem.

Tapi, berhubung saya sudah hidup 25 tahun lebih lama dari dirinya, tentu saya punya cara lain.

Mau mandi sama air dingin atau air hangat?
Kalau nggak memilih berarti mandi pakai air dingin.

Dan, insting manusianya mengambil alih. Di antara dua pilihan buruk yang itu, tentu masih lebih mending pilihan mandi apakai air hangat.

Begitu.


0

oh my baby drama realitas jang nara

Sebagai sebuah drama baru, Oh My Baby memang mind blowing sekali. Ketika drama lain sedang membahas kehidupan percintaan yang terkendala karena beda dunia (The King: Eternal Monarch), karena beda spesies (The Legend of The Blue Sea), dan beda zaman (Faith), drama ini justru mengangkat konflik ketika tokohnya sangat ingin punya anak tapi terkendala oleh status jomblo akut.

Jang Nara dalam drama ini berperan sebagai wanita karir yang sangat menikmati pekerjaannya sehingga lupa umur. Ketika ia sudah lumayan tua, ia mendadak ingin sekali memiliki anak padahal ia tak punya pasangan dan tak bisa berkembang biak dengan cara membelah diri seperti amoeba. 

Keinginannya untuk memiliki anak terus meningkat, apalagi ketika ia bertemu dengan salah satu kliennya yang sedang melakukan sesi photoshoot pada anaknya. Saat itu, ia menyarankan pada ibu di sana untuk menulis jurnal kegiatan agar anak memiliki kegiatan yang terpola sedari kecil. 

Ibu tersebut kemudian membantah Jang Nara dengan mengatakan bahwa mengasuh anak itu berbeda jauh dengan menulis artikel parenting. Sungguh menohok, mak. Persahabatan antar perempuan memang keras.

Oh My Baby seakan menjadi penyegar di antara sekumpulan drama yang biasanya hanya menyorot pada cinta antara laki-laki dan perempuan dewasa, bukannya pada anak. Dalam drama ini, cinta justru diawali oleh rasa kasihan pemeran laki-lakinya pada keinginan Jang Nara yang sangat ingin memiliki anak. 

Gaya hidup menjomblo memang sedang menjadi tren di Korea Selatan. Tuntutan pekerjaan yang sangat tinggi, pendapatan yang rendah, serta biaya hidup yang mahal membuat banyak muda-mudi di sana memutuskan untuk menunda pernikahan karena merasa tak sanggup untuk membiayai kebutuhan keluarganya nanti.

Berdasarkan cara pandang seperti muda-mudi korea, hidup menjomblo memang memiliki banyak keuntungan. Kita tak harus pusing memikirkan biaya susu formula apalagi biaya baju gamis baru untuk istri pergi ke pengajian. Semua uang gaji bisa ditabung untuk kemudian dibelikan kursi gaming yang keren seperti para Youtuber atau untuk membeli action figure One Piece yang sebijinya seharga biaya hidup setengah bulan. 

Untuk para perempuan, hidup menjomblo berarti bisa menyisihkan uang gaji untuk membeli skincare Korea yang sayangnya nggak ditanggung sama BPJS. Selain itu, penghasilan jadi bisa dialihfungsikan untuk mencicil rumah impian dengan dekorasi kamar bergaya minimalis dan futuristik.

Oleh karena itu, Oh My Baby memang lebih relate dengan orang Indonesia ketimbang sama muda-mudi di Korea sana. Rating drama ini termasuk yang paling rendah di TV-N karena terus menerus berada di bawah angka lima sejak rilisnya di episode pertama.

Padahal memiliki keluarga seperti impian Jang Nara dalam drama, mempunyai kenikmatan unik yang nggak akan bisa diterjemahkan dalam kata-kata. Memang sih, sisi finansial akan lebih terbebani dengan adanya anak dan pasangan. 

Tapi kehangatan yang tercipta di dalam canda tawa ketika bersama rasanya cukup sebanding untuk membayar tunai beban finansial. Memiliki keluarga yang hangat bisa dibilang termasuk kategori rezeki langka yang mesti disyukuri.

Rezeki memang nggak hanya berupa uang. Kebahagiaan, ketentraman, dan hidup aman dari paparan postingan instagram toxic, juga bentuk dari rezeki.

Tapi, katanya ya, katanya orang, jika kamu percaya uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, mungkin uangmu masih kurang banyak.

Penyebab perceraian tertinggi di indonesia adalah karena finansial, karena uang, mak. Ada standar finansial yang mesti dicapai untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Untuk membentuk keluarga yang hangat memang butuh uang. Sebenernya bukan uang juga sih, intinya adalah memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan. 

Untuk menikah dan punya anak, kita nggak harus kayak Nia Ramadhani juga kok, yang bisa arisan berlian dan punya ART yang bahkan bisa membeli baju merk Giordano untuk bekerja di rumah. Melihat fakta itu, rasanya saya jadi sedih. Sepertinya, taraf hidup sebagai ART-nya Nia Ramadhani jauh lebih menjanjikan ketimbang profesi penulis paruh waktu.

Lupakan sejenak ART-nya Nia Ramadhani. Untuk menikah dan punya anak, kita nggak harus kayak Nia Ramadhani juga kok. Hal yang terpenting adalah memiliki finansial yang mumpuni. Mumpuni di sini tentu saja relatif dan bisa luwes sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

Hal terpenting yang perlu dilakukan ketika sadar punya jenjang finansial yang pas-pasan dan ngos-ngosan adalah mengaktifkan fitur senyap pada akun instagram yang memposting travelling, kulineran, dan kehidupan sosialita arisan berlian.

0

Drama korea jelas membawa impact yang luas buat masyarakat drakorian di Indonesia. Selain membawa pengaruh budaya yang lumayan luas, drama korea juga sering dijadikan solusi bagi para suami untuk menyelesaikan sengketa dalam keluarga. Sengketa yang seperti apa, bosque?

Sengketa sehari-hari ketika suami pulang kerja dengan pikiran yang lelah, letih, lesu, loyo memerlukan stamina tambahan dengan cara bermain PES. Namun, sebagai istri yang solehah tentunya kita tidak akan membiarkan suami bermain game dengan damai karena kita pun lelah seharian berkutat dengan cucian piring dan hanya sibuk bicara dengan bayik, di mana feedback yang biasanya kita terima hanya auk-auk, dan oek-oek. We need to talk as an adult!

Di sinilah letak kebermanfaatan simbiosis mutualisme menggunakan drama korea. Suami yang merasa ingin main game dengan damai, terpaksa menawarkan paket kuota yang berlimpah sambil berkata, “Sono gih nonton drama korea aja daripada ganggu melulu.”

Yes, mission accomplished.

Drama korea memang membawa banyak sekali pengaruh ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari makanan, traveling, sampai bahasa. Buat penggemar drama korea, saya hampir bisa memastikan bahwa mereka bisa hapal kosa kata korea sehari-hari.

Apa saja kosakata yang paling dihapal oleh mak-emak drama korea? Berikut listnya.


Saranghaeyo

sarangheayo lee min ho cinta dalam drama korea
Ilustrasi cinta-cintaan. Sumber: Pixabay

Kosakata ini mah sudah jadi mata kuliah wajib yang mesti dihapal para penikmat drama korea. Kenapa mesti banget buat dihapal, mak? Soalnya, kosakata ini fungsional banget, bisa jadi bahan gombalan buat suami ketika pagi hari sebelum doi berangkat kerja, bisa jadi bahasa persatuan bagi komunitas chingu chingu drama, dan juga sebagai menambah khazanah perbendaharaan bahasa korea kita.

Saranghaeyo juga merupakan kosakata paling fundamental sebelum bisa menyebut diri sebagai mak-emak fans drama korea. Wong, drakor itu isinya cinta tok-tok kok, moso ora paham sama saranghaeyo, kan ya buyaaar. 

Jenis cinta apa saja yang ada di dalam drama korea? Sangaaat banyak jenisnya, mak. Cinta dalam dunia paralel, cinta sama suami orang, cinta sama orang jahat banget, cinta sama malaikat, cinta sama iblis, cinta sama wartawan, cinta sama pangeran, cinta sama laki-laki berkepribadian ganda, cinta sama penulis buku, cinta sama rubah ekor sembilan, cinta sama ikan duyung, cinta sama agen mata-mata, cinta sama bos di tempat kerja, dan yang paling absurd : cinta sama alien.


Babo


Babo yang berarti bodoh, sering banget dijadikan lirik lagu sountrack drama, terutama di adegan patah hati. Video di atas merupakan salah satunya, lagu yang menggunakan kata babocheorom… oleh 2AM dengan judul Like A Fool, yang jadi ost drama Personal taste. Ada yang ingat drama ini?

Ini adalah drama lawasnya Lee Min Ho sama Son Ye Jin, iya pemain cewek yang ada di drama Crash Landing on You itu. Dalam kisah itu, Lee Min Ho jadi arsitek yang super ganteng dan menipu seorang wanita yang jadi desain furniture.

Lee Min Ho dalam drama itu gantengnya naudzubillah banget sih, jika dibandingkan drama Boys Before Flower dengan rambut keritingnya itu. Tapi, ya tetap ganteng Lee Min Ho sebagai Lee Gon di drama The King: Eternal Monarch (baca: Lee Min Ho Come Back dan Makin Ganteng)

Babocheoreom yang jadi ost lagu drama Personal taste intinya mah menggambarkan seseorang jadi bodoh karena terlalu cinta. Eta teh, makanya jangan jadi bucin, kecuali bucin sama kapten Ri. (baca: Review CLOY) 

Jadi bucin memang nggak baik buat kesehatan akal pikiran. Selain melelahkan secara mental, juga melelahkan secara fisik. Jadi, daripada menghadapi kenyataan patah hati yang tak enak, mari menonton drama saja. Lagi dan lagi.


Geiseki

gei seki makian dalam drama korea
Gei dalam arti harfiahnya adalah anjing. Sumber: Pixabay

Geiseki atau bangsat kurang ajar, adalah salah satu kata makian yang paling banyak ditemukan dalam drama korea. Mesti banget untuk tahu kata makan dalam drama korea? Mesti lah.

Jadi, jika nanti, sewaktu-waktu, kita bisa berpapasan dengan oppa kurang ajar yang tega-teganya selingkuh, lalu ketika ia sudah cerai dan menikahi selingkuhannya, ia selingkuh lagi dengan mantan istrinya, kita bisa mengumpat secara langsung (tapi dalam hati).

Bicara soal selingkuh-selingkuhan, drama The World of The Married memang berhasil bikin takjub ya secara alur cerita. 

Saya padahal nggak ikutan nonton, karena saya tahu saya nggak punya mental yang cukup kuat untuk menikmati plot cerita jahat dari awal sampai akhir yang menimpa tokoh utamanya, tapi saya tahu bahwa si tokoh suami melakukan selingkuh kuadrat. 

Jenis yang begini memang perlu diberantas dari muka bumi.

Selain tiga ini tentunya ada banyak kosa kata lainnya yang juga sering diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, omo, kamcagia, chingu, annyong, daebak, saram, dll. Mungkin lain kali saya akan membuat artikel lanjutannya yang membahas soal daebak dan kawan-kawan. 

Sekian, saya mau cuci piring dulu.




0

lelaki penggali kubur budi setiawan plagiat agus noor

Belakangan ini, ada perbincangan yang lumayan besar dan seru di kalangan penulis high class. Tak lain dan tak bukan adalah perbincangan masalah plagiat yang dilakukan oleh Budi Setiawan.

Beliau ini, Budi Setiawan, terindikasi melakukan plagiasi pada cerpen milik Agus Noor yang berjudul Kisah Cinta Perempuan Perias Mayat yang dimuat di media Kompas pada Desember tahun lalu.

Cerpen Budi Setiawan yang terduga plagiasi tersebut berjudul Lelaki Penggali Kubur yang baru saja dimuat di harian Suara Merdeka 7 Juni 2020. Sekilas memang dua karya ini seperti berbeda dan tidak saling berkesinambungan. Namun, setelah dibaca sampai selesai, kedua cerita ini memiliki kemiripan dari segi alur cerita, dari awal sampai akhir, namun dengan tokoh dan latar yang berbeda.

Sebagai awam, saya baru pertama kali melihat plagiasi semacam ini, begitu rapi dan bisa dibilang cukup niat juga, sehingga terlihat seperti karya yang baru dan berbeda.


Bagian yang Diplagiat


Pada awal paragraf, Agus Noor menceritakan soal kesulitan profesi perias mayat untuk bisa mendapatkan jodoh. Budi Setiawan mengganti narasi ini dengan tokoh laki-laki penggali kubur yang susah mendapatkan jodoh.

Pada narasi pembuka, sebenarnya tindakan plagiasi sudah dapat diduga karena kalimatnya pun memiliki kemiripan hakiki.

Cerpen Agus Noor, Kisah Cinta Perempuan Perias Mayat 

Enam laki-laki yang menyatakan cinta seketika menjauhinya begitu tahu ia perias mayat. Sepertinya kematian dan cinta bukan jodoh yang baik.

Ada yang seketika pergi, dengan raut pucat, seakan melihat mayat. Ada yang dengan sesopan mungkin menghindar, selalu beralasan sedang sibuk bila ia menghubungi mengajak ketemu atau sekadar menyapa kabar, kemudian memblokir kontaknya.

Cerpen Budi Setiawan, Lelaki Penggali Kubur

Empat dari lima perempuan yang jatuh cinta padanya seketika menjauh begitu tahu lelaki itu penggali kubur. Sepertinya pekerjaan dan cintanya selalu mempunyai kisah yang menakutkan.

Ada yang seketika minggat, dengan wajah pucat, seakan melihat mayat. Ada pula yang malu-malu menolak, dengan memberikan banyak alasan yang tak masuk akal, kemudian memblokir kontaknya diam-diam.

Tokoh perempuan Agus Noor merupakan pegawai salon yang diminta khusus untuk merias mayat pada suatu kejadian, sedangkan laki-laki di karya Budi Setiawan adalah seorang anak buruh tani yang diminta menggali kubur untuk juragan tanahnya ketika meninggal nanti.

Untuk lanjutannya, semua alur terjadi sama sampai cerita berakhir tragis. Sebuah kisah tragisnya pun mirip pula, untuk tidak dibilang sama persis.

Kasus plagiat ini disikapi serius oleh Agus Noor dengan melayangkan somasi pada Budi setiawan. Iyap, somasi. Jadi, buat pihak yang suka ngambil naskah penulis di sebarang tempat tanpa izin terus dijadikan narasi di video Youtube mungkin juga perlu belajar etika hak cipta dari kejadian ini. Supaya usahanya langgeng dan berkah kan lebih enak kalau bikin afiliasi saja dibandingkan comot-comot sembarangan.

Kejadian ini cukup disikapi beragam. ada satu warganet yang berkomentar bahwa kemungkinan ini bukan plagiasi namun hanya terinspirasi. Nah, saya juga pernah begini, membaca satu artikel lalu jadi ter-trigger untuk membuat tulisan yang mengusung ide serupa.

Batasan antara plagiasi dan terinspirasi memang masih susah untuk ditaksir, apalagi buat rakyat jelata, macam saya-saya ini. Niatnya sih nggak plagiat, tapi kok mengusung ide yang sama dari awal sampai akhir?

Nah, di surat somasi yang dilayangkan oleh Agus Noor tersebut ada cuplikan undang-undang no 28 tahun 2014 tentang pelanggaran hak cipta. Tertulis di sana bahwa hak cipta dilanggar apabila seluruh atau bagian substansial dari ciptaan yang dilindungi hak cipta diperbanyak.

Jadi, berdasarkan konteks di atas, pelanggaran hak cipta nggak berdasarkan banyak atau sedikitnya bagian yang dijiplak, tapi berdasarkan substansinya. Kalau menelisik cerpen ini, em susah juga untuk nggak berburuk sangka bahwa ini hanya kejadian nggak sengaja belaka seperti kasus yang itu tuh.

Pihak Budi Setiawan sebenarnya sudah memberikan maaf online dalam akun Facebook Temanggung Berpuisi. Namun, yah mungkin ia belum membereskan masalah nya secara pribadi sehingga Agus Noor tetap melayangkan somasi sebelum melakukan tindak selanjutnya di tanah hukum.


Refleksi Soal Hak Cipta

Sejak adanya internet, plagiasi emang semakin susah untuk disembunyikan. Saya pernah  membaca artikel yang menuliskan bahwa Buya Hamka pernah terkena kasus dugaan plagiat. 

Karya besarnyanya yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wick diduga meniru karya salah satu sastrsawan Perancis. Perdebatan ini berlangsung lumayan panas pada zaman dahulu, meski nggak sampai jadi ajang twitwar dan perkelahian antar-netizen. 

Pramoedya Ananta Toer bahkan sampai membuat tulisan yang menantang Buya Hamka untuk mengakui perbuatan plagiat tersebut. Reaksi netizen warga negara jaman lampau pun beragam. Banyak juga pihak yang membela Buya Hamka, karena kedua cerita tersebut tidak benar-benar sama. 

Yah, terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, rasanya susah sih untuk bisa menemukan karya yang benar-benar baru. Jadi ingat kata-katanya Austin Kleon.

Meniru dari satu sumber adalah plagiat, meniru dari banyak sumber adalah riset.

So, pastikan untuk melakukan 'plagiat' dari banyak sumber, sebelum membuat karya yang terkesan baru! Sekian, saya mau cuci piring dulu.

0

Makanan korea tren restoran mujigae kuliner drama let's eat yoon do joon

Restoran Korea sedang sangat menjamur di Indonesia, Korea Selatan tentunya maksud saya. Berkat merebaknya drama serta Korean Pop, budaya serta kuliner mereka pun ikut ngehits. Berbagai menu khas Korea, seperti jajangmyeon, kimchi, kimbab, bibimbap, japchae, toppoki, sudah familiar kita dengar.

Soal makan makanan Korea, saya hampir yakin ini juga disebabkan oleh tren mukbang yang dipopulerkan lewat kanal Youtube setahun yang lalu dan sampai sekarang masih memiliki penggemarnya. Mukbang itu sendir sebenarnya hanya video yang berisi tayangan orang yang sedang makan. 

Katanya sih, tren mukbang bisa viral karena budaya hidup sendiri, makan makan sendiri, cuci baju sendiri, di korea membuat mereka merasa kesepian dan tidak memiliki teman untuk makan. Sehingga, saat sedang makan mereka biasanya ditemani tayangan mukbang untuk mengusi kesepian dari dalam jiwanya.

Untuk di Indonesia, tayangan mukbang memang sangat menggoda ketika sedang melakukan ibadah puasa. Saya pun pernah tergoda untuk menonton tayangan mukbang saat sedang puasa, wkwkwk. Sebuah pengakuan dosa. Meskipun, nonton mukbang nggak bikin batal puasa, namun bikin tambah lapar seribu kali lipat. 

Di daerah Samarinda, ada satu restoran korea yang lumayan terkenal, namanya Running Korea Street Food. Menunya ya lumayan lengkap, meskipun mungkin nggak akan sebanyak Mujigae yang pernah saya lihat di Mal Boker (Botani Square) daerah Bogor. 

Saya sendiri berhasil mengajak (merayu, menggombal, dan memanipulasi) mas misua agar mau mencoba menu korea yang amat tidak ia minati. Akhirnya kami benar-benar ke restoran Running KSF dan memesan seporsi tangsuyuk, sup jjampong, dan odeng.

Untuk harga di bawah seratus ribu, porsinya memang banyak dan punya rasa yang lumayan. Yang menurut saya kurang nyaman justru adalah tempatnya. Suasananya terlalu berisik karena lagu K-Pop terus-menerus diputar dengan volume suara yang lumayan kencang.

Sebenarnya, drama korea yang paling berhasil membuat saya ngiler untuk menjajal makanan korea adalah Let’s Eat. Yah, drama yang diperankan Yoon Do-Joon ini berhasil membuat namanya melambung di kancah perdramaakoreaan.

Mas Yoon Do-Joon ini sebenarnya memiliki latar belakang seorang idol. Ia termasuk anggota Beast, bahkan jadi leadernya.

Nah, peran Yoon Do-Joon dalam drama ini memang memorable dan sangat menawan hati. Ia adalah food blogger yang punya pekerjaan sebagai agen asuransi. Karena sosoknya yang supel, ia terus menerus menjadi karyawan dengan pencapaian terbaik. 

Di waktu senggangnya, ia melakukan perjalanan kuliner lalu menuliskannya dalam sebuah blog. Pertemuannya dengan Lee Soo-Kyung (tokoh wanita yang bakalan jadi jodohnya) yah berawal dari sebuah blog.

Yang bikin gemes yang tentu saja adegan makannya itu loh. Menggoda pake banget. Dari setiap episode rata-rata ada bagian mukbangnya sebanyak dua kali. Saat saya sedang menggilai drama itu, ketika masih muda belia dulu, saya bahkan hapal dengan adegan makan dari tiap episodenya.  

Episode satu, makan jjangmyon dan makan mie tumis seafood. Lalu sisanya ada adegan makan ikan makarel, budae jjigae, ayam goreng, dumpling di saat tahun baru, mi kuah di tenda pinggir jalan, seafood grill, mi kacang merah, shabu-shabu, belut bakar, toppoki, dan makanan korea rumahan.




Khusus untuk makan korea ala rumahan ini adalah episode yang cukup mengharukan. Ketika ibunya Lee Soo-Kyung datang ke rumahnya di Seoul dari kampung halaman, sebenarnya keadaan pekerjaan Lee Soo-Kyung nggak gitu baik. Ia baru saja melemparkan surat pengunduran diri karena terus-menerus dibuli oleh bos yang sebenarnya sedang jatuh cinta pada dirinya. Jatuh cinta memang bikin orang jadi gila.

Lalu di tengah kegundahan hati itu, ibunya datang dan membuatkan makanan yang menghangatkan hatinya. Ah, saya suka sekali bagian yang ini. 

Gara-gara Let's Eat juga, saya jadi mengetahui bahwa ada sejarah di balik menu makanan yang ada di Korea. Salah satu yang paling saya ingat tentu saja sejarah tentang budae jjigae. 

Ketik yaitu, Korea sedang berperang, bahan makanan sangat menipis, jadi mereka memanfaatkan makan yang ada dari pangkalan militer Amerika Serikat, yakni sosis dan segala jenis daging kalengan. Lalu, mereka merebus semua bahan tersebut dengan bumbu gochujang dan jeng jeng jeng... jadilah budae jjigae yang terkenal seperti sekarang.

Selain drama, youtubenya Ria SW juga jadi racun banget kok untuk membuat kita jadi ngiler dan suka sama makanan Korea. Coba aja pantengin video jalan-jalannya yang di korea, benar-benar membuat lapar.

Masakan korea hampir selalu didominasi dengan bumbu merah yang disebut gochujang. Bumbu merah ini ada di menu toppoki, budae jjigae, sampai ke menu sup sup-an. Tapi, gochujang ini mengandung alkohol, which is nggak halal buat kaum muslim.

Hiks, pupus sudah mimpi saya jajan toppoki di pinggiran jalan Seoul.

0

A Court of Thorns and Roses review buku


Judul: A Court of Thorns and Roses
PEnulis: Sarah J. Maas
Penerbit: Buana Ilmu Populer
Tahun : Mei 2015
Jumlah Halaman: 558

Awalnya, buku ini terasa sangaaat menjemukan. Selama dua bab, si tokoh utama Feyre asyik bernarasi sendiri, menceritakan keluarga, kekasih, sampai keluhan soal ayahnya yang kini cacat dan enggan bekerja.

Namun, setelah mendapatkan konfliknya, ceritanya langsung mengalir deras tanpa henti. Cukup ampuh lah untuk membuat saya begadang sampai subuh untuk menghabiskan ceritanya sampai 500 halaman.

Trigger Konflik: Perburuan Serigala

Konflik dimulai ketika ia sedang berburu di musim dingin dan tak sengaja membunuh seekor serigala yang ukurannya sangat besar. Ia sudah curiga bahwa sosok sesungguhnya dari segala ini adalah bangsa peri, yang selama ini tersembunyi di balik tembok pembatas.

Semenjak tembok pembatas antara dunia peri dan dunia manusia mulai berlubang, sudah banyak mahluk mistis yang mulai mengganggu manusia, termasuk para peri yang menyamar menjadi hewan.

Namun, demi keselamatan dirinya, Feyre memutuskan tetap membunuhnya dan kemudian mengulitinya untuk dijual kepada pedagang di pasar.

Keputusannya itu berbuntut panjang. Rombongan peri datang ke rumahnya untuk menuntut pertanggungjawaban dari manusia atas kematian sahabatnya, si sosok serigala yang tadi kulitnya sudah dijual Feyre.

Keluarganya, bahkan sang ayah, berusaha melindungi feyre dengan mengaku sebagai pembunuhnya. Feyre dengan gagah berani menepis semua perlindungan keluarganya dan mengaku sebagai pembunuh dari peri tersebut.

Feyre Ditahan di Dunia Peri

Sebagai hukuman, Feyre dibawa masuk ke dalam tembok perbatasan, masuk jauh ke dalam daerah peri yang bernama Prythian. Daerah di balik tembok, dengan segudang makhluk yang ia tidak kenali.

Secara resmi, Feyre ditahan dengan janji bahwa keluarganya akan dijaga dan diberi makan secara teratur. Tamlin, sebagai penguasa negeri musim semi di dunia peri berjanji untuk menjaga Feyre dan keluarganya di dunia manusia asalkan ia tetap bertahan di rumah dan tidak kabur.

Feyre sangat kebosanan. Beberapa kali ia mencoba kabur, namun gagal. Di dunia peri banyak makhluk asing misterius yang sangat menyeramkan. Salah satunya adalah Boogee, mahluk yang dapat menyerang melalui bisikan dalam kepala. Hanya dengan sekali tolehan ke belakang, mahluk kasat mata ini akan muncul dan menjadi nyata.

Cinta Bersemi

Dunia musim semi sedang dilanda wabah misterius yang dapat melemahkan kekuatan peri. Wabah tak bernama ini ditakutkan akan menembus dinding pembatas dan ikut menjangkit manusia secara perlahan.

Sementara Tamlin sibuk membereskan masalah di negerinya, Feyre sibuk mencari cara meloloskan diri.

Seiring waktu berlalu, kegagalan demi kegagalan, akhirnya Feyre menyerah dan menikmati kehidupan dalam istana. Ia mulai jatuh cinta pada momen ketika Tamlin memberikan hadiah seperangkat alat melukis kepada Feyre.

Momen perayaan musim semi menjadi penanda adanya konflik utama yang mulai disisipkan penulis. Feyre tak tahan untuk tidak menyelinap pergi dan ikut menikmati perayaan musim semi, meski sudah dilarang oleh Tamlin.

Di sini ia bertemu dengan penguasa negeri mimpi buruk bernama Rhysand, peri yang sangat tampan tapi jahat pake banget. Momen pertemuan ini hanya sekilas, namun akan menjadi momen deja vu penting pada buku kedua.

Setelah bertemu Rhysand, Feyre kabur mencari Laurent, asisten Tamlin yang selama ini membantu dirinya. Laurent langsung menyuruh Feyre untuk pulang karena saat festival berlangsung Tamlin akan kerasukan mantra sishir dan akan melakukan persenggamaan dengan sembarang gadis untuk mengirimkan musim semi ke dunia manusia. Uooo.

Well, cinta feyre dan Tamlin menjadi resmi setelah festival musim semi ini selesai. Konflik inti langsung menyerbu dengan kedatangan pangeran mimpi buruk, Rhysand, ke kediaman negeri musim semi.

Rhysand mengancam untuk melaporkan keberadaan Feyre pada Amarantha, wanita yang kini berkuasa di dunia peri, wanita yang jadi peyebab segala wabah aneh di dunia musim semi, dan sekarang bertahta di negeri mimpi buruk..

Tamlin kelabakan. Ia mengirim Feyre untuk kembali ke dunia manusia.

Review Alur Cerita

Seperti yang sudah saya katakan di paragraf atas, bahwa novel ini terkesan terlalu detail, sehingga terasa sangat membosankan pada awalnya. Namun, semakin tenggelam, kamu akan semakin hanyut. Persis seperti air sungai yang mematikan.

Apalagi kisah saat Feyre melawan Amarantha, momen saat Feyre terpuruk dan mendapatkan banyak bantuan dari pangeran mimpi buruk.

Buku ini merupakan kisah fantasi trilogi, yang kedua berjudul A Court of Dust and Mist, yang ketiga saya tak tahu karena tak ada di Ipusnas.

So, buat yang tertarik, bisa banget baca gratis di app Ipusnas, yak. Hanya mengingatkan, setelah baca buku pertama biasanya pengen langsung menjajal yang kedua.

Kabar baiknya, jilid satu dan dua tersedia di Ipusnas. Kabar buruknya adalah yang kedua punya halaman 800, jadi ya bakalan memakan waktu semalaman suntuk bisa menyelesaikan sampai ending.

Secara keseluruhan, cerita dalam buku pertama ini punya alur yang tidak begitu bergejolak. Konfliknya hanya ringan ke sedang, sampai akhirnya Feyre datang ke istana Amarantha untuk menyelamatkan Tamlin.

Di sini, banyak hal mengejutkan yang akan terjadi, mulai dari keterlibatan Rhysand sampai soal Tamlin yang begitu banyak diam melihat penderitaan Feyre.

So, rating buku ini 3 dari 5. Oke banget sih untuk sekadar mengisi waktu senggang. Genre novel ini adalah fantasi romance, jadi ya buat yang nggak suka cinta-cintaan, pastilah nggak akan gitu suka dengan konflik yang disajikan penulis.

Fanpage


Apa yang paling mengasyikkan dari membaca novel fantasi? Yap, membayangkan rupa para tokohnya.

Buat saya, wajah Rhysand, si peri brengsek yang selalu mengganggu feyre menajdi misteri tersesar untuk diketahui. Seberapa ganteng sih imaji tokoh ini di mata pembaca lain.

Jeng, jeng, jeng. Inilah Rhysand. Saya mendapatkannya di fanpage pembaca Acator. Linknya ada di caption foto. 

Rhysand karikatur
Ilustrasi rupa tokoh Rhysand dalam novel Acator.
sumber: https://acourtofthornsandroses.fandom.com/wiki/Rhysand


Selain Rhysand, ada juga visual beberapa tokoh lain, seperti Tamlin, Laurent, dan Amarantha. Jadi, buat yang mau bersenang-senang dengan menikmati karikatur wajah para tokoh Acator, bisa langsung ke websitenya.

Sekian. Saya mau cuci piring dulu.





0

Labels