Menu

Stereotipe Bapak-Bapak Berdasarkan Kartun Favorit Para Balita, Babybus

kartun babybus
Ilustasi kartun Babybus. sumber: APKpure.com

Saat menonton kartun babybus bersama anak tadi pagi, saya akhirnya menyadari bahwasannya ada stereotip bapak-bapak dalam dunia nyata yang jadi konten ceritanya. 

Kartun babybus itu sendiri merupakan tontonan andalan orang tua untuk mengendalikan para balitanya yang susah makan atau susah diam di rumah. Isi ceritanya cukup menarik, yakni sekumpulan hewan lucu, seperti panda dan kucing yang melakukan kampanye hidup sehat, berwaspada pada orang asing, dan cara mengendalikan situasi saat bencana.

Serial Babybus yang notabenenya berasal dari Cina, sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, seperti Indonesia, Korea, Inggris, dan Jepang. Babybus juga memiliki aplikasi permainan yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari lima puluh di playstore. Gurita bisnis babybus memang nggak bisa diremehkan.

Ini salah satu konten cerita Babybus di Youtube.




Konten cerita babybus yang paling saya sukai adalah tentang keluarga kucing. Kontennya sering menceritakan tentang keluarga kucing, yakni ayah, ibu, dan dua anak kucing yang hidup sehari-hari menghadapi persoalan dalam rumah tangga.

Uniknya adalah beberapa bagian tingkah laku absurd si bapak kucing yang kadang menggemaskan itu ternyata cukup mirip dengan kelakuan suami saya di rumah ketika dapat jatah menjaga anak. Berikut ini beberapa kelakuan bapak kucing yang punya kemiripan dengan tingkah bapak-bapak dalam dunia nyata.



Suka Mengambil Makanan Anak

Cerita kartun Babybus tentang ayah yang mengambil makanan anaknya tersedia dalam beberapa versi. Namun, versi yang paling terngiang-ngiang di dalam kepala saya adalah tentang ayah kucing yang mengambil donat anaknya secara diam-diam. 

Saya kagum sama penulis naskah cerita Babybus. Ia seperti hafal dan tahu bagaimana kelakuan seorang ayah ketika dapat tanggung jawab untuk menyuapi anaknya. Kalau dirata-rata, seorang ayah paling tidak memakan setengah dari porsi makanan ketika dapat tugas menyuapi anaknya. 

Apalagi jika model anaknya rada sudah makan dan picky eater. Tabiat ini jadi makin menjadi-jadi. 

Yang jadi pertanyaan adalah, apa itu berarti kelakuan bapak-bapak yang suka mencaplok jatah nasi anaknya juga dilakukan di negeri asal Babybus berada?


Sering ketiduran ketika disuruh istri menjaga anak
Ini adalah kelakuan bapak-bapak yang paling menjengkelkan. Ada di salah satu episode Babybus, di mana sang ibu kucing hendak pergi untuk jalan-jalan bersama geng sosialitanya. 

Kedua anaknya ditinggal di rumah bersama ayah yang tentu saja si ayah langsung tidur ketika ibu sudah pergi dari rumah. 

Cerita akhirnya adalah sang ayah dikerjain oleh kedua anaknya. Wajah ayah kucing didandani menggunakan kosmetik ibunya hingga menor nggak karuan. Begitulah azab kalau tidak bertanggung jawab menjaga anak, wahai bapak kucing!

Tingkah laku ini juga sering banget dilakukan seorang ayah ketika diminta menjaga anaknya di rumah. Begitu ibu pulang, tanpa sadar anaknya sudah membuat rumah jadi kapal pecah. 


Takut Minum Obat

Ada satu episode ketika bapak kucing sakit batuk dan ia lari dari istrinya yang terus memaksa minum obat. Karena cerita dari episode ini, saya jadi bisa memaknai keluhan beberapa istri di medsos yang menyebut bahwa suami mereka lebih terasa seperti anak ketimbang pasangan hidup. 

Kata banyak orang, laki-laki hanya bertambah tua, tapi tidak bertambah dewasa. Karena tetap berjiwa anak-anak begini, ayah adalah teman lebih menyenangkan untuk anak ketimbang ibunya saat sedang bermain.


Sayang Istri dan Keluarga

Meski gendut dan tambun, bapak kucing sebenarnya bisa diandalkan ketika sedang terjadi situasi darurat. Di dalam episode kebakaran hutan, bapak kucing mendadak terlihat tangguh. Sebagai tambahan, gerakan slow motion ketika ia menyelamatkan keluarganya dari kepungan api sungguh epik sehingga membuatnya terlihat gagah, meskipun realitasnya tidak. 

Bapak-bapak secara mayoritas juga pastinya begitu. Meskipun mereka senang bermain, selalu lalai ketika diberi pekerjaan rumah tangga, tetapi mereka bisa diandalkan di masa-masa genting.

Mungkin seperti bapak kucing, bapak manusia yang terlihat selalu santai sebenarnya punya prioritas dalam bertindak. Jika dirasa keadaan aman, maka ia akan mempersilahkan dirinya untuk bersantai dan menikmati momen hingga selalu ketiduran ketika disuruh jaga anak.

Sebaliknya, jika keadaan berubah genting, ia bisa menunjukkan ketangguhannya untuk menyelamatkan seluruh keluarga. Oleh karena itu, saya bertanya pada suami untuk membuktikan kebenaran asumsi saya ini.

"Mas, kamu punya prioritas dalam hidup?"

"Ada. Main PES."

Jawaban yang di luar dugaan.

"Hah kok gitu. Tapi kan kamu lebih banyak kerja daripada main PES."

"Iya, aku kerja supaya bisa menciptakan momen main PES dengan aman dan damai tanpa diganggu."

Asumsi memang hanya sebatas asumsi. 

No comments:

Post a Comment

Labels