Menu

Nostalgia Anime Ranma 1/2

ranma 1/2 anime

Adakah ibu ibu di sini yang tahu serial anime Ranma ½? Itu loh, yang karakter utamanya laki-laki bernama Ranma, yang bisa berubah jadi wanita kalau tersiram air dingin, dan kembali menjadi pria ketika disiram air panas. 

Saya jadi penikmat kartun ini ketika tepat berstatus cewek-cewek remaja yang menjelang akil baligh. Dan melalui anime Ranma ½, saya mengerti betapa manisnya kisah cinta ala Ranma dan Akane yang selalu dihiasi dengan kelahi dan caci maki. Wkwkwk. 

Asli sih, buat saya yang waktu itu sedang merasakan jatuh cinta yang pertama kali, momen kartun Ranma termasuk yang memorable dan asyik banget.

By the way, kartun Ranma ½ ini merupakan karya dari Takahashi Rumiko. Beliau ini juga merupakan penulis komik Inuyasha. 

Komik Inuyasha bercerita tentang siluman anjing setengah manusia yang jatuh cinta pada dua perempuan, Kagome si dari dunia modern dan Keiko tokoh wanita masa lampau yang merupakan mantan pacar. 

Bisa dibayangkan lah, ya, betapa enaknya jadi anjing setengah manusia yang diperebutkan dua wanita cantik. Asem emang!

Serial Ranma pertama kali dirilis tahun 1987 dan masuk indonesia sekitar tahun 1992. Kemudian ditayangkan ulang lagi di tahun 2002. Nah, di tahun 2002 inilah, saya mungkin mulai menontonnya. Mungkin ya. Saya juga agak lupa, 2002 itu sudah 18 tahun yang lalu! 

Baru-baru ini saya lagi menonton kartun Ranma ½ di YouTube mulai dari episode 1. Mari kita bedah isi kartun Ranma ½ satu persatu.

Lagu Opening

Lagu opening versi Indonesia memang punya lirik yang cukup berbeda dari aslinya. Sebenarnya dari versi Inggrisnya. Kalau dibandingkan sama versi Jepangnya tentu saya tak tahu.

Saya akan tulis lirik lagunya di sini.

Yapapa yapapa inzanten
Mari bergembira bersama cinta

Jatuh cinta ranma ranma ranma
KIta menjadi teman selamanya

Katakan kau suka dengan tenang
Jangan seperti kuda liar

Bel tak berbunyi seperti angin
Dadaku jadi terasa hangat

karena kau hidup dihatiku
Sangat mengganggu jiwaku

Malam ini tak apa-apa
sampai esok pun tak mengapa

Bikin pusing kepalaku
jatuh cinta ranma ranma
Kita menjadi teman selamanya


Lirik versi inggrisnya

Yappa paa, yappa paa-don't know what to do
My heart is not a game-it's mah-jongg to you.
Yappa paa, yappa paa-feel like a shrew
Who needs boys? Don't you dare -
Make me wild like you.

Before you, boys got on their knees
Ranma, Ranma-it's me you always tease.
Since the day I ran into you
Ranma, Ranma you -
Stole my heart and you -
Don't you dare go and -
Make me wild like you.

Somebody tell me why it's so hard
To say those three words, "I love you"?
If I let myself give in to you
I'll become just as -
Wild as you!

Before you come in like a breeze
Won't you stop and ring the bell, please?
Before you make my heart a home
Why not tell me you love me on my own?
I'd be better off without you -
But just tonight it's alright...
Until tomorrow, all right.

Every time your eyes turn to me
Ranma, Ranma you -
Make me feel dizzy.
Someday we may be more than "friends"
Ranma, Ranma you've -
Gone and done it true -
Can't you see that you've -
Made me wild like you

Yak, bisa dilihat bahwasannya terjemahan versi indonesia memang memiliki perubahan yang lumayan banyak. Jadi lebih family friendly lah. 

Lirik lagunya sudah menggambarkan sih kalau isi ceritanya adalah tentang tarik ulur cinta antara ryanma dan tokoh aku, yang tak lain dan tak bukan adalah Akane Tendo.  

Kalau dari lirik versi Inggris ada kata-kata bahwasannya hanya Ranma lah yang selalu menggoda ‘aku’ sampai kesal di saat laki-laki justru menghambakan diri.

Kalau di versi Indonesia istilah ini diubah menjadi ‘karena kau hidup dihatiku, sangat mengganggu jiwaku’. 

Saya jelas lebih suka versi Indonesianya, lebih galau, euy. Lebih sweet juga. 

Yang dulu selalu jadi pertanyaan ketika saya masih bocah adalah lirik ‘Malam ini tak apa-apa, sampai esok pun tak mengapa’. Apa maksud dari pernyataan cinta yang tiba-tiba berubah haluan ke ‘malam hari nggak apa apa’? 

Itu pertanyaan yang sampai hari ini masih saya asumsikan saja jawabannya.

Next.

Narasi Cerita

Inti cerita Ranma 1/2 adalah petualangan cinta Ranma dan Akane, di mana keduanya sangat gengsi dalam mengutarakan perasaan yang sesungguhnya. 

Ini kali, ya, yang yang membuat ceritanya begitu nagih. Sebagai pemirsa. saya hampir selalu berharap bahwa next episode akan menampilkan adegan yang lebih hangat antara Akane dan Ranma. 

Salah satu adegan yang cukup memorable adalah ketika Akane diculik sama tokoh antagonis yang ingin menjadikannya istri. Ranma yang ingin menyelamatkan Akane berteriak pada tokoh jahat tersebut, “Mengapa kamu tertarik padanya. Ia adalah wanita paling keras kepala, tomboy, payah dalam memasak, dadanya rata, pinggangnya jelek, dan sangat kasar.”

Akane marah lalu malah menyerang Ranma dan pergi bersama penculiknya. Begitulah.

Namun, masih dalam cerita yang sama, Ranma berteriak pada tokoh jahat tersebut dengan lantang ketika ia sedang berada di ujung nasib buruk karena hampir mati jatuh dari kereta, “Jangan berani-berani menyentuh Akane. Dia adalah tunanganku.” Begitulah. 

Buat para penikmat cerita cinta yang berbau setengah-setengah, menggantung nggak jelas, dan penuh dengan intrik asumsi serta  PHP, Ranma memang sempurna banget untuk mengisi rasa haus itu. 

BUT

Ranma ½ sebenarnya penuh dengan intrik  dewasa dan nggak cocok blas lah buat ditonton anak SD yang belum akil balig. Banyak adegan di mana Ranma ketika sedang jadi wanita berlarian tanpa mengenakan kaos. Yes, topless. 

Ada juga tokoh yang sangat mengganggu mata yakni si kakek Hopposai mesum dengan hobi mencuri baju dalam wanita. Aih, tokoh ini punya ilmu beladiri yang tinggi, namun mukanya jelek, dan sangat menyebalkan. 

Selain itu, kisahnya kumayan bagus kok. Kita akan dibuat untuk selalu merindukan momen Akane dan Ranma saling tolong-menolong di masa genting. 

Perasaan cinta tanpa pengakuan kata-kata memang gak bagus buat psikis di antara kedua pasangan. Bisa bikin kerumitan hidup yang tentu saja ini hanya terlihat indah dalam drama dan anime, nggak untuk di dunia realita. 

Ada yang tahu endingnya Ranma 1/2?

Saya pernah dapat e-komik dari teman tentang hal itu. Tapi nggak tahu juga sih benar atau enggaknya.

Intinya mah, di dalam sebuah plot, terjadi peristiwa Akane hampir mati karena menyelamatkan Ranma. 

Ranma yang begitu sedih melihat Akane yang sudah tak berdaya, berteriak keras, bahwa ia sangat mencintainya. 

Akane terbangun karena air mata Ranma lalu menagih kata-kata cinta lagi.

Mereka berdua beneran hampir menikah lalu kembali berkelahi di depan altar. Begitulah. Tampaknya Akane dan Ranma memang ditakdirkan untuk jomblo saja sampai mati.  

No comments:

Post a Comment

Labels