Menu

Badai Celaan Drakor King: Eternal Monarch

King: Eternal Monarch
sumber gambar : https://twitter.com/verinagustianti/status/1251305666041405440


Tak bisa disangkal bahwasannya drama King eternal monarch pastilah mematahkan ekspektasi kebanyakan orang. Semua ini bisa dibilang salah drama sebelumnya yakni, Crash Landing on You yang berhasil membangun narasi cerita dengan begitu baik, di mana romantisme dan keseruannya punya porsi yang sama-sama dominan.

Bagi yang belum tahu, drama King Eternal Monarch bercerita tentang dunia paralel antara republik Korea Selatan dengan kerajaan Korea. Konfliknya dimulai ketika salah satu pengkhianat kerajaan korea berhasil memasuki dunia republik Korea menggunakan pusaka kerajaan yang ia curi.

Di dunia republik Korea Selatan, ia mulai melakukan transaksi tukar nasib antara penduduk republik dengan kerajaan Korea. Tokoh Lee Lim, si pengkhianat ini, mendekati sosok yang tampaknya punya nasib penuh derita lalu ia akan menawarkan takdir yang lebih baik dengan imbalan sebuah pembunuhan. Singkatnya seperti itu. 

Kesalahan King Eternal Monarch jelas terletak pada frame konflik yang terlalu rumit. Terlihat pada awal episode, sekitar 1-3, kita disuguhkan cerita tentang tindak-tandung Lee Lim yang nggak jelas. Maunya apa sih orang ini menawarkan pembunuhan ke berbagai macam manusia yang memiliki nasib buruk. 

Lalu, Jeong Tae Ul bersama tim kepolisian Seoul juga seolah sibuk sendiri menyelidiki berbagai kasus pembunuhan yang nggak ada ujungnya, kasus orang hilang, serta beberapa bukti aneh yang menyiratkan adanya kehidupan dunia paralel tempat tinggal kerajaan Korea. 

Semua pihak seperti punya masalah dan kesibukan masing-masing yang nggak saling sinkron. Coba bandingkan dengan Crash Landing on You, di mana kita disajikan konflik awal yang langsung dapat diraba banyak orang, yakni tentang perjuangan Yoon Seri untuk kembali ke Korea selatan dengan aman dan nyaman. Namun, tujuan in dihambat oleh musuhnya kapten Ri, karena ia punya dendam ganda.

Saya rasa yang membuat King eternal Monarch terasa hambar, tak lain dan tak bukan adalah kisah cinta yang terkesan dipaksakan. Bagaimana mungkin seseorang yang baru saja bertemu bisa langsung jatuh cinta setengah mati begitu. 

Kisah cinta di antara tokoh utama biasanya mulai terkait melalui hubungan menyelamatkan dan diselamatkan. Polanya tak pernah jauh-jauh dari itu. 

Nah, Lee Min-ho dan Kim Go-eun belum melakukan proses itu tapi sudah berani menyatakan sarang Heo. Rasanya kurang gereget dari sisi cerita cinta-cintaan-nya. 

Padahal drama King: Eternal Monarch punya frame konflik yang megah, yakni tentang curi takdir orang lain di dunia paralel. Ini jelas menarik jika bisa diolah dengan lebih romantis.

Kalau diingat-ingat, gagasan soal dunia paralel ini agak mirip kan ya sama filmnya Jet Li jaman baheula yang judulnya The One. Berikut ini trailernya.




Dalam film ini, seorang polisi lintas dunia paralel membunuh semua kembarannya di dunia lain agar ia bisa bertambah kuat. Kalau di drama ini, pembunuhan dilakukan untuk mencuri nasib. Kira-kira begitulah perbandingannya. 

Saya rasa dari segi konflik lumayan oke lah. Hanya saja fans drakorian jelas akan kecewa berat kalau unsur romansanya mengecewakan. Dalam genre apapun, drama Korea memang mesti berhasil mengeluarkan chemistry tokoh utamanya agar menghanyutkan fantasi para fansnya. 

Rating drama ini terus menurun sejak rilisnya di episode pertama. Dengar-dengar sih minggu depan tokoh Kim Go-eun akan terjebak dan diteror sampai berdarah-darah di dunia kerajaan Korea. Yah, kita lihat saja Minggu depan apakah teasernya sesuai dengan isinya.   


No comments:

Post a Comment

Labels