Menu



Ranma 1/2 anime jepang
sumber: Kincir.com

Dear mak-emak. Lebaran gini ngapain aja di rumah? Masih riweuh ngurus menu spesial kah di dapur kesayangan?

Beberapa tempo hari, saya pernah mereview anime lawas berjudul Ranma 1/2. Dia adalah laki-laki yang bisa berubah menjadi wanita ketika terkena air dingin dan kembali menjadi laki-laki ketika terkena air panas. 

Yah, kita baikan saja ya kerandoman ceritanya karena sebenarnya Ranma ½ memiliki kisah yang amat romantis. Hampir di setiap episodenya diakhiri dengan adegan di mana Ranma dan Akane hampir menunjukkan perasaan satu sama lain. Hanya saja perasaan ini tersembunyikan oleh ego yang membumbung tinggi sampai ke awan. 

DI artikel kali ini, saya punya beberapa rekomendasi episode serial Ranma ½ yang cukup sayang untuk dilewatkan. Dalam episode yang saya tulis di bawah sini memiliki pola cerita yang mengedepankan konflik cinta antara Ranma dan Akane. So, langsung saja ke list-nya.


Episode 21

Dalam episode 21, Ranma dan Akane menghadapi tantangan terbuka dari pasangan siswa sekolah ski yang mampu melakukan atraksi berbahaya. 

Kebencian Ranma bermula dari perbuatan karakter laki-laki dari sekolah ski tersebut yang sengaja mencium dirinya dalam versi perempuan. Ranma langsung naik pitam. Ia berlari ke pemandian air panas untuk kembali ke versi laki-laki.

Selanjutnya, Ranma dan Akane akan bertarung di arena ski bersama dua siswa dari sekolah ski. Tapi, emang dasar si laki laki ski tadi mata keranjang pake banget, doi juga ternyata mengincar bibir akane untuk dicium. 

Di sinilah Ranma yang biasanya hanya bisa bersikap bodoh bisa berteriak dan bersikap lantang, “Akane adalah tunanganku. Jika kau berani menyentuhnya, akan kubunuh.” 


Episode 32

Dalam episode ini, Ranma kembali menambah jumlah musuhnya. Kali ini musuh barunya berasal dari hutan Amazon, satu kampung lah sama tokoh Shampoo yang jatuh cinta setengah mati pada Ranma. Mousse namanya.

Tentu saja tokoh baru ini sama gilanya dengan mereka semua. Mousse berubah menjadi bebek jika terkena air dingin. Kalau ditimbang-timbang, kesialan Ranma hanyalah seupil jika dibandingkan dengan penderitaan teman-temannya.

Mousse berencana membalas dendam dengan sengaja membawa serta air kutukan Jusenkyo dari Cina. Ia ingin mengubah Ranma menjadi bebek juga seperti dirinya. 

Mousse menculik Akane dan perkelahian terjadi karena Ranma jelas datang memenuhi umpan seperti ini. Air JUsenkyo yang tumpah ruah hampir mengubah seluruh yang ada di ruang tersebut menjadi bebek. 

Mendekati ending, Ranma melihat Akane tersiram air., lalu muncul bebek dari tempat jatuhnya Akane. Ranma sangat sedih. Ia lalu membawanya pulang ke rumah. 

Ayahnya Akane berkata bahwa Ranma mesti tetap bertanggung jawab dengan cara menikahi Akane bebek sekarang juga. Pesta langsung digelar. Ranma benar-benar hampir menikah dengan seekor bebek, sampai akhirnya ia berkata.

“Mau dalam bentuk bebek atau manusia kamu harusnya bersyukur Akane, karena masih ada yang mau menikahimu yang gendut dan tidak cantik.”

Tepat ketika kalimat itu selesai, Ranma dihantam oleh akane dari belakang. Happy ending.



Episode 37 

Episode ini dibuka dengan adegan kelas belajar membuat biskuit di sekolah. Seperti biasa, Akane yang gagal membuat biskuit merasa kecewa ketika Ranma justru memakan biskuit buatan Kodachi. 

Kodachi sebenarnya memaksa Ranma untuk mengikuti kemauannya dengan sebuah foto, di mana terlihat jelas Ranma sedang berusaha seperti sedang mencium Kodachi. 

Foto itu jelas sebuah kecelakaan yang sialnya momen itu berhasil ditangkap kamera melalui ajudan ninjanya keluarga Kodachi. 

Jadilah Ranma misuh-misuh dan menyerbu rumah Kodachi untuk mengambil negatif film tersebut. Untung saja zaman dahulu masih pakai negatif film ya. Kalau sekarang si Ranma dipastikan sudah mampus karena fotonya akan langsung diunggah Kodachi ke akun media sosialnya. 

Ujung-ujungnya, Ranma berhasil mendapatkan negatif film foto tersebut. Akan tetapi Akane marah besar. Ia minta putus.

“Tahu gak, sih? Kamu jelek kalau lagi cemburu gitu.” Ranma ngomong gitu ke Akane. Aaak, saya iri mak!

Akan masih cemberut.

“Oi, ada yang ketinggalan. Ini milikmu, bukan? Kalau tidak mau aku habiskan, ya.”

Ranma melahap biskuit buatan Akane sampai habis. Endingnya Ranma sakit perut berhari-hari. Saya suka dengan jalan cerita episode ini Sesuai dengan judulnya: cinta adalah penderitaan yang manis.

Over all, Ranma memang bulan tipe serial yang punya konflik serius. Tiap episodenya dihiasi dengan konflik receh yang enak untuk dinikmati satu per satu, sambil ngemil kue kering yang tak kunjung surut isinya karena lebaran yang sepi. 

Yah, ketimbang nostalgia mantan, mending kita nostalgia anime saja. Untuk next-nya, saya mau nuils soal Samurai X dan Captain Tusbasa. Sekian, saya mau cuci piring dulu.





0

Lee Min Ho Kim Go Eun Drama korea
sumber: Asianwiki.com

Disclaimer: Artikel ini tayang di website Terminal Mojok 21 April 2020

Babang Lee min Ho kembali ke peredaran dunia drama Korea. Dengan releasenya The King: Eternal Monarch, doi kembali menegaskan pesonanya dalam situasi work from home.

Sama seperti es krim Viennetta, kemunculannya di situasi genting seperti ini sungguh sebuah kebetulan yang mungkin akan menjadi obat kejenuhan karantina. Meski sekarang, es krim Viennetta sedang susah dicari keberadaannya.

Sebagai informasi, episode perdana drama ini berhasil meraih rating paling tinggi di kanal televisi SBS, yakni sekitar 11 persen. Pencapaian yang mengalahkan drakor Vagabond yang diperankan Lee Seung Gi tahun lalu.

Wajar saja sih episode pertama drama ini langsung melesat. Soalnya trailernya sendiri sudah membuat heboh dunia emak-emak perdrakoran. Terlihat di trailernya bahwa drama ini akan banyak memiliki adegan Lee Min Ho naik kuda putih. Iya, KUDA PUTIH. Alamak! Meleleh hati awak.

Trailer berdurasi satu menit ini berulang kali saya putar dengan harapan bisa memahami keseluruhan cerita melalui petunjuk yang sangat sedikit. Adegan trailernya sederhana, hanya Lee Min Ho berseragam pangeran, lalu naik kuda putih dan berpindah ke dunia lain.




Saking sedikitnya bocoran cerita yang diberikan dalam trailer ini, saya sampai hafal semua gerakan detailnya. Gerakan rambutnya ketika naik kuda, adegan Kim Go Eun ketika mengikat rambut, sampai adegan bulu kuda yang terkena angin badai ketika hendak menyebrang ke dunia lain.

Pelitnya cerita trailer yang dibagikan tim produksi pastilah berperan besar dalam memancing rasa ingin tahu penonton, sehingga efeknya bisa menaikan rating episode perdana dengan signifikan. Atau ini sebenarnya berasal dari efek Lee Min Ho yang naik kuda putih? Saya rasa jawabannya adalah kombinasi dari keduanya.

Secara singkat, drama ini menceritakan tentang cinta Lee Min Ho dan Kim Go Eun yang terhambat karena mereka berada di dunia yang berbeda. Lee Min Ho tinggal di Korea Selatan dengan sistem pemerintahan monarki sedangkan Kim Go Eun hidup di republik Korea.

Setelah episode pertama dan keduanya turun, rasanya cerita memang berjalan tepat seperti yang trailer berikan kepada penonton. Lee Min Ho yang langsung jatuh cinta kepada Kim Go Eun tanpa perlu waktu. Kemudian cintanya terhalang rintangan pertama yakni kekeraskepalaan Kim Go Eun dalam menerima Lee Min Ho karena ia terlihat seperti laki-laki setengah gila yang terkena sindrom pangeran.

Pada awal pertemuan, Lee Min langsung menawarkan Kim Go Eun untuk menjadi permaisuri demi membuktikan keberadaan dunia paralel di mana Korea berbentuk monarki. Kim Go Eun jelas misuh-misuh dan menganggap dia hanya orang gila yang banyak bicara.

Saya sih memahami perasaan Kim Go Eun. Perempuan mana coba yang mau dijadikan permaisuri oleh orang asing yang terlihat setengah gila meskipun orangnya seganteng Lee Min Ho? (((Saya mau))).

Lee min Ho sendiri sudah hiatus nggak main drama selama tiga tahun karena menjalani wajib militer. Jadi, drama ini adalah pelepasan rindu dari fans kepada idolanya yang kini sudah semakin tua, namun semakin ganteng.

Kominitas emak-emak drakorian di tempat saya tinggal saja sudah gaduh menyambut drama ini dengan pembahasan apakah kegantengan Lee min Ho itu asli atau palsu. Dilihat dari komentar-komentar yang menumpuk, sepertinya mereka bersepakat bahwa dia memang melakukan operasi plastik. 

Akhirnya pembahasan ditutup dengan anjuran untuk menyukai tokoh drama lain yang gantengnya asli, nggak kw pakai plastik-plastik.

Saya sendiri setuju bahwa Lee min Ho memang terlihat seperti seseorang yang kegantengnya terus bertambah setiap tahun. Nggak kayak kita-kita ini, yang nambah tiap tahun cuman keriput dan berat badan, bukannya gaji dan tunjangan pemerintah.

Saya heran juga. Di umur 32 tahun, bukannya jadi botak karena pengaruh usia, dia justru terlihat makin kinclong kayak pantat panci habis disikat pakai abu gosok. Kesel deh. Minum apa sih, bang? Formalin, yak?

Saya sama sekali nggak bermasalah sama kegantengan dia yang katanya palsu itu. Toh, yang bayar uang operasi dia sendiri. Toh yang merasakan ribetnya perawatan pasca bedah plastik juga dia sendiri. Dan enaknya justru berdampak pada masyarakat drakorian secara luas.

Bisa dikatakan, operasi plastik justru menguntungkan banyak pihak secara gratis. Efeknya bisa meredakan segala kegundahan hati atas segala ketidakjelasan finansial bulan depan; meredakan ketidakjelasan boleh mudik tapi jangan mudik; ketidakjelasan ojol boleh bawa penumpang atau tidak; atau ketidakjelasan soal KRL yang anehnya dipertontonkan di depan media bukannya dirapatkan secara kompak di belakang layar.
0

Ibu menyusui hormon
Ilustrasi ibu menyusui.

Disclaimer: Artikel ini pernah diterbitkan di website Terminal Mojok tanggal 8 Juli 2019

Sewaktu baru merencanakan kehamilan, saya pikir semua akan berjalan lurus. Di dalam angan-angan, saya yang waktu itu habis melahirkan langsung langsing dan cantik, sedang menyusui bayi yang sedang setengah terpejam. Setelah dedek bayi tertidur pulas, saya kembali mengurus cucian piring ditemani lagu A Whole New World. Ternyata ini memang hanya jadi angan-angan. Rupanya, saya dan iklan menyusui tak ubahnya seperti jomblo yang selalu ditemani drama Korea di malam Minggu.

Setelah punya dedek bayi, saya baru mengetahui beberapa fakta yang mungkin selama ini hampir selalu disembunyikan mamah muda yang selalu terlihat bahagia di Instagram. Di balik rasa lega karena sudah selamat menghantarkan manusia baru ke bumi yang sudah penuh sesak ini, ada perubahan fisik, hormon, serta tingkah laku yang turut serta hadir memeriahkan bahtera kehidupan dengan status baru sebagai seorang ibu.

Kenyataan soal bayi yang seringkali menganggap malam sebagai waktu untuk merayakan kehidupan dan siang sebagai waktu untuk bobo cantik, juga baru saya ketahui setelah memiliki anak sendiri. Seiring waktu, kita pun harus melatih skill baru yakni meletakkan bayi yang sudah tertidur di gendongan ke kasur tanpa terbangun. Saya juga harus terbiasa untuk makan, mandi, dan buang air dalam suasana hectic, karena dirongrong tangisan bayi yang tak ingin terpisah dari emaknya barang semenit. Sungguh emak keluarga Halilintar adalah sosok yang warbiasah. 

Fakta lainnya yang juga tidak pernah dibahas adalah rasa sakit ketika pertama kali menyusui. Yah, gegara melihat emak cantik di iklan yang selalu memasang wajah tersenyum saat menyusui, saya pun tak pernah tahu tentang resiko mastitis atau lecet pada payudara saat pertama kali menyusui. Seharusnya emak-emak di iklan tidak memasang wajah tersenyum sumringah dong ketika menyusui bayinya di depan kamera! Atau setidaknya tolong buat satu mata kuliah yang membahas semua hal ini, sehingga para mahasiswa yang sedang galau karena revisian skripsi tidak mengeluh, ”Mending nikah aja daripada ngerjain skripsi!”.

Tapi hal lain yang jelas jadi penderitaan utama ibu baru ialah stigma sosial yang kadang suka kelewatan. Bahkan, sindiran halus pun bisa membuat ibu sakit hati. Misalnya celetukan tak berarti seperti, “Kok gendutan, ya?”

Saran saya kalau ada yang nyeletuk begini segera sodorkan Undang-undang no 19 tahun 2016 tentang pidana body shaming dengan ancaman penjara maksimal empat tahun dan denda 750 juta rupiah. Yah, EMPAT TAHUN untuk celetukkan “Kok gendutan ya?”. Mamam! Wuahahahaha (ketawa jahat).

Sebenarnya, ada alasan khusus kita semua mesti menjaga kata serta perilaku di depan ibu pasca melahirkan. Secara teori ibu yang sedang mengalami proses melahirkan memang mengalami proses pasang surut hormon yang lumayan signifikan. Saat melahirkan, ibu akan mengalami tumpahan hormon endorfin untuk membantu tubuhnya sendiri mengurangi rasa sakit. Setelah itu, pada hari ketiga hormon ini akan menyusut tajam diikuti dengan hormon lainnya seperti estrogen dan progesteron. Pada momen seperti inilah, kaum emak-emak newbie di seluruh dunia akan rentan mengalami depresi. 

Secara empiris, saya pun mengalami hal ini. Ringkasnya, selama beberapa hari setelah melahirkan saya menjadi pribadi yang mudah sekali menangis. Apalagi setelah buka instagram dan melihat bahwa teman-teman saya sedang jalan-jalan cantik ke Korea sementara saya mandi saja belum sempat. Rambut acak-acakan, rumah acak-acakan, jiwa pun berantakan. Memang benar ungkapan bahwa kita akan bersedih ketika teman sedang mengalami petaka, tapi jauh lebih sedih lagi kalau mereka lebih bahagia.

Tapi, berkaca dari semua keluhan tentang betapa tidak enaknya jadi emak newbie, masih lebih tidak enak lagi menjadi perempuan yang merindukan status jadi emak-emak tapi belum jua diberikan kesempatan. Mungkin, dibalik perjuangan yang memang tak mudah itu, kita mesti banyak-banyak bersyukur.

Semua masalah pasti ada solusinya, katanya sih begitu. Kalau cuma harus jadi sedikit jelek, gendut, dan acak-acakan demi melihat buah hati yang bisa tumbuh dengan bahagia, mungkin itu hanyalah sebuah pengorbanan yang nilainya amat kecil.

Sementara itu, bisakah setidaknya bintang iklan ibu menyusui memakai sedikit realita dengan menggunakan artis yang dibuat sedikit jelek, gendut, dan acak-acakan?
0

Death Note Yagami dan L
Sumber: Kompas.com


Saya sedang tergila-gila dengan anime lawas. Setelah tempo hari saya menghabiskan waktu dengan menonton Ranma, kali ini anime yang akan saya bahas adalah Death Note. Sebuah anime yang memiliki reputasi luar biasa dengan genre fantasi thriller.

Saya pernah mendengar tentang anime ini ketika SMA. Namun, saya yang ketika itu masih muda belia dan tak tahu apa-apa tentang kepahitan hidup (ceile) menolak untuk menonton serial yang tokoh utamanya orang jahat. Anak muda memang begitu. Hanya suka yang hepi ending saja.

Setelah menikah dan mengalami seribu penderitaan cinta, akhirnya saya menemukan bahwa Death Note memang luar biasa menarik. Ia mengeksploitasi ketamakan bocah SMA yang memiliki kepintaran di atas rata-rata. Betapa kekuatan yang luar biasa bisa jadi senjata mematikan di tangan orang yang salah.

Sebagai tokoh bocah, Light Yagami memang oke banget sih. Ia memiliki psikopat terpendam yang sudah ditunjukkan penulis di awal cerita.

“Kehidupan memang sangat membosankan.”

Saya yang jelas punya otak biasa-biasa saja menjadi sangat penasaran apa yang ada di dalam pikiran orang jenius. Benarkan mereka merasa bosan dengan keseharian manusia yang dirasa hanya begitu-begitu saja?

Saya juga sering merasa bosan. Bosan cuci piring. Bosan cucian baju. Maaf, curhat. Wkwkwk.

Rasa bosan menjadi trigger pemicu masalah dalam serial ini. Shinigami alias malaikat pencabut nyawa yang kebosanan sengaja menjatuhkan buku Death Note. Manusia yang kebosanan bersenang-senang dengan memanfaatkan buku kematian untuk menjadi Firaun jenis baru.

Lalu, yang membuat plot cerita menjadi semakin menaik adalah keberadaan tokoh L sebagai antagonis dari bocah psikopat tadi. Ia sengaja memancing amarah bocah Yagami dengan memasang seseorang yang muncul di televisi. “

“Bunuh saja aku kalau bisa.”

Blam. Orang itu mati tepat saat masih on air. Sudah gila apa!

Dengan satu nyawa itu. L menjadi yakin bahwa tokoh misterius yang disebut Kira, nama sebutan untuk Yagami di dunia maya, adalah orang Jepang dan memiliki kendali atas kematian seseorang dari jarak jauh.

Saya sedikit kecewa karena melihat ternyata L kalah ganteng dibandingkan Light Yagami. Mental saya memang sudah rusak karena keseringan dapat wejangan di film korea bahwa orang baik pastilah ganteng.

L digambarkan seperti orang serampangan yang punya mata panda. Penampilannya justru lebih psikopat dibandingkan tokoh jahatnya. Lebih aneh pula. Tapi, pesonanya tetap nggak bisa ditolak.

Seorang diri, L bisa membuat deduksi tentang kemampuan misterius Yagami. Apalagi sekarang ada novel yang khusus menceritakan semesta L secara eksklusif. Aaak, saya pengen beli.


Animasi ini dirilis tahun 2006. Tahun segitu saya masih baru akil baligh dan sedang tergila-gila pada komik One Piece.  Penulis dan animator komik ini adalah orang yang berbeda. Tsugumi Ohba sebagai penulis narasinya, sedangkan Takeshi Obata menjadi ilustratornya.

Sebenarnya, saya belum menyelesaikan serialnya jadi belum bisa menjelaskan lebih jauh. Selanjutnya akan saya tulis lagi setelah cuci piring. Sekian.



0

King: Eternal Monarch
sumber gambar : https://twitter.com/verinagustianti/status/1251305666041405440


Tak bisa disangkal bahwasannya drama King eternal monarch pastilah mematahkan ekspektasi kebanyakan orang. Semua ini bisa dibilang salah drama sebelumnya yakni, Crash Landing on You yang berhasil membangun narasi cerita dengan begitu baik, di mana romantisme dan keseruannya punya porsi yang sama-sama dominan.

Bagi yang belum tahu, drama King Eternal Monarch bercerita tentang dunia paralel antara republik Korea Selatan dengan kerajaan Korea. Konfliknya dimulai ketika salah satu pengkhianat kerajaan korea berhasil memasuki dunia republik Korea menggunakan pusaka kerajaan yang ia curi.

Di dunia republik Korea Selatan, ia mulai melakukan transaksi tukar nasib antara penduduk republik dengan kerajaan Korea. Tokoh Lee Lim, si pengkhianat ini, mendekati sosok yang tampaknya punya nasib penuh derita lalu ia akan menawarkan takdir yang lebih baik dengan imbalan sebuah pembunuhan. Singkatnya seperti itu. 

Kesalahan King Eternal Monarch jelas terletak pada frame konflik yang terlalu rumit. Terlihat pada awal episode, sekitar 1-3, kita disuguhkan cerita tentang tindak-tandung Lee Lim yang nggak jelas. Maunya apa sih orang ini menawarkan pembunuhan ke berbagai macam manusia yang memiliki nasib buruk. 

Lalu, Jeong Tae Ul bersama tim kepolisian Seoul juga seolah sibuk sendiri menyelidiki berbagai kasus pembunuhan yang nggak ada ujungnya, kasus orang hilang, serta beberapa bukti aneh yang menyiratkan adanya kehidupan dunia paralel tempat tinggal kerajaan Korea. 

Semua pihak seperti punya masalah dan kesibukan masing-masing yang nggak saling sinkron. Coba bandingkan dengan Crash Landing on You, di mana kita disajikan konflik awal yang langsung dapat diraba banyak orang, yakni tentang perjuangan Yoon Seri untuk kembali ke Korea selatan dengan aman dan nyaman. Namun, tujuan in dihambat oleh musuhnya kapten Ri, karena ia punya dendam ganda.

Saya rasa yang membuat King eternal Monarch terasa hambar, tak lain dan tak bukan adalah kisah cinta yang terkesan dipaksakan. Bagaimana mungkin seseorang yang baru saja bertemu bisa langsung jatuh cinta setengah mati begitu. 

Kisah cinta di antara tokoh utama biasanya mulai terkait melalui hubungan menyelamatkan dan diselamatkan. Polanya tak pernah jauh-jauh dari itu. 

Nah, Lee Min-ho dan Kim Go-eun belum melakukan proses itu tapi sudah berani menyatakan sarang Heo. Rasanya kurang gereget dari sisi cerita cinta-cintaan-nya. 

Padahal drama King: Eternal Monarch punya frame konflik yang megah, yakni tentang curi takdir orang lain di dunia paralel. Ini jelas menarik jika bisa diolah dengan lebih romantis.

Kalau diingat-ingat, gagasan soal dunia paralel ini agak mirip kan ya sama filmnya Jet Li jaman baheula yang judulnya The One. Berikut ini trailernya.




Dalam film ini, seorang polisi lintas dunia paralel membunuh semua kembarannya di dunia lain agar ia bisa bertambah kuat. Kalau di drama ini, pembunuhan dilakukan untuk mencuri nasib. Kira-kira begitulah perbandingannya. 

Saya rasa dari segi konflik lumayan oke lah. Hanya saja fans drakorian jelas akan kecewa berat kalau unsur romansanya mengecewakan. Dalam genre apapun, drama Korea memang mesti berhasil mengeluarkan chemistry tokoh utamanya agar menghanyutkan fantasi para fansnya. 

Rating drama ini terus menurun sejak rilisnya di episode pertama. Dengar-dengar sih minggu depan tokoh Kim Go-eun akan terjebak dan diteror sampai berdarah-darah di dunia kerajaan Korea. Yah, kita lihat saja Minggu depan apakah teasernya sesuai dengan isinya.   


0

kartun babybus
Ilustasi kartun Babybus. sumber: APKpure.com

Saat menonton kartun babybus bersama anak tadi pagi, saya akhirnya menyadari bahwasannya ada stereotip bapak-bapak dalam dunia nyata yang jadi konten ceritanya. 

Kartun babybus itu sendiri merupakan tontonan andalan orang tua untuk mengendalikan para balitanya yang susah makan atau susah diam di rumah. Isi ceritanya cukup menarik, yakni sekumpulan hewan lucu, seperti panda dan kucing yang melakukan kampanye hidup sehat, berwaspada pada orang asing, dan cara mengendalikan situasi saat bencana.

Serial Babybus yang notabenenya berasal dari Cina, sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, seperti Indonesia, Korea, Inggris, dan Jepang. Babybus juga memiliki aplikasi permainan yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari lima puluh di playstore. Gurita bisnis babybus memang nggak bisa diremehkan.

Ini salah satu konten cerita Babybus di Youtube.




Konten cerita babybus yang paling saya sukai adalah tentang keluarga kucing. Kontennya sering menceritakan tentang keluarga kucing, yakni ayah, ibu, dan dua anak kucing yang hidup sehari-hari menghadapi persoalan dalam rumah tangga.

Uniknya adalah beberapa bagian tingkah laku absurd si bapak kucing yang kadang menggemaskan itu ternyata cukup mirip dengan kelakuan suami saya di rumah ketika dapat jatah menjaga anak. Berikut ini beberapa kelakuan bapak kucing yang punya kemiripan dengan tingkah bapak-bapak dalam dunia nyata.



Suka Mengambil Makanan Anak

Cerita kartun Babybus tentang ayah yang mengambil makanan anaknya tersedia dalam beberapa versi. Namun, versi yang paling terngiang-ngiang di dalam kepala saya adalah tentang ayah kucing yang mengambil donat anaknya secara diam-diam. 

Saya kagum sama penulis naskah cerita Babybus. Ia seperti hafal dan tahu bagaimana kelakuan seorang ayah ketika dapat tanggung jawab untuk menyuapi anaknya. Kalau dirata-rata, seorang ayah paling tidak memakan setengah dari porsi makanan ketika dapat tugas menyuapi anaknya. 

Apalagi jika model anaknya rada sudah makan dan picky eater. Tabiat ini jadi makin menjadi-jadi. 

Yang jadi pertanyaan adalah, apa itu berarti kelakuan bapak-bapak yang suka mencaplok jatah nasi anaknya juga dilakukan di negeri asal Babybus berada?


Sering ketiduran ketika disuruh istri menjaga anak
Ini adalah kelakuan bapak-bapak yang paling menjengkelkan. Ada di salah satu episode Babybus, di mana sang ibu kucing hendak pergi untuk jalan-jalan bersama geng sosialitanya. 

Kedua anaknya ditinggal di rumah bersama ayah yang tentu saja si ayah langsung tidur ketika ibu sudah pergi dari rumah. 

Cerita akhirnya adalah sang ayah dikerjain oleh kedua anaknya. Wajah ayah kucing didandani menggunakan kosmetik ibunya hingga menor nggak karuan. Begitulah azab kalau tidak bertanggung jawab menjaga anak, wahai bapak kucing!

Tingkah laku ini juga sering banget dilakukan seorang ayah ketika diminta menjaga anaknya di rumah. Begitu ibu pulang, tanpa sadar anaknya sudah membuat rumah jadi kapal pecah. 


Takut Minum Obat

Ada satu episode ketika bapak kucing sakit batuk dan ia lari dari istrinya yang terus memaksa minum obat. Karena cerita dari episode ini, saya jadi bisa memaknai keluhan beberapa istri di medsos yang menyebut bahwa suami mereka lebih terasa seperti anak ketimbang pasangan hidup. 

Kata banyak orang, laki-laki hanya bertambah tua, tapi tidak bertambah dewasa. Karena tetap berjiwa anak-anak begini, ayah adalah teman lebih menyenangkan untuk anak ketimbang ibunya saat sedang bermain.


Sayang Istri dan Keluarga

Meski gendut dan tambun, bapak kucing sebenarnya bisa diandalkan ketika sedang terjadi situasi darurat. Di dalam episode kebakaran hutan, bapak kucing mendadak terlihat tangguh. Sebagai tambahan, gerakan slow motion ketika ia menyelamatkan keluarganya dari kepungan api sungguh epik sehingga membuatnya terlihat gagah, meskipun realitasnya tidak. 

Bapak-bapak secara mayoritas juga pastinya begitu. Meskipun mereka senang bermain, selalu lalai ketika diberi pekerjaan rumah tangga, tetapi mereka bisa diandalkan di masa-masa genting.

Mungkin seperti bapak kucing, bapak manusia yang terlihat selalu santai sebenarnya punya prioritas dalam bertindak. Jika dirasa keadaan aman, maka ia akan mempersilahkan dirinya untuk bersantai dan menikmati momen hingga selalu ketiduran ketika disuruh jaga anak.

Sebaliknya, jika keadaan berubah genting, ia bisa menunjukkan ketangguhannya untuk menyelamatkan seluruh keluarga. Oleh karena itu, saya bertanya pada suami untuk membuktikan kebenaran asumsi saya ini.

"Mas, kamu punya prioritas dalam hidup?"

"Ada. Main PES."

Jawaban yang di luar dugaan.

"Hah kok gitu. Tapi kan kamu lebih banyak kerja daripada main PES."

"Iya, aku kerja supaya bisa menciptakan momen main PES dengan aman dan damai tanpa diganggu."

Asumsi memang hanya sebatas asumsi. 

0

Perang Opium RF Kuang

Judul: Perang Opium 
Penulis: R.F Kuang
Penerbit: Gramedia
Jumlah Halaman: 568 
Tahun Terbit: 2019

Saya paling membenci buku yang tipenya seperti ini, sangat seru, sehingga kita sebagai pembaca jadi ‘terpaksa’ membacanya sampai selesai, tak peduli pada cucian piring dan lipatan baju yang tumpukannya terus bertambah. 

Namun, ujung-ujungnya ternyata nggak tamat. MAsih ada lanjutannya! Kenapa nggak bilang dari awal sih kalau ini ternyata kisah serial!!!

Buku yang berjudul Perang Opium in merupakan debut dari penulisnya R.F Kuang, yang merupakan lulusan dari sekolah di University of Cambridge. Kisah buku ini merupakan fiksi yang mungkin akan mengingatkan kita pada perang opium yang benar-benar terjadi antara Inggris dan Cina abad 19. 

Meski punya pondasi cerita yang mirip, namun buku ini pada dasarnya mengubah semua bangsa-bangsa yang ada menjadi nama-nama baru. Bahkan saking seriusnya penulis menggarap cerita fiksi ini, ada peta di awal halaman yang bisa jadi pijakan pembaca untuk memahami keseluruhan cerita.

Kisah ini bercerita tokoh perempuan bernama Fang Runin, yang merupakan anak korban perang yatim piatu. Ia bekerja di toko yang sebenarnya melakukan jual beli opium illegal.
Keluarga Feng yang mengasuh Rin kemudian berniat menjodohkannya pada salah satu saudagar kaya yang sudah renta. Umurnya bahkan sudah tiga kali lipat umur Rin sendiri. 

Rin jelas berang. Ia bertekad untuk menempuh ujian Keju dengan harapan dapat masuk ke dalam sekolah militer Sinegard yang menggratiskan biayanya. Namun, untuk masuk ke Sinegard sendiri susahnya bukan main. Ia harus berhasil menyabet predikat lulus dengan nilai terbaik.

Rin lulus dengan peringkat pertama di Tikanny. Ternyata, Semua kesakitan yang Rin rasakan untuk lulus dari Keju hanyalah awal. Di Sinegard, ia kembali ditempa dengan cara yang jauh lebih sakit lagi.

Sebagai satu-satunya siswa yang berasal dari keluarga miskin, Rin sudah pasti sering dijadikan bahan ejekan oleh teman temannya bahkan dibenci oleh salah satu gurunya. Tetapi, ia bertindak offensive seperti biasa. Ia tak menyerah melawan semua halang rintang dan bertekad tak ingin kembali ke Tikanny untuk kemudian dinikahkan pada saudagar tua renta.

DI sini ia mulai berlatih ilmu bela diri dengan seorang guru eksentrik yang suka berbuat yang aneh-aneh, Jiang. Guru ini merupakan master di bidang Adab dan Pengetahun, salah satu jurusan ilmu yang sangat tidak favorit di mata siswa Sinegard lainnya. 

Kekuatan Rin yang sebenarnya mulai terkuak ketika momen pertempuran terbuka yang diadakan sekolah sebagai salah satu tes ujian akhir. Rin terdesak karena memiliki lawan yang sangat tangguh. 

Di momen ini, Rin membuka koneksinya dengan dewa api secara tidak sengaja. Ia membara. Diri Rin mendadak terbakar dengan hasrat untuk membunuh yang tidak dapat ia padamkan. Ia hampir membunuh lawan bertarungnya saat itu.

Rin yang berlari karena takut akan kekuatan nya sendiri kemudian diselamatkan Jiang.
Lewat guru inilah, Rin diajak untuk bisa melatih ilmu berkomunikasi dengan dewa. 

Melalui bahan psikotropika ringan yakni biji bunga Poppy, Rin diajak untuk berkenalan di dunia para dewa, menembus batas-batas dunia manusia yang fana. Di titik inilah nantinya ia diajak mengenali identitas asli tentang dirinya sendiri.

Perang opium kembali pecah ketika Negara Mugen melancarkan serangan langsung ke pusat Sinegard. Di sini, Rin melihat teman-temannya dibunuh satu per satu. Ia sangat marah dan ketakutan. Amarahnya yang membara menyulut lagi koneksinya dengan dewa phoenix sehingga ia membakar semua musuh yang tersisa dengan api yang berkobar dari seluruh tubuhnya tanpa terkendali.

Dari kejadian inilah, Rin akhirnya ditugaskan menjadi anggota divisi ketigabelas, tempat perwira yang memiliki kekuatan supranatural yang biasa kita sebut dukun, orang pintar, atau buku ini menggunakan istilah syaman.

Buku ini tidak ada habis-habisnya membuat saya terus merasa haus akan petualang Rin. Kisah Rin yang getir di Sinegard ternyata hanyalah awal. Rin terus mengalami penderitaan yang menuntutnya untuk terus berkembang menjadi pribadi baru yang lebih kuat.

Tokoh luar yang cukup saya sukai dari buku Perang Opium ini adalah Nezha. Pada awalnya Nezha adalah musuh Rin dalam sekolah militer. Karena Nezha adalah anak panglima naga, ia terbiasa jadi pusat perhatian. dan mengganggu Rin adalah salah satu cara Nezha mengumpulkan massa untuk menyanjung dirinya. 

Ketika masa-masa damai sudah berlalu, Nezha berevolusi. Ketika perang mengeluarkan sisi terburuk manusia, justru itu kebalikan untuk Nezha. Ia berubah menjadi sosok yang sama sekali baru. 

Sebagai penggemar romance, saya sedikit berharap akan ada kisah cinta antara Rin dan Nezha nantinya. Soalnya, Nezah itu manis banget sih ketika ada di momen perang. Sangat berbeda dengan kelakuannya waktu masih di Sinegard.

Ada kata-kata di buku ini yang sangat menyentuh tentang pertarungan Nezha dan Rin di sekolah. 

“Peperangan membuatku menyadari bahwa semua perselisihan di masa sekolah hanyalah sebuah kekonyolan.”

Kira-kira begitulah bunyinya. 

Sayangnya, di buku pertama ini nasib Nezha cukup buruk. Ia ditahan oleh pasukan Mugen sebagai tawanan perang. 

Semoga dirimu nanti selamat ya mas Nezha!

Rating buku ini 5 dari 5 . Perfecto. Saya sudah sangat lama tidak merasakan antusiasme dalam membaca seperti ini. Terima kasih atas cerita yang luar biasa mbak RF Kuang.

Hal yang saya nggak suka dari buku ini adalah tidak adanya pemberitahuan di depan buku bahwa ini adalah serial yang nggak langsung tamat! Dan kenapa info begini ada di halaman paling belakang!!! Saya merasa kena tipu. 

Sekian, saya mau cuci piring dulu sembari menunggu edisi keduanya. 

0

ranma 1/2 anime

Adakah ibu ibu di sini yang tahu serial anime Ranma ½? Itu loh, yang karakter utamanya laki-laki bernama Ranma, yang bisa berubah jadi wanita kalau tersiram air dingin, dan kembali menjadi pria ketika disiram air panas. 

Saya jadi penikmat kartun ini ketika tepat berstatus cewek-cewek remaja yang menjelang akil baligh. Dan melalui anime Ranma ½, saya mengerti betapa manisnya kisah cinta ala Ranma dan Akane yang selalu dihiasi dengan kelahi dan caci maki. Wkwkwk. 

Asli sih, buat saya yang waktu itu sedang merasakan jatuh cinta yang pertama kali, momen kartun Ranma termasuk yang memorable dan asyik banget.

By the way, kartun Ranma ½ ini merupakan karya dari Takahashi Rumiko. Beliau ini juga merupakan penulis komik Inuyasha. 

Komik Inuyasha bercerita tentang siluman anjing setengah manusia yang jatuh cinta pada dua perempuan, Kagome si dari dunia modern dan Keiko tokoh wanita masa lampau yang merupakan mantan pacar. 

Bisa dibayangkan lah, ya, betapa enaknya jadi anjing setengah manusia yang diperebutkan dua wanita cantik. Asem emang!

Serial Ranma pertama kali dirilis tahun 1987 dan masuk indonesia sekitar tahun 1992. Kemudian ditayangkan ulang lagi di tahun 2002. Nah, di tahun 2002 inilah, saya mungkin mulai menontonnya. Mungkin ya. Saya juga agak lupa, 2002 itu sudah 18 tahun yang lalu! 

Baru-baru ini saya lagi menonton kartun Ranma ½ di YouTube mulai dari episode 1. Mari kita bedah isi kartun Ranma ½ satu persatu.

Lagu Opening

Lagu opening versi Indonesia memang punya lirik yang cukup berbeda dari aslinya. Sebenarnya dari versi Inggrisnya. Kalau dibandingkan sama versi Jepangnya tentu saya tak tahu.

Saya akan tulis lirik lagunya di sini.

Yapapa yapapa inzanten
Mari bergembira bersama cinta

Jatuh cinta ranma ranma ranma
KIta menjadi teman selamanya

Katakan kau suka dengan tenang
Jangan seperti kuda liar

Bel tak berbunyi seperti angin
Dadaku jadi terasa hangat

karena kau hidup dihatiku
Sangat mengganggu jiwaku

Malam ini tak apa-apa
sampai esok pun tak mengapa

Bikin pusing kepalaku
jatuh cinta ranma ranma
Kita menjadi teman selamanya


Lirik versi inggrisnya

Yappa paa, yappa paa-don't know what to do
My heart is not a game-it's mah-jongg to you.
Yappa paa, yappa paa-feel like a shrew
Who needs boys? Don't you dare -
Make me wild like you.

Before you, boys got on their knees
Ranma, Ranma-it's me you always tease.
Since the day I ran into you
Ranma, Ranma you -
Stole my heart and you -
Don't you dare go and -
Make me wild like you.

Somebody tell me why it's so hard
To say those three words, "I love you"?
If I let myself give in to you
I'll become just as -
Wild as you!

Before you come in like a breeze
Won't you stop and ring the bell, please?
Before you make my heart a home
Why not tell me you love me on my own?
I'd be better off without you -
But just tonight it's alright...
Until tomorrow, all right.

Every time your eyes turn to me
Ranma, Ranma you -
Make me feel dizzy.
Someday we may be more than "friends"
Ranma, Ranma you've -
Gone and done it true -
Can't you see that you've -
Made me wild like you

Yak, bisa dilihat bahwasannya terjemahan versi indonesia memang memiliki perubahan yang lumayan banyak. Jadi lebih family friendly lah. 

Lirik lagunya sudah menggambarkan sih kalau isi ceritanya adalah tentang tarik ulur cinta antara ryanma dan tokoh aku, yang tak lain dan tak bukan adalah Akane Tendo.  

Kalau dari lirik versi Inggris ada kata-kata bahwasannya hanya Ranma lah yang selalu menggoda ‘aku’ sampai kesal di saat laki-laki justru menghambakan diri.

Kalau di versi Indonesia istilah ini diubah menjadi ‘karena kau hidup dihatiku, sangat mengganggu jiwaku’. 

Saya jelas lebih suka versi Indonesianya, lebih galau, euy. Lebih sweet juga. 

Yang dulu selalu jadi pertanyaan ketika saya masih bocah adalah lirik ‘Malam ini tak apa-apa, sampai esok pun tak mengapa’. Apa maksud dari pernyataan cinta yang tiba-tiba berubah haluan ke ‘malam hari nggak apa apa’? 

Itu pertanyaan yang sampai hari ini masih saya asumsikan saja jawabannya.

Next.

Narasi Cerita

Inti cerita Ranma 1/2 adalah petualangan cinta Ranma dan Akane, di mana keduanya sangat gengsi dalam mengutarakan perasaan yang sesungguhnya. 

Ini kali, ya, yang yang membuat ceritanya begitu nagih. Sebagai pemirsa. saya hampir selalu berharap bahwa next episode akan menampilkan adegan yang lebih hangat antara Akane dan Ranma. 

Salah satu adegan yang cukup memorable adalah ketika Akane diculik sama tokoh antagonis yang ingin menjadikannya istri. Ranma yang ingin menyelamatkan Akane berteriak pada tokoh jahat tersebut, “Mengapa kamu tertarik padanya. Ia adalah wanita paling keras kepala, tomboy, payah dalam memasak, dadanya rata, pinggangnya jelek, dan sangat kasar.”

Akane marah lalu malah menyerang Ranma dan pergi bersama penculiknya. Begitulah.

Namun, masih dalam cerita yang sama, Ranma berteriak pada tokoh jahat tersebut dengan lantang ketika ia sedang berada di ujung nasib buruk karena hampir mati jatuh dari kereta, “Jangan berani-berani menyentuh Akane. Dia adalah tunanganku.” Begitulah. 

Buat para penikmat cerita cinta yang berbau setengah-setengah, menggantung nggak jelas, dan penuh dengan intrik asumsi serta  PHP, Ranma memang sempurna banget untuk mengisi rasa haus itu. 

BUT

Ranma ½ sebenarnya penuh dengan intrik  dewasa dan nggak cocok blas lah buat ditonton anak SD yang belum akil balig. Banyak adegan di mana Ranma ketika sedang jadi wanita berlarian tanpa mengenakan kaos. Yes, topless. 

Ada juga tokoh yang sangat mengganggu mata yakni si kakek Hopposai mesum dengan hobi mencuri baju dalam wanita. Aih, tokoh ini punya ilmu beladiri yang tinggi, namun mukanya jelek, dan sangat menyebalkan. 

Selain itu, kisahnya kumayan bagus kok. Kita akan dibuat untuk selalu merindukan momen Akane dan Ranma saling tolong-menolong di masa genting. 

Perasaan cinta tanpa pengakuan kata-kata memang gak bagus buat psikis di antara kedua pasangan. Bisa bikin kerumitan hidup yang tentu saja ini hanya terlihat indah dalam drama dan anime, nggak untuk di dunia realita. 

Ada yang tahu endingnya Ranma 1/2?

Saya pernah dapat e-komik dari teman tentang hal itu. Tapi nggak tahu juga sih benar atau enggaknya.

Intinya mah, di dalam sebuah plot, terjadi peristiwa Akane hampir mati karena menyelamatkan Ranma. 

Ranma yang begitu sedih melihat Akane yang sudah tak berdaya, berteriak keras, bahwa ia sangat mencintainya. 

Akane terbangun karena air mata Ranma lalu menagih kata-kata cinta lagi.

Mereka berdua beneran hampir menikah lalu kembali berkelahi di depan altar. Begitulah. Tampaknya Akane dan Ranma memang ditakdirkan untuk jomblo saja sampai mati.  

0



Tiba-tiba saja, Saya melontarkan pertanyaan pada mas misua pada suatu malam.

Mas, kok kamu nggak pengen baca artikelku di Mojok yang dapat fee 300 ribu itu?

Kamu pengen aku baca? Yaudah mana sini. 

Kok gitu jawabannya. Nggak usah aja deh. (Jawaban ngambek khas istri)

Sepotong percakapan itu akhirnya memancing saya untuk berkata bahwa dulu saya punya mimpi untuk menikah dengan pasangan yang sama-sama suka baca buku, sama-sama suka menulis.

Tapi setelah mendapatkan seseorang yang di luar ekspektasi, ternyata enak juga punya pasangan yang beda hobi. Saya jadi bisa minta tolong dalam banyak hal. 

Minta tolong menyanyikan lagu Yogyakarta pakai gitar. Minta tolong bikin desain logo blog. Minta tolong untuk buat mock up buku di instagram. Minta tolong untuk semua hal yang nggak bisa saya lakukan sendiri sama sekali. 

Dia tertawa, dan menjawab

Aku juga dulu pernah mimpi untuk menikah dengan gadis desa yang selalu nurut sama suami.

Kenapa gadis desa? Aku bertanya.

Nggak tahu juga. MUngkin karyen gadis desa itu identik dengan cantik dan nurut sama suami. 

Aku tertawa dan langsung menyahut, “Jadi, menyesal kah dapat cewek kapitalis yang disuruh bikin teh aja minta imbalan pujian langsing 10 kali?"

Jawabannya saya sensor untuk saya simpan sendiri.

Malam itu, kami mengobrol sampai rahang terasa sakit. 

Ia bercerita tentang komunitas desain yang pernah menegur salah satu anggotanya yang menggunakan aplikasi adobe palsu. 

Anggota itu beralasan bahwa bayar Adobe asli itu mahalnya minta ampun dan ia belum sanggup. 

Juga berceirta tentang aplikasi desain bernama afinity yang bayarnya cuman 400 ribu untuk seumur hidup dengan tampilan yang sudah serupa dengan adobe. 

Namun sayang disayang, aplikasi ini nggak bisa mengubah filenya dalam bentuk dot ai, sehingga nggak bisa dipakai untuk jualan gambar dan kompetisi logo di marketplace website-website terkenal.

Malam itu aku bercerita soal sastra yang kebanyakan sudah tak lagi punya cerita cinta yang santun, seperti novelnya buya hamka jaman dulu.

Padahal, semakin ke sini, cerita novel semakin beragam dengan berbagai pilihan rasa. Ada yang kece badai karena mengangkat momen sejarah di tahun 1998. Ada juga yang keren dengan mengangkat budaya dan historis sejarah Jawa. Tetapi, rata-rata tokoh utamanya selalu digambarkan dengan tingkah laku yang nggak cocok untuk dibaca anak SMA. 

Berhubung saya sudah mak-emak, membaca adegan perkembangbiakan nggak akan jadi distraksi untuk bisa memahami konflik utamanya. 

Tapi kalau yang baca anak SMA kan lumayan berabe. Padahal saya berharapnya anak bocil begitu bisa punya bahan bacaan yang berkualitas tanpa sisipan seks bebasnya.

Saya merindukan novel sastra seperti kambing dan hujan versi baru, di mana memiliki cita rasa yang tinggi, tapi tetap manteb dengan mengangkat fenomena ketika NU dan Muhammadiyah masih sering saling serang.

Saya juga bercerita tentang komunitas Institut Ibu Profesional, di mana saya kembali menemukan diri sebagai aku, bukan seorang ibu atau seorang istri. 

Penemuan tentang eksistensi diri seperti ini ternyata sebuah kebahagiaan yang belum tentu bisa ditemukan oleh ibu rumah tangga yang kehilangan lingkaran sosialnya. 

Cerita malam ini ditutup dengan sejarah suku Bugis yang enggan menikahkan anaknya dengan suku Makassar, yang ternyata punya sejarah seperti suku Sunda dan Jawa yang katanya pamali untuk saling menikah.

Sekian dulu karena rahang dan jari saya sedang nyeri semua. Cuci piringnya ditunda besok-besok. 

0

Labels