Menu

Catatan Harian Sang Pembunuh: Buku Misteri yang Penuh Jebakan Berliku

Novel Misteri Kim Young Ha

Judul: Catatan Harian Sang Pembunuh
Penulis: Kim Young-ha 
Penerbit: Gramedia 
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 160

Buku ini merupakan another lagi cerita psikopat dari Korea Selatan. Akhir-akhir ini memang industri novel korsel lagi berkembang luar biasa. Mereka mulai menjajah manusia pembaca buku dari berbagai genre, percintaan sampai pembunuhan. 

Buku ini sendiri punya model bercerita gaya baru yang seperti buku diari. Pembaca akan diajak mengintip isi pikiran seorang psikopat tua yang mengidap penyakit alzheimer. Lewat sudut pandang inilah, pembaca akan didorong untuk bersimpati pada tokoh utama, meski ujung-ujungnya penipuan jua lah yang jadi endingnya. 

Yah, begitulah nasib pembaca buku misteri yang sudah terbiasa ditipu penulis.

Sinopsis


KIm Byeong-su, seorang manula yang hidup bersama anaknya, merupakan mantan pelaku pembunuhan berantai di zaman dulu ketika korea sedang rusuh karena Perang Teluk. Kasusnya tak terpecahkan dan dianggap pembunuhan acak yang dilakukan mata-mata Korea Utara. 

Pada suatu hari lelaki tua ini mengalami kecelakaan dan membuatnya harus melakukan operasi otak. Lewat kejadian inilah hasrat membunuh Kim Byeong-su menghilang sama sekali.

Beranjak tua, tokoh Kim kita terkena penyakit alzheimer yang membuatnya pelan-pelan melupakan kehidupannya di masa sekarang. Seiring dengan hal tersebut, memori masa mudanya ketika membunuh menjadi semakin jelas. Ia mulai menuliskan semua memori yang ia ingat ke dalam buku dan rekaman.

Konflik terjadi ketika Eun Hee, anak angkat Kim, memiliki pacar yang mencurigakan. Pacar Eun Hee terlihat seperti sosok diri Kim semasa muda, tepat seperti seorang pembunuh. Bahkan, Kim merasa pernah bertemu pacar Eun Hee dalam keadaan penuh darah. 

Ketika itu, kasus pembunuhan dan pemerkosaan memang sedang meningkat intensitasnya di sekitar lingkungan mereka. Lingkungan pedesaan di sekitar lereng gunung yang sepi, apalagi rumah Kim terletak di sudut dan dikelilingi hutan bambu, membuatnya semakin khawatir dengan keselamatan Eun Hee.

Kim kebingungan. Ia merasa harus melakukan satu pembunuhan lagi demi melindungi putrinya sendiri. Namun disisi lain, ia kewalahan karena ingatannya yang terus luntur membuatnya sulit mengingat bahwa ia harus membunuh pacar Eun Hee. 

Berhasilkan Kim menyelamatkan Eun Hee?

Cara Penyajian Cerita

Ini adalah salah satu kisah yang cukup unik. Cara penulis membagikan fakta benar-benar diatur sesuap demi sesuap lewat buku diari Kim Byeong-su. Jadi, sepanjang cerita kita seperti mengintip buku diari orang lain. Tepat seperti itu rasanya.

Gara-gara gaya bercerita yang seperti ini, saya jadi bersimpati setengah mati pada Kim Byeong-su, meskipun endingnya saya sudah menduga pasti ada penipuan yang sudah dibuat penulis. Saya sudah terbiasa ditipu buku misteri, jadi saya sudah terbiasa untuk nggak berharap akan ada ending yang bahagia.  

Buku ini terasa seperti di pertengahan antara bagus dan tidak. Dari segi konflik terkesan biasa saja, tapi berkata gaya bercerita yang memberikan fakta sedikit demi sedikit seperti ini membuat saya jadi antusias untuk membaca sampai ending. Apalagi jumlah halaman buku ini cuman sedikit. 

Konflik yang terjadi kebanyakan memang terjadi dalam batin tokoh utama. Sebagai seorang penderita alzheimer, ia sering merasa kebingungan sendiri. Buku diarinya juga ditulis dengan alur yang meloncat-loncat. Kadang ia terdampar di suatu tempat dan tak ingat harus melakukan apa. Kadang juga, ia hanya menuliskan sebait puisi favoritnya. 

Yah, menikmati novel pembunuhan dalam kerangka pikiran seorang manula penderita alzheimer merupakan pengalaman baru buat saya. Jenius sih. Saya Jadi bisa meraba-raba rasanya jadi seseorang yang tua dan pelupa. 

Yak sekian dulu reviewnya, saya lupa belum masak buat anak.  

No comments:

Post a Comment

Labels