Menu

Belakangan ini ebook emang lagi naek daun. Selain karena banyak giveaway bertaburan di beberapa aplikasi membaca, namun juga karena harga buku fisik makin menggigit.


Sebenarnya jika dibandingkan dengan kenaikan harga buku, menu di Pepper Lunch jelas lebih mahal, bedak Make Over juga jelas lebih mahal, apalagi lipstiknya L'oreal. Tapi yah, nasib menjadi buku adalah siap diprioritaskan ke list yang paling akhir. 


Akan tetapi, di jaman yang serba pake hape seperti sekarang ini, biaya untuk membaca sebenarnya bisa banget diminimalkan. Aplikasi membaca gratis sekarang buaaanyak, bertebaran bagai bintang di angkasa. Tinggal pemilik hape lah yang memilih mau aplikasi membaca yang seperti apa. 


Ada yang bentukan platform macam Wattpadd, Cabaca, Mangatoon dan Storial, di mana buku yang tersedia dibuat oleh penulis pemula yang sedang menjajal nasib. Meski banyak karya pemula, banyak kok karya bagus yang tersedia di aplikasi semacam ini. Bahkan, beberapa aplikasi menyediakan layanan seperti seleksi yang ketat serta editing dari timnya, sehingga karya yang dipajang sudah memiliki kualitas tertentu sesuai dengan standar.


Namun, kali ini yang saya ingin bahas adalah aplikasi membaca buku yang sudah diterbitkan. Yak, langsung aja kita bahas sebelum anak saya bangun dari bobo cantiknya.

1. Ipusnas


aplikasi ipunas


Untuk sementara ini, Ipusnas adalah aplikasi membaca buku yang paling lengkap, meski kurang update. Sungguh ini cukup disesalkan bagi kalangan emak-emak yang pengen ngirit. Mesti banget sabar menanti buku baru untuk bisa diunduh di aplikasi Ipusnas. 

Sebenarnya, saya sudah sangat bersyukur sih dengan adanya aplikasi ini. Begitu banyak list yang ada di daftar membaca bisa dipuaskan hanya dengan membaca di hengpong jadul, Gratis pula. Jadinya kan anggaran belanja bukunya bisa dialokasikan untuk belanja skin care, hihihi. 

Tapi, ya, semoga saja pemerintah bisa memperbesar anggaran untuk update buku baru, sehingga Ipusnas gak melulu menbanggakan koleksi buku terbitan tahun lawas di postingan Ig-nya. Kan bangga kalau bisa pamer koleksi ebook terbaru Ipusnas di medsos, ya tho?

2. Gramedia Digital


aplikasi gramedia digital

Untuk melengkapi hasrat membaca, aplikasi ini cukup mumpuni lah. Kelebihan aplikasi ini adalah update banget sama buku terbitan baru, tapi cuman khusus terbitan Gramedia loh ya. Anda juga bisa membaca banyak majalah, komik, harlequin, sampai majalah Bobo di aplikasi ini. Asyik, kan?

Yang gak asyik apanya hayoo? Bayarnya!

Gak juga sih, hehe. Bayarnya juga mahal-mahal amat kalau dibandingkan sama harga buku fisik yang sekarang harganya nyampe 100 ribu per bijinya. Apalagi satu akun di aplikasi ini bisa dipakai hingga lima orang. Jadi per orang cuman patungan 20 ribu. Seharga mangkok bakso di mal lah. 

Tapi, buat penggemar Andrea Hirata dan Dewi Lestari, tetep mesti berburu buku fisik. Soalnya, buku-buku terbitan Bentang jelas ga ada di aplikasi ini.

3. Ijak

aplikasi membaca ijakarta


Ijak sama Ipusnas sebenarnya sama saja. Hanya saja, ijak lebih aktif membagikan challenge berhadiah di akun medsosnya.


Buat para pembaca yang transaksional dan para pemburu giveaway, Ijak cukup penting sih buat didownload dan difollow akun Ig-nya. Hadiahnya macam-macam loh, mulai dari bingkisan, voucher belanja buku, sampai uang tunai.

Membaca ebook itu asyik loh, selain ringkas karena udah ada di HP, juga tidak ada resiko untuk hilang dan dirusak oleh anak. Sekian aplikasi membaca rekomendasi dari saya. Sampai jumpa lagi setelah cuci piring.

0

The Heirs Drama KOrea


Buat mamak drakor, pasti paham banget ada begitu banyak micin yang bertaburan di sepanjang drama Korea. Rasanya cara mereka menciptakan alur tokoh utama ke konflik paling panas di episode 10-an ke atas itu bisa sangat candu. Bisa bangetlah ngebuat kita jadi lupa cuci piring dan masak di rumah.

Padahal inti ceritanya paling ya ga jauh-jauh dari bucin dan cinta mati. Paling santer ada konflik keluarga atau tentang penyelidikan kejahatan kasus. Tapi, ya, alur flow cinta-cintaannya itu tetap menjadi racun yang efektif.

Akhir-akhir ini saya kembali nonton drama lawas The Heirs yang dulu semasa kuliah saya caci maki karena ga begitu bagus,  menurut saya waktu itu. Setelah nonton ulang, ternyata ga sejelek itu.

Saya baru menyadari bahwa penulis skripnya memang jenius untuk menciptakan flow konflik untuk membuat kedua tokoh utama menjadi dekat dan semakin kasmaran. Mari kita kupas satu per satu candu candu ini.

Kupas Tuntas Flow Cerita di Drama The Heirs


Pada episode pertama, tokoh cewek Cha Eun Sang, yang diperankan Park Shin Hye pergi ke Amerika untuk menemui kakak kandungnya, yang katanya mau menikah. Sesampainya di sana, ternyata kakak Cha Eun Sang ini jadi pelayan dan hidup bersama pria Amerika tukang mabuk yang bahkan punya selingkuhan. 

Dari mana Cha Eun Sang bisa menemukan dengan mudah rumah tinggal sang kakak bahkan bisa sampai ke restoran tempatnya bekerja padahal ga bisa bahasa Inggris? Anggap saja ini berkat takdir cinta.

Di sinilah titik temu tokoh cewek dengan tokoh cowok bernama Kim Tan, yang diperankan babang Lee Min Ho. Kim Tan itu sendiri merupakan anak dari istri kedua pemilik perusahaan besar, Jeguk Grup.

Ia ada di Amerika dengan alasan pengasingan, begitu sih pemikiran Kim Tan itu sendiri. Intinya, Kim Tan memiliki masalah yang cukup complicated dengan keluarganya.

Kedua orang ini bertemu karena salah seorang teman kim Tan mencuri bubuk kacang dari tas Cha Eun Sang karena salah mengira itu adalah narkoba. Berhubung tokoh ga penting itu alergi kacang, ia langsung semaput dan masuk rumah sakit. Nasib Cha Eun Sang itu sendiri juga kacau. Paspor dan bubuk kacangnya disita untuk jadi bahan penyelidikan di kepolisian.

Cha Eun Sang menggelandang di jalan karena kakaknya sudah kabur sambil membawa uang yang dibawanya. Dan, seperti yang sudah dapat diduga mak emak, bahwa salanjutnya Lee Min Ho memberikan tumpangan di rumahnya.

Setelah ini jokes di keduanya cukup hangat untuk diikuti. Cha Eun Sang menuduhnya pengedar narkoba karena bisa memiliki rumah sebesar itu di Amerika. 

“Kamu yakin aku cuma pengedar? Sepertinya ginjalmu masih lengkap dan sehat.” dengan mimik muka ganteng Lee Min Ho. Kelebihan film ketimbang buku adalah bisa melihat raut muka daun muda yang segar macam Lee Min Ho ini.

Konflik kecil ini terus mengalir sehingga membuat keduanya semakin dekat. Lelaki pemabuk yang jadi kekasih kakak Cha Eun Sang marah-marah dan mengejar Cha Eun Sang untuk meminta pertanggungjawaban. Lee Min Ho datang untuk menyelamatkannya dan kemudian para preman teman pria pemabuk datang untuk mengejar Cha Eun Sang dan Lee Min Ho. Jalan ceritanya bahkan sudah ribet sedari episode satu.

Saya baru menyadari begitu banyak masalah kecil yang sengaja dibuat untuk mendekatkan para tokohnya, istilah para wanita : TAKDIR CINTA.

But, episode akhir ga begitu berhasil seperti episode awalnya. Rasa episode akhir cukup membosankan dan membuat ngantuk. Mungkin ini karena pasangan muda mudi itu sudah tak lagi saling goda untuk cari perhatian. 

Tapi rasanya bukan itu alasannya. Jokesnya. Jokes di episode akhir mendadak menghilang dan diganti dengan adegan sedih. 

Adegan perpisahan di drakor juga tipikal banget. Si cewek yang dipaksa pergi pastinya akan memberikan sebuah perpisahan dengan bertingkah laku amat baik di depan cowok. Lalu tiba-tiba keesokan harinya, ia menghilang macam Avatar yang tenggelam di laut kutub selatan.

Adegan ini sebenarnya sangat membosankan. Adegan peluk peluk  membosankan. Kissing kissing nya juga boring banget. 

Malah yang lumayan bagus di bagian separuh akhir adalah korelasi hubungan Lee min Ho dengan tokoh kakak angkuhnya. Makin ke belakang, mereka semakin manis dan lucu. Emang kok, unsur jokes dalam sebuah fiksi adalah hal yang cukup signifikan.

Konflik konflik ringan sebagai pengantar tokoh utama ke konflik utamanya adalah:

1. Kakak Cha Eun sang sebagai pengantar mereka berdua bertemu di Amerika

2. Tokoh Yoon Chang, sebagai tokoh yang membuat Lee Minho cukup cemburu saat di Amerika

3. Tokoh mamak Lee Minho, sebagai tokoh yang cukup punya peran banyak. Ia berkembang seiring perjalanan drama, dari yang lemah menjadi bisa memutuskan jalan hidupnya sendiri.

4. Choi Yong do yang diperankan babang Kim Wo Bin, punya peran sebagai biang onar di sekolah. Tukang ganggu Cha Eun Sang, sekaligus menyimpan aib Lee Minho dengan status anak haram nya.

That's all. Sekian kupas tuntas racun drakor serial The Heirs. Saya akan kembali menulis seputar racun drakor dengan judul yang berbeda. Chau.

0

The Silent Patient Alex Michaelides


Judul Buku : The Silent Patient
Penulis: Alex Michaelides
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: 2019
Jumlah Halaman: 400


Buku ini merupakan kisah dengan genre misteri, di mana kasus diawali oleh kematian tokoh suami yang jelas dibunuh oleh sang istri dengan menembakkan lima peluru tepat di wajahnya.

Ngeri ya?

Yup, perjalan kisah dalam buku ini sebenarnya nggak creepy creepy amat kok. Sudut pandang "aku" yang menjelaskan segala peristiwa di dalamnya merupakan dokter psikoterapis yang menangani sikap bungkam sang istri setelah membunuh suaminya dengan brutal.

Meski terkesan membosankan pada halaman awal, tetapi begitu plotnya menyentuh konflik utama, semua berjalan dengan cepat. Buku berhalaman empat ratus ini sama sekali gak terasa berat dan tetiba aja udah habis dengan ending yang juga cukup mencubit, karena tebakan saya salah total soal perkiraan pelaku yang sebenarnya.

So, berikut ini adalah sinopsisnya.

Sinopsis


Tokoh "aku" di dalam cerita ini adalah Theo Faber, seorang psikoterapis forensik yang memang sering menangani kasus penyimpangan perilaku dari pelaku kejahatan. 

Kasus Alicia sangat menarik minatnya dan membuatnya mengajukan permohonan pengunduran diri dari pekerjaan lamanya. Ia berusaha melakukan pendekatan terkait kasus Alicia yang masih penuh tanda tanya hingga sekarang. 

Kasus Alicia jelas adalah kasus pembunuhan. Ia ditemukan menembak suaminya dengan pakaian yang sudah penuh darah. Ia diadili tanpa adanya perlawanan sama sekali, karena ia sudah berhenti bicara sejak kasus itu terjadi. Satu-satunya petunjuk adalah lukisan Alicia yang dibuat tepat setelah ia membunuh suaminya. Yang sebenarnya bisa dibilang justru membuat masalah semakin tidak jelas.

Bedah Kupas Cincang per Bab

Secara general, buku ini dibagi menjadi tiga bagian, yang dibatasi dengan quotes seputar psikologis dari Sigmund Freud.

Bagian satu : "Dia yang mampu melihat dan mendengar pasti yakin, tak ada manusia yang sanggup berahasia. Bila bibirnya diam, jemarinya mengoceh, pengkhianatan menguap dari setiap porinya."

Bagian dua: "Emosi yang terpendam tidak akan pernah mati. Semua itu terkubur hidup-hidup, dan akan muncul kelak, dengan cara yang lebih buruk."

Bagian tiga: 
"Tak seharusnya kisah biasa kusebut keanehan. Kupikir itulah bahaya menyimpan buku harian. Kau lebih-lebihkan segalanya, kau mencari-cari, dan kau terus melenceng dari kebenaran."

"Sebenarnya jujur bukan sifatku, tapi kadang tanpa sengaja aku berkata benar."

Kisah dalam buku ini berputar di dalam dongeng Alcestis, di mana seorang istri yang setia dipaksa melakukan pengorbanan untuk menuju kematian menggantikan sang suami. Kampr*tnya adalah, setelah sang istri mati, ia kemudian diselamatkan oleh salah seorang dewa dan kembali menuju kehidupan.

Sayangnya, setelah kembali hidup, sang istri menjadi bisu. Ia tak pernah bicara lagi selamanya.

Tragedi. Drama khas kesukaan manusia, tepat seperti kehidupan itu sendiri.

Selain itu, nilai-nilai psikologis juga amat kentara. Sebagai seorang tokoh utama, peran dokter psikoterapis Theo sangatlah kental memengaruhi jalannya plot cerita. Pembaca disuapi dengan pelbagai teori seputar psikologis. Contohnya adalah bab 15 bagian dua, saat Theo sedang menginvestigasi Paul Rose, sepupu Alicia.

Tepat seperti quotes yang ada di awal bab, Theo ingin mengorek luka Alicia di masa lalu yang menyebabkan ia sanggup membunuh Gabriel, suaminya, dengan cara yang sadis.

“Seorang psikiater yang pernah bekerja selama tiga puluh tahun di dalam kasus pedofil, semua yang ia temui pernah dianiaya semasa kecil. Bukan berarti semua anak yang teraniaya akan menjadi seorang pdeofil. Tetapi, mustahil bagi orang yang tidak pernah dianiaya akan menjadi seorang pelaku pelecehan.”

“Bayi tak dapat membenci ibunya, jika ibunya tidak lebih dulu membenci si bayi.”

“Sewaktu masih bayi, kita adalah spons yang polos, lembaran yang bersih, dan hanya membutuhkan hal hal yang mendasar. Makan, buang hajat, mencintai, dan dicintai. Tapi timbul masalah tergantung dari situasi tempat kita lahir, dan rumah tempat kita tumbuh. Anak yang disiksa dan dianiaya takkan pernah mampu membalas dendam di dunia nyata, karena tak berdaya dan tak mampu untuk membela diri, tapi ia sanggup dan pasti memendam khayalan penuh dendam.”

Buku ini adalah salah satu novel misteri yang enak buat dinikmati, ringan, terjemahan yang bagus, gaya bercerita mengalir sehingga pembaca gak sadar sudah menuju akhir buku dengan cepat. Satu lagi sih yang cukup oke: plot twistnya.

Jadi, di setiap bab cerita ada selipan cerita dari penulis, entah itu tentang istri Theo, Kathy, atau tentang diari Alicia. Dan ternyata setelah melihat ending yang seperti itu, kita akan mengerti bahwa selipan kisah istri Theo merupakan masa lalu dan Theo terlibat seratus persen atas teror yang dirasakan Alicia selama hidupnya.

Bagian ending memang merupakan yang menarik, selain bagian pembukanya. Mungkin karena dua bagian ini, novel ini menjadi enak banget buat dibaca, meskipun kasusnya itu sendiri tidak terasa begitu spesial. 


Latar Lingkungan dan Kehidupan Alicia


Bagian pertengahan buku , cerita akan banyak membahas soal kehidupan Alicia, teman-teman, serta masa kecilnya. Layaknya pembahasan seorang psikolog, buku ini pastilah menyuguhkan masa kecil Alicia yang ternyata gak enak.

Ia dibenci ayahnya dan dianggap bersalah atas kematian ibunya. Kemudian, ia dirawat oleh bibinya yang sama sekali tidak menyenangkan. Perasaan seperti tidak dihargai, tidak disayangi seketika meluap ketika suaminya berselingkuh dan memutuskan untuk menyelamatkan nyawanya sendiri ketimbang nyawa Alicia. Well, bagian ini sih yang lumayan bagus.

Ketika Theo, menyandra pasangan suami istri, Alicia dan Gabriel, ia dengan penuh amarah menginterogasi perselingkuhan Kathy dengan Gabriel. Ujung-ujungnya ia menunjukkan amarah dengan memancing Gabriel untuk memilih satu nyawa untuk dibunuh malam itu, dan Gabriel memilih nyawa Alicia. Suami kampr*t!

Selain suami, teman Alicia pemilik galeri seni juga cukup oke buat dibahas. Ia memiliki kecintaan yang mendalam pada … bakat Alicia. Sepenuhnya ia tergantung kepadanya dan tak ingin memutuskan kontak. Bahkan, pada saat Alicia kembali melukis untuk pertama kalinya di rumah rehabilitasi, ia setengah mati penasaran ingin melihat lukisan itu, alih-alih Alicia sendiri.

Tokoh Max, kakak angkat Gabriel, gak gitu penting sih buat dibahas. Awalnya ia seolah punya peranan yang penting, tapi ternyata ia hanya mengidap sibling rivalry yang gak selesai dengan Gabriel. Sebagai anak angkat, tentunya ia punya banyak hasrat dan rasa iri pada Gabriel yang berstatus anak kandung. 

Kathy, istri Theo. Nah, ini  tokoh yang sebenarnya menjadi kunci pemicu dalam kasus ini. Sebagai tokoh penyembuh atas sakit jiwa yang diderita Theo karena kekerasan ayahnya, Kathy juga lah yang mendorongnya jatuh ke jurang. Nice! Suatu saat mungkin aku akan membuat karakter yang punya peran ganda macam Kathy ini.

Latar Tokoh di Rumah Rehabilitasi, The Groove


Tokoh yang paling mencolok dari The Groove adalah Christian dan Deomedes sebagai dokter ketua di sana. Tetapi, yang punya peran memikat adalah Christian sih buat saya.

Christia adalah teman dari Gabriel itu sendiri dan pernah mengobati Alicia secara ilegal. Tertulis di dalam buku diari Alicia, bahwasannya ia pernah mengonsumsi sejumlah obat dari Christian. 

Christia itu sendiri memiliki kepribadian yang cukup antagonis di dalam cerita. Ia sering mengonfrontasi Theo dan sialnya, dimanfaat dengan baik oleh Theo sebagai kambing hitam. Bagus juga sih untuk membuat karakter seperti ini, brengsek tetapi sebenarnya bukan pelaku utama.

Deomedes dan Indira adalah karakter pagar dari status sebagai seorang dokter psikoterapis. Kalau Yuri, hemm.. Yuri adalah perawat yang baik, walaupun kedekatannya dengan para pasien terbukti menyimpan suatu dosa, yakni penyelundupan obat. 

Sekian penjabaran kali ini. Menurut saya sih, semua tokoh yang dibuat memiliki peran yang cukup kuat. Plotnya juga oke, meski kasusnya itu sendiri tergolong biasa. Dongeng Alcestis cukup memikat untuk membuat pembaca merasa penasaran. 

Salam emak emak, semangat mencuci piring!





0

Review Film Knives Out


Judul: Knives Out

Rilis: 27 Nopember 2019


Produser dan Penulis: Rian Johnson


Pemain: Ana de Armas, Daniel Craig, Chris Evans



Review film kali ini tidak akan dibahas seperti biasanya. Saya tidak akan menuliskan sinopsis terlebih dahulu lalu kemudian mengomentarinya. 


(Lagi males aja, wkwkwk)


Pada dasarnya saya menyukai sebuah film yang mempunyai dampak atau meninggalkan bekas di diri saya setelah filmnya selesai. Salah satunya adalah Inception yang diperankan Leonardo Dicaprio. Ingat sama film lawas yang bikin pusing ini kan, ya?


Meski film Knives Out masih kalah jika dibandingkan dengan Inception, tapi cukuplah membuat saya berpikir banyak tentang plot yang terbilang cukup keren.


Soalnya, film detektif yang fresh begini tuh jarang banget. Paling-paling hanya remake dari novel lawas yang itu-itu aja. Kalau gak Sherlock ya Poirot, kan bosen. Pengen banget punya tokoh detektif yang orisinil, new, dan jawabannya ada di dalam film ini.


Plot cerita yang Penuh Tipu Daya



Singkatnya, film ini menceritakan tentang pembunuhan novelis terkemuka di mana masing-masing anggota keluarganya memiliki motif yang cukup kuat untuk melakukannya. Uniknya adalah pelaku sudah diungkap sedari awal sehingga penonton gak perlu repot-repot berpikir siapa pelakunya. 


Tetapi rasanya kok saya kena tipu ya? Hahaha, saya udah menduga bahwa apa yang disajikan buat penonton adalah topeng kepalsuan belaka, layaknya sebuah drama detektif yang memang suka mengecoh nalar penontonnya.


But, efek kejutannya gak berhenti sampai di situ. Bahkan, ketika pelaku sebenarnya sudah ketangkap, ada lagi adegan ending yang bakal bikin geregetan. Adegan di mana seolah-olah bakal ada satu pembunuhan lagi…. Yang gagal untuk dieksekusi. Sebenarnya, adegan ending ini epik banget sih. Efeknya tuh lucu campur pengen nampol. 


Yap. Kalau anda suka sama drama detektif macam Sherlock yang emang banyak bacotan dan punya lika-liku penyelidikan yang panjang, saya yakin ini akan jadi film favorit anda selanjutnya. 


Artis Pemeran yang Kece-kece


Saya rasa film ini layak banget dibuat sekuelnya. Selain tokoh pemeran detektif nya aja emang keren, ada juga artis pemeran film horor IT yang imut-imut itu. 


Tokoh detektif berdarah Perancis bernama Benoit Blanc diperankan oleh Daniel Craig, mas mas pemeran mata mata di Skyfall. Mbak mbak perawat novelis yang meninggal diperankan Ana de Armas.


Sorry, cuman itu yang saya tahu.


Next.

Membangun Plot Sebuah Kasus Pembunuhan


Bagaimana ya. Sebagai seorang yang suka dan tergila gila sama kisah misteri, saya tahu betapa susah membangun sebuah plot kasus pembunuhan yang epik. Soalnya pola cerita drama detektif terkesan membosankan. Ada masalah - pembunuhan - penyelidikan - BLA BLA BLA - tertangkap.


Tapi, pesan film ini jauh dari kata membosankan. Meskipun, yah adegan pembuka nya gak wah wah banget, jadi mungkin bisa memecahkan ekspektasi yang terlalu tinggi.

Sekian, selamat tahun baru. Selamat membuat resolusi tanpa solusi untuk sekali lagi.



0

Labels