Menu

Review Drama Love in the Moonlight, Drama Seaguk yang Begitu-Gitu saja

Love in the Moonlight
noseinabook.co.uk
Love In The Moonlight
Rilis : 2016
Kanal Produksi: KBS
Rating akhir: 22.5
Pemeran: Park Bo Gum, Kim Yoo Jung

Drama yang diperankan Park Bo Gum ini sempat memiliki rating yang tinggi di jamannya saat itu, tahun 2016. Saya yang memang bukan penggemar drama sageuk, sama sekali tak tertarik sampai akhirnya saya menonton drama Encounter yang mengubah perspektif ganteng oppa menjadi berkiblat pada Park Bo Gum.

Sinopsis

Kalau dipikir, saya tak merasakan alur cerita yang berbeda dari drama ini dengan pola drama lawas. Ini adalah kisah putra mahkota yang tinggal di era Joseon. Putra mahkota pemarah ini berada di situasi politik yang gonjang- ganjing karena perdana menterinya sedang berhasrat untuk menyingkirkan seluruh anggota kerajaan. Secara perlahan anggota kerajaan dibunuh satu per satu dimulai dari ibunya Lee Young,  si putra mahkota.

Kebetulan, jodoh yang akan jadi pemeran heroine di drama ini adalah anak dari pemberontak yang menyebabkan kerusuhan di Joseon sepuluh tahun yang lalu. Kebetulan pula, Hong Ra On, si anak pemberontak ini terlikit hutang dan dijual ke biro penyuplai kasim, semacam pembantu gitu di kerajaan.
Berhubung kasim itu mesti lelaki, terpaksa lah Ra On menjalani kehidupannya di kerajaan sebagai lelaki. Pertemuannya dengan pangeran putra mahkota di luar istana, membuatnya merasa sahabat dekat bagi pangeran.

Sudah dapat ditebak, bahwa mereka akan saling jatuh cinta dengan cepat. Sudah dapat ditebak pula, cowok second lead yang juga suka pada Ra On, bukan hanya berakhir di kehidupan menjomblo tanpa cinta, tapi juga mati dengan tragis. Terkadang jalan kehidupan di drama Korea memang sering pahit bagi tokoh yang tak penting.

Poin Plus

Buat saya daya tarik drama ini benar benar terpusat pada tokoh Park Bo Gum. Di mana dengan wajah imut nan tampan luar biasa itu ia bisa memerankan karakter Lee Young yang complicated.
Perubahan moral juga terjadi pada tokoh Lee young. Sebagai seorang raja, ia berhasil merubah karakternya yang serampangan menjadi lebih strategis, layaknya seorang raja yang besar. Selain itu, poin yang membuat drama ini sedikit berbeda dengan pendahulunya adalah momen saat kedok penyamaran terbongkar tidak dihiasi dengan adegan marah-marahan. Justru sang putra mahkota merasa senang bahwa ia tidak benar-benar gay.

Poin Minus

Alur ceritanya terlalu mainstream, mudah ditebak. Yah, sebenarnya semua drama Korea mudah ditebak, kecuali yang genrenya misteri.

Apa lagi ya, emmm susah untuk mengingat hal negatif dari drama yang ada mas Bo Gum-nya. Ah iya, konflik utamanya yakni perebutan tahta tidak begitu greget. Cara cara licik yang digunakan komplotan perdana menteri yang jahat juga terasa datar-datar saja, kurang kejam. Intinya, yang menarik dari drama ini benar-benar hanya adegan romantika babang Bo Gum.

Kisah Resolusi di Ending

Drama Korea sering mengeliminasi kisah ending dengan cara yang tidak sehebat kisah pembukanya, misalnya W atau Goblin. Tapi, menurut saya ending di drama ini lumayan oke lah. Resolusi nya bisa terbilang cukup logis dibandingkan drama W.

Sekian lah. Saya mau mencuci piring dulu. Salam emak emak.

1 comment:

Labels