Menu

Review Hello Monster: Menelisik Cara Berpikir Psikopat

Drama Korea Hello Monster
id.wikipedia.org


Drama lawas yang dirilis sejak tahun 2015 in ternyata cukup menarik. Saya sempat skeptis saat melihat cover dramanya. Hehe, saya kira adegan dalam drama ini akan lebih banyak didominasi adegan pacarannya ketimbang misterinya. Ternyata tidak.

Malah sekarang saya sedang tergila-gila dengan akting tokoh utama dalam drama ini: Seo In Guk. Dengan konten yang minim adegan pacaran dan karakternya yang angkuh setengah mati, ia jadi sedikit terlihat seperti Benedict Cumberbatch di serial Sherlock Holmes. Aaaaaaak banget lah!


Blurb

Tokoh Lee Hyeon yang diperankan Seo In Guk adalah anak genius yang diduga psikopat oleh ayahnya sendiri. Waktu kecil, ia pernah tidak sengaja menembakan pistol pada ibunya. Insiden ini secara tidak langsung juga mempengaruhi salah persepsi yang dilakukan oleh ayah Lee Hyeon.

Suatu hari, Lee Hyeon ikut ayahnya ke kantor polisi. Secara tak sengaja ia bertemu dengan tersangka pembunuhan berantai, Lee Joon Young. Mereka bercaka-cakap tentang suatu hal yang akan sangat disesali Lee Hyeon di masa depan. Lanjutannya, Lee Joon Young si tersangka, melarikan diri dari penjara,  kemudian membunuh ayah Lee Hyeon yang saat itu berprofesi sebagai psikolog. Sedangkan adiknya Lee Hyeon hilang secara misterius.

Setelah tumbuh besar, Lee Hyeon yang tinggal di Amerika kembali ke Korea karena menerima email tentang pentunjuk keberadaan adiknya pada suatu kasus pembunuhan. Di titik inilah ia bertemu dengan Jang Nara yang berperan sebagai detektif Cha Ji An, wanita yang akan merebut hati Lee Hyeon di ending cerita.

Yang Spesial dalam Drama Ini


Buat pecinta drama korea bergenre detektif, Hello Monster termasuk salah satu yang bagus menurut saya. Selain karena penokohannya yang kuat, baik tokoh utama sampai karakter jahatnya, cerita romantis di dalam drama ini tak terlalu banyak merebut rasa misteri yang jadi genre utamanya. 

Kasus yang ditampilkan di awal drama juga cukup baik, yakni tentang anak orang kaya yang mengalami semacam sindrom rasa inferior, kemudian berujung jadi psikopat yang membunuh para perempuan. Tapi, kalau dibandingkan dengan drama detektif lain, kasus pembunuhan dalam Hello Monster  tergolong biasa saja. Masih kalah menegangkan dibandingkan dengan kasus pembunuhan yang menghiasi drama While You're Sleeping.

Selain itu, tokoh Park Bo Gum yang memerankan Min, adik Lee Hyeon yang psikopat, juga mengundang perhatian. Inilah kesalahan saya yang fatal. Saya menonton Encounter terlebih dahulu yang notabenenya Park Bo Geum selalu memamerkan senyum manis sebagai Kim Jin Hyuk. Sedangkan di film ini, saya harus mengkonsumsi senyum psikopat dengan wajah semanis Park Bo Geum. Hiks, saya jadi sedih.

Saya salut banget lah sama artis-artis yang mampu dikasih peran apapun. Mau jadi jahat, baik, semua mereka lakoni dengan sepenuh hati. Setelah menelan banyak senyum ala psikopat dari Park Bo Geum di film ini, saya jadi kembali sadar, bahwa semua manusia di dalam drama adalah kepalsuan, wkwkwk.

Pelajaran yang dapat diambil dalam film ini ialah rata-rata psikopat itu terbentuk dari pengalaman masa kecil yang tak bahagia. Anak yang mengalami kekerasan, kejadian yang membuat trauma, sampai anak yang mengalami pelecehan dari keluaurga terdekatanya sendiri cenderung memiliki potensi untuk jadi psikopat lebih besar. Tokoh psikopat yang jadi sorotan utama di dalam drama ini, Lee Joon Young, juga mengalami penolakan dari keluaranya sendiri saat masih kecil.

Saya pernah membaca buku psikologi yang membahas tentang pemikiran para pelaku kriminal berantai seperti ini. Dikatakan di buku itu bahwa kejadian traumatik di masa kecil membuat beberapa bagian otak yang mengendailian sifat empati menjadi tidak berkembang. Hal inilah yang membuat mereka jadi sosok yang sadis terhadap mahluk hidup lain. Ciri utama yang perlu diperhatian ialah kekerasan terhadap binatang peliharaan sedari kecil.

Kisah Romantika

Ini dia daya tarik utama drama korea yang tak boleh dilewatkan untuk dibahas. Saya cukup ketagihan dengan interaksi Jang Nara dengan Seo In Guk yang berasa manis. Tarik ulur yang tak jelas di anatar mereka berdua, bahkan sampai ending cerita pastilah membuat para cewek penggemar drakor geregetan. Sayangnya, rating drama ini di Korea sana justru rendah, hanya sekitar 5,1. 

Buat saya kekurangan drama ini terletak pada kisah ending yang kurang menggigit. Tapi, tetap worth it lah ditonton sampai selesai.




1 comment:

Labels