Menu

Nostalgia Drama Lawas: Romantic Princess

crunchyroll.com

Ini dia drama lawas dari Taiwan tahun 2007. Dibintangi oleh personel boyband Fahrenheit (dua di sebelah kanan). Drama ini diperankan, dari kiri ke kanan: Eric Lee, George Hu, Calvin Chen, Wu Chun, dan perempuan yang digendong bernama Angela Zhang. Drama ini dibuat menyusul kesuksesan Meteor Garden yang kala itu mendunia banget.

Pas jaman saya SMA, model kayak Wu Chun yang punya poni lempar asimetris memang lagi hits banget. Sampai gaya rambut Justin Bieber pun juga pakai poni lempar waktu nyanyi lagu perdananya yang meledak di kala itu, Baby. Jadi intinya, pada saat itu definisi ganteng ialah poni lempar asimetris.

Huhuhu, ketika mengulangi nonton drama ini saya senyum-senyum sendiri. Kok bisa, saya kesengsem sama deretan artis poni asimetris begini?

Blurb


Sebenarnya inti ceritanya sangat sederhana, tipikal kisah cinta ala Cinderella. Xiao Mai, diperankan Angela Zhang, adalah anak dari keluarga miskin yang ternyata cucu dari pengusaha terkaya di Taiwan.

Ia kemudian diambil kembali oleh kakeknya untuk pulang ke rumah dan menjalani kehidupan sebagai orang kaya. Ia dipaksa meninggalkan keluarga lamanya yang miskin, dan pindah ke rumah kakeknya yang amat besar.

Di sinilah konflik dimulai. Ia dijodohkan dengan salah satu cowok ganteng didikan Kakeknya, yaitu tokoh yang diperankan Wu Chun. Saya juga gak tahu kenapa rejeki nomplok begini dibilang konflik, tapi ya tokoh Xiao Mai tidak menyetujui, bahkan menentang keras rencana Kakeknya. Ia bermaksud untuk kabur dari rumah barunya menuju ke keluarga lamanya.

Ternyata keluarga lamanya sudah dipindahkan ke Brazil oleh kakeknya yang sangat sewenang-wenang. Ia menangis sejadi-jadinya dan bermaksud untuk selamanya menggelandang di jalanan karena marah pada kakeknya.

Namun, si cowok ganteng yang diperankan Wu Cun menemukanya kemudian membujuknya untuk segera kembali. Dimulailah kisah cinta di antara mereka berdua.

Sekilas tentang film ini

Saya pertama kali nonton ini ketika kelas dua SMA. Saya dan teman teman seasrama menonton diam-diam karena waktu itu masih ada  larangan untuk membawa laptop ke asrama.

Waktu itu dalam pikiran anak SMA, cerita dalam drama ini begitu yahud, kece badai, dan Wu Chun terlihat amat ganteng dalam ingatan anak SMA. Wkwkwk, singkatnya kami semua tergila gila pada Fahrenheit. Ini dia salah satu sountrack fenomenal di dalam drama ini.



Perjalanan Sebuah Film

Setelah berumur hampir tiga puluh tahun, saya baru sadar bahwa daya tarik utama drama ini hanya terletak pada pameran kekayaan, romantisme dan mas-mas yang gagah. 

Walaupun, tentunya tetap ada hikmah yang dibawakan yakni tentang horang kaya yang tak bisa memiliki nikmat keluarga dan teman yang hangat. Tapi hal ini tidak menonjol.

Kalau dibandingkan dengan drama sekarang,kualitasnya tentu sudah jauh. Ide konfliknya jauh lebih seru dan nilai yang dibawa juga lebih bagus, sebut saja Go Back Couple atau This is My First Life.

Tapi itulah yang dinamakan perkembangan progresif (ceilah, sok bijak banget). Baik manusia maupun drama Korea, kita semua bertumbuh bersama menuju ke tingkat yang lebih baik.

Meski saya memang merasa sedikit kecewa, tapi saya berhasil kembali menghadirkan perasaan yang dulu dirasakan saat menonton ini sembunyi-sembunyi bersama teman-teman. Ada rasa gugup karena takut ketahuan pengasuhan sampai perasaan gugup karena babang Wu Chun yang (waktu itu) terlihat guanteng banget. 





1 comment:

Labels