Menu

Review Orang Orang Proyek [Novel]: Idealisme vs Realitas

Orang Orang Proyek

Judul: Orang Orang Proyek
Penulis: Ahmad Tohari
Penerbit: Gramedia
Tahun: 2015
Jumlah halaman: 256

Novel ini saya dapat dari rekomendasi grup emak-emak baca buku di Instagram. Walaupun tak terlalu tebal dan termasuk mudah untuk dipahami, tapi konten yang melatari buku ini termasuk serius.

Ahmad Tohari mengungkapkan contoh kasus korupsi pada proyek pembangunan infrastruktur yang teramat sering ditunggangi oleh partai politik jaman orde baru. Lewat kisah ini juga ia menuliskan keresahannya lewat tokoh Kabul yang sedang mengalami dilema antara mempertahankan idealisme atau memilih mengikuti arus realita dan menikmati kekayaan palsu.

Blurb

Tokoh utama novel ini adalah seorang insinyur muda bernama Kabul. Seorang pemuda gagah nan jomblo ini adalah kepala pelaksana proyek sebuah jembatan di sebuah desa.

Proyek jembatan yang didanai oleh hutang luar negeri ini harus menerima untuk diporoti dari berbagi pihak. Kepala proyek, atasan Kabul sekaligus senior di kampusnya dulu, sering meminta Kabul untuk melepaskan idealisme ala mahasiswa, dan mulai menikmati jalannya arus realitas. Itu berarti Kabul harus mau ikut berkalingkong tentang bahan baku yang bermutu rendah sampai patuh pada perintah kader partai yang ingin peresmian jembatan menjadi ajang kampanye.


Konfliknya terus meluber bahkan sampai pada warga desa yang ikut-ikutan merampok budget proyek. Mereka mulai mencuri bahan bangunan, seperti semen, kemudian dijual kepada penadah. Permintaan bantuan bahan bangunan unuk pembangunan masjid di desa tersebut juga menjadi kecamuk dalam hati Kabul. Di satu sisi ia ingin memberikan pekerjaan yang terbaik pada jembatan yang ia bangun, tapi si sisi lain, semupa pihak seperti bersengkongkol untuk ikut rebutan 'kue' proyek yang jumlahnya sudah sangat terbatas.

Orang-Orang Proyek tidak hanya berpusar pada kisah proyek jembatan. Ada juga kisah sampingan lewat tokoh Wati, salah satu bawahan Kabul di proyek, yang jatuh cinta setengah mati padanya. Penasaran gimana ending dari cerita ini? Gih, langsung capcus pinjam bukunya di Ipusnas.

Belajar tentang Kebijaksanaan Hidup

Ada satu tokoh yang lumayan jadi favorit saya yakni Pak Tarna. Keluguan dan kesederhaan hidup seperti terpancar jelas lewat dialognya bersama Kabul yang kala itu sedang dilanda stres karena banyaknya permintaan tak masuk akal dari atasannya. Pak Tarna ini sendiri adalah seorang pensiunan yang mengisi hari-harinya dengan memancing dan memainkan seruling. Tapi, ada kalanya ia terlihat begitu bijaksana, seolah karakternya seperti samudera yang dalam. Ah, saya suka lah sama beliau.


Cinta yang Dalam

Hehe, saya sebenarnya kurang suka dengan tokoh Wati. Menurut saya kisah Wati dan Kabul tidak terlalu manis (mungkin ini efek saya keseringan nonton drakor). Habisnya, tokoh Wati digamabarkan sebagai wanita yang mengejar Kabul yang sepertinya sudah jelas tidak menyukainya. Menurut saya sih kalau jelas tidak suka, mending segera ditinggalkan dan cari laki-laki lain yang lebih ganteng lagi!

Tapi, ya, cerita seperti Wati ini sangat realistis, tidak seperti kebanyakan drama Korea yang memang kontennya terlalu banyak micin, sehingga membuat kecanduan. Sedangkan definisi cinta di kehidupan nyata begitu sederhana tapi mengena, eeeaaa.

Kue Proyek


Ini sudah jadi rahasia umum bahwa dinas Pekerjaan Umum adalah bagian pemerintahan yang paling banyak diminati gegara banyak proyek yang bisa dinikmati remah remahnya. Bagaimana ya menyikapi hal seperti ini?Kalau dipikir, rasanya ini sudah jadi hal lumrah, tapi kalau gini terus kapan dong Indonesia naik level dari the energy of Asia jadi king of Asia? 

Hehe, korupsi memang selalu jadi kejahatan laknat yang nikmat. Siapa sih yang gak mau jadi kaya dan hidup mewah? Semoga nanti, siapapun yang terpilih jadi presiden bisa jadi sosok kejam buat menyikapi budaya korupsi di birokrasi. Yang setuju komen amin. #eeeaaa

Review kali ini saya tutup dengan jokes yang terdapat di dalam buku ini. Alkisah penghuni surga dan neraka mendapat proyek dari Tuhan utnuk membuat jembatan pembatas. Namun, penghuni neraka mampu menyelesaikan proyeknya lebih dahulu ketimbang penduduk surga, karena isinya penduduk neraka adalah orang-orang proyek.


Buat saya rating buku ini 3/5. Selamat membaca.



No comments:

Post a Comment

Labels