Menu


Judul buku: Aruna dan Lidahnya
Pengarang: Laskmi Pamuntjak
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 2014
Jumlah Halaman: 427

Jujur, awalnya tertarik dengan novel "Aruna dan Lidahnya" ialah karena pesona mas Nicholas Saputra yang selalu wara wiri di iklan film ini.

Berhubung saya masih belum bisa nonton bioskop karena masih punya dedek bayik, maka baca novelnya bisa jadi alternatif yg murmer. Bukan murah lagi sih sebenarnya, malahan gratis karena saya baca via aplikasi I-Jak.

Blurb

Aruna adalah seorang konsultan wabah yang ditugasi menjadi bagian dari tim investigasi flu burung. Misinya yakni melakukan penyidikan ke 8 daerah yang terkena dampak dalam waktu dua minggu. Banyaknya tempat dan waktu yang singkat membuat Aruna frustasi. Namun, Nadezhda dan Bono, teman-teman Aruna sesama hobi makan, justru memanfaatkan momen ini untuk mengikuti tim investigasi Aruna dengan tujuan wisata kuliner Nusantara.

Perihal wabah flu burung yang menjadi poros utama dalam kisah ini mengalami berbagai kendala di lapangan, seperti politisasi di kalangan pejabat atas, pemalsuan informasi pasien, sampai pada konflik tuding-menuding antara pegawai yang terlibat, dikemas dalam harmonisasi yang manis dengan konflik kecil macam wisata kuliner nusantara. 


Realita Sosial + Cerita Kuliner

pexels.com

Setiap daerah menyimpan cerita perjalanan dan kulinernya masing masing. Ini salah satu poin yang membuat saya terus melahap plot cerita dalam kecepatan konstan. Ada salah satu cerita tentang pasien dan petugas kesehatan yang berkolaborasi mengarang informasi palsu agar pasien dapat kabur dari rumah orang tua yang selama ini terlalu mengkungkungnya.

Poin kuliner yang menonjol menurut saya yakni saat di Surabaya. Pendeskripsian yang sangat detail mengenai komposisi Rujak Soto yang berhasil membuat saya ikutan ngiler dan berasa ingin langsung terbang ke Surabaya untuk ikutan nyicip. Peringkat duanya yakni Medan, di mana Bono dan Nadezhda sedang tergila-gila dengan rasa Kari Bihun yang menurut mereka infinite

"Bagaimana bisa perpaduan antara bihun dan kari yang kita sudah sama-sama tahu rasanya jika dipadukan bisa menciptakan rasa yang seperti ini?" -Aruna dan Lidahnya 

Laksmi Pamunjtak

Awal membaca buku ini, saya lumayan kebosanan karena rentetan peristiwa ditulis dengan amat sangat detail. Ya maklumi kemampuan baca saya ya, yang tiap hari cuman baca buku dongeng hewan untuk balita. Jadi baca novel yang rumit dikit, kepala langsung pening.
Namun, saya terus memaksakan diri untuk membaca sampai dapat konfliknya dan malahan ketagihan dengan perpaduan alur konflik utama yang dibalur dengan sisi kulineran-nya. Saya sedikit berharap bahwa Aruna dan Bono akan menjadi sepasang kekasih (belum bisa move on dari film AADC, hehe).

Namun, Laksmi Pamunjtak, membuat keseluruhan novel menjadi sesuatu yang terasa alamiah dan realistis. Endingnya pun walau menggantung tetap memberikan dampak yang tak mengecewakan. Karena begitulah rasa realitas di dalam fiksi: tak selalu bahagia, namun tak juga terlalu terpuruk. Saya suka buku ini.

Saya juga suka dengan konflik politisasi flu unggas yang disajikan. Menurut saya ini teguran manis untuk Indonesia yang memang sudah saatnya mengakhiri tradisi buruk semacam ini: mengambil keuntungan atas proyek yang melibatkan kepentingan banyak pihak.


Random Though

Sebenarnya saya juga lupa ini cuplikan dari halaman yang ke berapa, karena setelah saya cari lagi tidak saya dapatkan. Tapi ini bagian yang menjadi favorit karena menempel dalam ingatan begitu dalam.

"Ada seorang suami yang mendadak kehilangan penglihatanya. Ia berkisah bahwa justru dengan tak punya mata, ia baru tahu bahwa rasa semangka ternyata semenyegarkan pagi buta. Ia juga mendadak tahu cara membedakan mood istrinya dari nada suara yg sebelumnya tak pernah ia sadari. Ia tahu kapan istrinya PMS, tahu kapan istrinya merasa bahagia. Intinya adalah justru tanpa penglihatannya, ia dapat melihat dengan lebih banyak."

Btw, kalau baca novelnya pastikan baca yang bagian deskripsi penulis ya. (setelah baca bagian ini, saya berasa jadi keset Welcome yang majang di depan pintu)

Rating: 4/5


Selamat membaca, semoga bermanfaat.

0

Pulang Leila S Chudori

Judul: Pulang
Pengarang: Leila S.Chudori
Penerbit: KPG 2014
Jumlah Halaman: 461

Selamat menikmati bulan Oktober, teman-teman. Awal bulan yang sempat dipenuhi dengan kebimbangan, apakah memutuskan mau nobar (nonton bareng) film G30S PKI atau nonton wajah ganteng mas Nicholas Saputra di film "Aruna dan Lidahnya". 
Yang saya ingat mengenai peristiwa G30S PKI di dalam buku pelajaran sejarah, ialah kekejaman tiada tara tentang segolongan orang yang berniat mengganti ideologi negara. Namun, setelah menjadi tua dan menemukan novel ini, ternyata begitu banyak luka, bukan hanya yang disebabkan para komunis, tapi juga oleh 'para pahlawannya'.
Pesona utama novel ini ialah mengupas beberapa fakta sejarah yang tidak digemborkan dalam buku sejarah di sekolah. Saya menyesal sekali karena memerlukan waktu hampir 5 tahun untuk merampungkan buku sebagus ini.  Dengan latar sejarah tahun 1965, tepat pada saat peristiwa berdarah pengkhianatan Partai Komunis Indonesia, Leila dengan piawai berhasil membawa pembacanya ikut merasa berdebar ketika tokoh utama, Dimas Suryo,  sedang mengalami pengejaran atas tuduhan komunis yang menjeratnya.
Namun, bukan hanya itu yang membuat buku ini begitu manis sekaligus magis. Leila juga menuliskan sudut pandang berbeda dalam sejarah paling berdarah yang terjadi di Indonesia 53 tahun yang lalu.

Peristiwa G30S PKI di dalam Novel "Pulang"

Dalam buku ini, pihak korban yang menjadi tokoh utama ialah para terduga komunis. Mereka mengalami berbagai pelanggaran hak asasi, kehilangan status kewarganegaraan, sampai pada pelecehan seksual yang dilakukan aparat pemerintah saat melakukan interogasi. Di akhir bukunya, Leila menuliskan bahwa ia melakukan sejumlah wawancara terhadap beberapa eksil politik dan eks tapol (tahanan politik) saat menulis buku ini, jadi kemungkinan besar ada banyak fakta di balik status buku ini sebagai fiksi.
Secara singkat novel ini menceritakan tentang tokoh bernama Dimas, seorang eksil politik yang terpaksa mengembara ke berbagai negara karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia kala itu. Hal yang menarik ialah tokoh Dimas yang digambarkan memiliki tendensi politik netral. Ia bergaul dengan banyak simpatisan komunis, namun ia juga sering berdiskusi dengan tokoh lajur kanan. Walaupun begitu, ia dan keturunannya tetap terkena imbas atas tuduhan komunis yang seolah menempel permanen di wajahnya.

Tabiat Birokrat yang Mesti Diubah

Selain mengungkap sisi lain dari peristiwa G30S PKI, Leila juga mengungkapkan tabiat buruk birokrat tingkat atas yang suka menggemborkan kemewahan di atas penderitaan rakyat.
Tentu teman-teman masih mengingat kejadian istri jendral yang menampar petugas bandara tempo hari. Yap, itu bisa jadi salah satu contoh tabiat buruk birokrat yang sering merasa jadi tuan tanah. Padahal visi misi pemerintahan ialah pelayanan kepada rakyat, tapi itu sama sekali tak tercermin dari para pejabat di negeri kita tercinta.
Anime "Servant X Service" mungkin bisa menunjukkan sedikit gambaran pegawai negeri ideal yang sangat berdedikasi terhadap pelayanan masyarakat. Saya mendadak ingat pada petugas Puskesmas dekat rumah yang mukanya judes dan kata-katanya selalu pahit, sepahit kena omelan istri di pagi hari.
Saya kira ibu-ibu yang berkunjung  ke Puskesmas tak pernah menuntut petugas ganteng macam Adipati Dolken. Cukup tunjukkan sopan santun standar agar kami bisa nyaman saat menggunakan hak kesehatan gratis yang sudah disediakan pemerintah.

Kritik untuk Novel "Pulang"

Ada hal menarik saat saya menuliskan resensi novel ini di Instagram. Ada salah satu netizen yang berkomentar ,"Saya gak suka dengan tipikal pemuda pergerakan di buku-buku: selalu merokok, sok nyastra, hobi bercinta, dan pilihan musiknya cuman The Beatles atau Joan Baez".
Seperti yang sudah saya tulis di atas bahwa konten buku ini sangat menarik. Alangkah bagusnya lagi kalau adegan 'cinta panas' dalam buku ini bisa dikurangi. Sehingga dedek-dedek manis yang belum akil balig bisa memilih buku ini menjadi salah satu bacaan penting selain fiksi-fiksi di wattpad.
Sebagai emak-emak, saya hanya ingin supaya novel sebagus ini bisa menjangkau selera kalangan remaja, supaya kecintaan mereka berarah pada perkara sejarah ketimbang tentang ilusi cinta yang melodrama. 


Sekian, semoga bermanfaat.

Artikel ini juga diposting di kompasiana.com
Editor gambar: @nurul_huda_mr

0


Revolutionary Love
www.soompi.com
Judul: Revolutionary Love
Jumlah Episode: 16
Perdana tayang: 14 Oktober-3 Desember 2017 di TVN

Saya yakin teman-teman semua pasti mengenal tokoh Siwon yang menjadi poros utama dalam drama ini. Seperti biasanya, mas yang terlahir ganteng absolut ini memang cucok banget menjadi karakter gila namun baik hati. Pertumbuhan karakter Siwon yang ditampilkan dalam 16 episode ini menjadi nilai tambah yang sangat manis dalam drama ini. 

Oiya, drama ini adalah drama pertama yang dimainkan Choi Siwon setelah kepulangannya dari wamil. 

Sinopsis

Baek Joon, yang diperankan Kang Sora, adalah seorang wanita pekerja lepas yang sangat menjunjung tinggi prinsip hidupnya untuk tidak percaya pada janji manis perusahaaan besar. Karena prinsipnya inilah, ia harus menjalani beberapa pekerjaan paruh waktu dalam sehari.

Walaupun begitu, Baek Joon sebenarnya adalah wanita yang sangat lurus dan memiliki harga diri tinggi. Hal inilah yang menarik perhatian Byun Hyuk yang diperankan Choi Si Won. Sebenarnya, Byun Hyuk dalam film ini memiliki karakter yang baik namun sangat sembrono, sama sekali tidak pernah berpikir panjang atas imbas dari tingkah lakunya. Di sinilah peran asistennya Kwon Je Hon, yang diperankan Gong Myung akan menyelamatkannya dari segala jerat hukum.

Tingkah lakunya yang serampangan itu akhirnya berbuah pahit. Ia tertuduh melakukan pelecehan seksual pada seorang pramugari. Ayahnya sangat marah dan Byun Hyuk akhirnya diusir dari rumah tanpa sehelai pakaian pun.

Dari titik inilah petualangannya dalam mencari kitab suci dimulai. 

Byun Hyuk yang hidup menumpang di rumah asistennya, Gong Myung, pelan-pelan mengerti tentang kerasnya bertahan hidup di kota sebesar Seoul. Ia berevolusi menjadi tokoh yang membawa perubahan besar pada keluarga dan perusaahan ayahnya.

Berikut beberapa poin penting dalam drama ini:


Poin 1: Kekuasaan hanyalah Soal Pakaian

Buat saya, ada adegan yun Hyuk harus terpakasa menjalani pekerjaan sebagai petugas kebersihan di perusahaan ayahnya sendiri. Ia kalut dan yakin bahwa ia pasti akan langsung ketahuan oleh karyawan ayahnya. Namun, ternyata tak satupun mengenali dirinya di balik seragam petugas kebersihan.

"Aku berada di tempat yang sama, namun di dimensi yang berbeda."  -Byun Hyuk

Saya berasa sedikit tersentil saat menonton adegan ini, seolah baru tahu bahwa teori 'kekuasaan sejatinya hanyalah soal pakaian' adalah benar adanya.

Poin 2: Driskriminasi Kaum Buruh

Film ini sangat menyoroti tindakan yang sangat umum terjadi: diskriminatif.

Diskriminasi semacam ini terjadi di manapun, termasuk dalam lingkungan tempat tinggal. Saya pernah menyadari bahwa senyum saya kadang sedikit dipaksakan ketika berhadapan dengan peminta-minta, dan mendadak senyum saya bisa sangat natural ketika sedang berhadapan dengan pak RT yg sedang menagih iuran sampah. Padahal kan kontennya kurang lebih sama, tapi respon yang diberikan bisa sangat berbeda.

Poin 3: Cinta dalam Diam

Mong Gyung cocok sekali dalam memerankan karakter Kwon Je Hoon yang serba kaku, termasuk dalam urusan cinta. Senyum nya yang manis itu seolah bisa memancarkan betapa letih dan pedih dirinya menanggung cinta yang ia simpan dalam-dalam pada Kang Sora.


Revolutionary Love
http://koreandramaandkpoplover.great-discovery.com

Menyadari bahwa teman sekaligus tasannya Byun Hyuk yang mulai menaruh perhatian pada gadia yang a cintai sejak kuliah, Kwon Je Hoon tetap bergeming dan memilih menutup lebih rapat soal perasaannya itu. Aih, mas,"Why you don't tell the truth? "

Haha, itulah anak muda. Suka sekali merumitkan keadaan. Kan lebih mudah kalau ia tunjukkan saja gelagat rasa suka itu. Kalau memang ditolak ya tinggal cari perempuan lain. Stok jomblowati solehah siap nikah di Indonesia masih banyak kok.

Sosok Kwon Je Hoon yang seolah menjadi pengembara yang sepi sendiri cocok banget dengan ost drama ini yang berjudul "Sing My Song" yang ini:



Lah, kok jadi banyak bahas Mong Gyung sih?
Haha, tokoh ini terlalu banyak menyimpan luka sih dalam drama kali ini. Luka yang membuat karakternya semakin terlihat indah.

Tapi, sekali lagi, cinta dalam diam semacam ini hanya terlihat indah di dalam drama, so don't try this at home.

Poin 4: Rating Akhir Drama Ini

Rating akhir drama  ini di TVN adalah 3,3%. Padahal mah menurut saya, komposisi cerita dalam drama ini lumayan komplit, jadi layaklah kalau dapat rating yang lebih tinggi lagi. Lucu iya, romantis iya, seru iya, ada unsur hikmah baiknya juga iya. Jadi  rating film ini menurut saya : 4/5, very recommended.



0

Go Back Couple
reviewdramaasia.com

Belakangan ini ada satu film Korea yg menurut saya sangat berfaedah sekaligus berhasil dikemas dalam cerita dan tokoh yang ciamik. Mulai dirilis Oktober 2017 lalu, film ini juga dikenal dengan judul Go Back Spouses.

Drakor paket lengkap ini diperani oleh aktris imut Jang Na ra dan So Ho joon. Film garapan sutradara Ha Byung Hoon  ini menceritakan tentang kehidupan pasca pernikahan yang tidak seindah bayangan semua orang. Bahkan dalam episode satu diawali dengan quote yang menurut saya agak menohok namun benar : pernikahan bukanlah sebuah happy ending.

Go Back Couple
pic by canva

Diawali dengan potret keluarga yg sudah diambang perceraian, kedua tokoh utama ini kemudian terlempar di kehidupan lampaunya saat masih masa kuliah.

Awalnya mereka kompak untuk saling menghindari. Namun, jalan takdir (skenario film) terus menerus membuat mereka bertemu yang berujung pada perkelahian mereka.Namun, ceritanya tidak habis pada pusara mereka sendiri. Mulai muncul masalah masalah dari para mantan mereka di saat kuliah sampai masalah teman satu geng yg sempat menghilang dari kampus.


Menurut saya film ini cocok sekali untuk ditonton bersama pasangan. Banyak nilai nilai rumahnya tangga yang bisa dicontoh seperti pentingnya komunikasi yang jelas. Terlihat sederhana memang perihal komunikasi, namun tanpa hal ini banyak pasangan yang berujung pada perceraian.

Hal lain yang menggugah saya adalah seringkali kita membanding bandingkan pasangan yang kita miliki dengan orang lain. Seandainya saja aku tidak memilihmu, seandainya aku bisa balik ke waktu itu adalah kata kata yang sangat ditonjolkan dalam film ini. 
Go Back Couple
pic by canva

Latar tahun 1990an terasa sangat kental saat kedua pasangan ini terlempar kembali pada kehidupan lampaunya. Musik dan baju yang sedang hits kala itu akan menyegarkan kembali ingatan kita tentang memori manisnya jaman tanpa ponsel pintar kala itu.

Yah, Pokoknya film ini oke banget lah untuk mengisi akhir Minggu bersama pasangan.
Selamat menonton.
0

Beberes ala Marie Kondo
grya.co.id


Penulis : Marie Kondo
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : Agustus 2016

Ini salah satu buku yang berhasil membuat saya penasaran dan cukup pontang panting juga mencarinya. Awal mula saya mengetahui buku ini adalah dari blog ibu-ibu yang buanyak sekali mereview buku ini. Berulang kali mereka memuji buku ini dan tentunya ini membuat saya penasaran, apa sih daya tarik buku yang temanya cuman beres beres?

Beres Beres Rumah Berarti Membereskan seluruh Hidupmu

Aih, lebay ya subjudulnya? Tapi memang itulah yang dikatakan di buku itu. Mbak Marie Kondo dengan piawainya menjabarkan berbagai macam hal baik yang terjadi setelah kamu berhasil menemukan kenyamanan yang hakiki di dalam rumah setelah beberes.

Prinsip beberes ala Konmari hanya dua yakni membuang dan menentukan meletakkan barang di mana. Awal beberes, mbak Mari Kondo akan sealu menekankan satu hal, simpan benda yang benar-benar akan membangkitkan kesenanganmu. Dari sini saja kita sudah bisa mengambil satu hal penting, yakni fokus pada tujuan.

Penting untuk diingat, saat melakukan penyortiran kita memilih barang yang kita sukai dan bukan sebaliknya. Anggap saja kita sedang berada di sebuah toko saat berhadapan dengan tumpukan barang yang kita miliki, dan yang sedang kita lakukan hanyalah memilih barang yang disukai, mudah bukan?

Saat tebersit ada perasaan ragu seperti, ah aku tidak begitu menyukainya, namun siap tahu aku akan memerlukannya nanti. Maka buang sikap seperti itu dan segera singkirkan barang tersebut. Kosa kata nanti berarti tidak akan pernah.


Metode Berbenah ala Konmari

Ada rahasia tersendiri dalam melakukan tahapan berbenah ala Konmari ini. Saat melakukan benah-benah di rumah keluarkan semua barang yang masih dalam satu kategori yang sama, di mana pun letaknya. Karena pada metode Konmari, penyimpanan barang dilakukan pada satu kategori yang sama bukan lokasinya.

Beberes ala Konmari pun ada tahapannya tersendiri yang perlu diikuti, seperti mandahulukan beberes pakaian dan mengakhirkan beberes barang kenangan. Sttt, ada maksud dan tujuan tersendirinya lo dari tahapan yang sudah ditentukan oleh Mbak Marie Kondo ini.

Buku ini juga mengajarkan tentang hubungan baik antara manusia dan barang-barang yang dimiliki. Mbak Marie Kondo senantiasa mencontohkan untuk menghargai barang yang sudah memberikan usaha mereka yang terbaik dalam menunjang kehidupan kita. Percaya kah kalau benda mati bisa merasakan kasih sayang pemilikya? Haha, saya percaya.

Saya pernah ngalamain punya telepon genggam yang udah jadul. Seringkali dia eror dan nge hang kalau dibuat internetan, tapi tetap saja sekalinya saya reset dia tetap hidup dan kembali seperti semula. Namun belakangan ini saya memutuskan untuk membeli telepon genggam yang baru, dan anda tahu apa yang terjadi 3 hari kemudian? Telepon jadul saya itu mendadak mati dan akhirnya benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya. Hiks, agak sedih juga sih. Karena bagaimana pun hape jadul saya itulah yang menjadi teman bisu sejak saya masih kuliah.

Oh, iya satu lagi. Mbak Marie Kondo juga menekankan bahwasannya hidup dengan barang yang kita butuhkan saja akan meningkatkan kulitas hidup. Bagaimana bisa? karena kita akan terhindarkan dari distraksi yang sesungguhnya tidak kita perlukan. Seperti misalnya hidup di masa lalu atau hidup dengan mencemaskan masa depan. 

Begitulah, intinya. Kalau tidak membaca sendiri sih tidak akan mendapatkan kisah lengkap Mbak Marie Kondo. Buku ini memang ciamik, dengan tema sederhana namun sangat mengena.





Sumber:
deelestari.com
ceritashanty.com 


    0

    Filthy Shade of Drey
    www.wattpad.com/honeydee1710

    Sebenarnya saya menulis review ini karena selama beberapa hari saya 'mabuk' oleh cerita karangan Hanny Dewanti yang berjudul Filthy Shade of Drey dan sekuelnya yang berjudul Savanna. Kisahnya bisa dibaca di sini.

    Ceritanya simple sih. Tentang seorang CEO yang jatuh cinta pada gadis biasa, cinderella story lah. Namun, sebagai parodi dari Fifty Shade Of Grey, penyimpangan moral tokoh Drey sedikit digeser menjadi penyimpangan self injury (suka menyakiti diri sendiri).

    Saya suka dan sedikit kecanduan dengan beberapa adegan dalam kisah ini. Terutama momen di mana Savanna (tokoh utama cewek) dan Drey (tokoh utama cowok) kembali bertemu setelah memutuskan untuk berpisah. 

    Kata-kata pertama yang diucapkan Drey adalah "Thief". Alamak, menurut saya itu maniiis banget. Saya juga mau dikatai begitu oleh Drey. Kalau saya jadi Savanna daripada mewek setelah dikatai maling, mending langsung dikecup aja mas Drey yang gantengnya sejagad itu.


    Cinta, dari Sudut Pandang Alam Semesta 

    www.instagram.com/sciencejewelry1824
    Sudah mengerti kan setelah mantengin gambar di atas? Cinta hanyalah tipu daya hormon kawan. Berbahagialah kalian para jomblo, kalian bukanlah korban penipuan.


    Cinta, dari Sudut Pandang Savanna dan Drey

    Em, saya lumayan bingung untuk mengulas kisah Savanna dan Drey. Saya memang lumayan menggilai beberapa adegan epik dalam kisah ini. Namun, cinta membara yang dilakoni kedua tokoh ini rasanya klise banget. Saya sempat bertanya sendiri dalam hati, adakah cinta yang bisa membara selamanya? 

    Cinta pada Tuhan saja kadang meredup, apalagi cuman cinta sesama manusia. Setelah berpikir begini saya kembali berpikir, saya yang satir atau jangan-jangan saya saja yang apes, tidak menemukan seseorang yang mampu membuat saya merasa seperti Savanna saat bertemu dengan Drey? 

    Tapi, di bagian akhir kisah Savanna dan Drey ini ada adegan yang membuat saya sempat menitikkan air mata. Padahal selama Savanna dianiaya oleh Mbak Hanny dengan skenarionya yang sadis bin jahat, saya tetap bergeming loh. Namun di bagian Drey menatap nanar anaknya yang dapat lahir dengan selamat sementara emaknya, Savanna, berakhir dengan koma, air mata saya jatuh perlahan 1 tetes. Mendadak saya paham rasanya menelan pil yang isinya  kepahitan dan kebahagiaan yang terintegrasi menjadi satu.

    Drey, dengan catatan kelam di masa lalunya kini berubah lembut karena sebuah pernikahan. Ahh, sejatinya, memang pernikahan adalah training revolusi mental yang bertujuan mulia, memanusiakan kembali nurani kita yang sudah mengembara entah ke mana.


    Cinta, dari sudut pandang Penulis

    Saya bisa merasakan cinta Mak Hanny pada dedek dedek maniak wattpad dalam bukunya ini.

    Mak Hanny Dewanty banyak menuliskan tentang edukasi kekerasan seksual dalam karyanya yang ini. Jadi, ehem, maaf-maaf ya, bagi yang masih berstatus dedek dedek emes belum akil balig memang sebaiknya ditunda dulu baca buku ini. Filty Shade Of Drey ini juga dibuat untuk menghindarkan fans Fifty Shade of Grey dari mencontoh gaya berhubungan intim ekstrim dalam film tersebut. 

    Mak Hanny memberikan contoh kasus nyata kekerasan seksual dalam perilaku pacaran anak Indonesia. Hiks, saya sedih bacanya. Sebagai emak-emak yang punya anak perempuan, rasanya beban mendidik anak jaman sekarang semakin berat saja. 


    Cinta, dari Sudut Pandang Victoria Whittaker

    Nah, tokoh ini adalah emaknya Drey. Menariknya, tokoh ini adalah salah satu wanita yang juga ikut-ikutan menggilai Drey, selain saya tentunya. Victoria digambarkan sebagai emak-emak yang hanya sibuk mengurusi urusan karirnya saja. Drey, yang selama  ini diurusi pembantu di rumah tersebut kembali ke rumah utamanya saat menginjak remaja. Mungkin, emaknya lumayan kaget melihat anaknya yang dititipi ke orang sudah berevolusi menjadi mahluk Tuhan Paling Ganteng.

    Menurut informasi dari Mak Hanny, kasus incest di Indonesia semakin meningkat. Fuh, salah satunya adalah kasus di Riau, di mana seorang Ibu yang hamil karena anaknya sendiri. Hiks, bingung mau komentar apa kalau begini. Semoga masyarakat semakin perhatian dengan lingkungannya, sehingga kasus semacam ini bisa ditekan presentasenya.  

    Cinta, dari Sudut Pandang Pembaca, Anggota Ikatan Emak-Emak Motor Matik Indonesia (Saya)

    Bagian ini memang rasanya tidak penting, jadi silakan diskip saja. 

    Saya mau sedikit tsurhat, ada sedikit perbedaan cinta sesudah dan sebelum saya menikah yang perlu sekali dituliskan di sini. Saya versi muda mendefinisikan cinta dengan perhatian yang penuh, rasa sayang yang utuh, dan hal hal klise lainnya. Biasalah ya, muda identik dengan mudah diakali.

    Namun, beranjak tua, dan kira-kira setelah merasakan bahtera rumah tangga selama 19.680 jam, definisi cinta saya sedikit berubah. Masih tentang seputar perhatian juga sih, tapi buat saya momen mas misua menunjukkan cintanya secara maksimal yakni ketika ia bertahan dalam kekaleman ketika melihat saya ikutan tantrum bareng dedek bayi ketika PMS, ketika ia mau bangun tengah malam untuk ikut gantian jaga dede bayi yang begadang, dan ketika ia bermurah hati sepulang kerja masih mau mengajak jalan sore menikmati matahari tenggelam di tepian Sungai Mahakam. 

    Jadi, apa definisi cinta buat emak-emak di rumah?



    1

    Labels